PowerOfEvil, dari Pemain yang Dicintai Menjadi Public Enemy Nomor 1 di EU

PowerOfEvil, dari Pemain yang Dicintai Menjadi Public Enemy Nomor 1 di EU
powerofevil1

PowerOfEvil, dari pemain yang dicintai oleh publik EU kini berubah menjadi pemain yang dibenci oleh publik EU. Penyebabnya? Tentu saja karena keputusannya untuk keuar dari EU dan pindah ke NA. Eksodus ini tentu saja membuat banyak fans EU marah karena PowerOfEvil kini bermain di region yang sudah lama menjadi rival berat EU yakni NA.

Semenjak pengumuman status PowerOfEvil yang berubah menjadi Free Agent, banyak yang berharap PowerofEvil menetap di EU LCS dan di timnya Misfits. Tapi ternyata PowerOfEvil jauh lebih tertarik untuk bermain di region NA. Alhasil, OpTic Gaming yang melihat kesempatan ini langsung merekrut PowerOfEvil.

Ia dianggap lebih mementingkan uang daripada kesuksesan, mengingat region NA memang terkenal dengan jumlah gajinya yang fantastis. Roster OpTic yang terlihat medioker bagi fans EU juga semakin memperkuat anggapan tersebut.

PowerOfEvil dianggap tidak pantas membela EU di ajang All-Star karena kini Ia bermain untuk NA setelah sebelumnya pada masa voting PowerOfEvil sangat getol berkampanye “EU for Life”. Orang-orang menganggap aksi PowerOYfEvil terlihat hipokrit karena tak lama setelah itu Ia bergabung ke tim NA. Hashtag #NotMyAllStar terus bermunculan di Twitter PowerOfEvil.

Setelah bungkam cukup lama, PowerOfEvil akhirnya buka suara. Ada beberapa hal yang ingin Ia tekankan:


Voting All-Star

“Orang-oranglah yang berkampanye. Jika kalian lihat lagi, justru Weldon dan ocelote (G2 Esports) lebih banyak berkampanye untuk Perkz. Voting All-Star merujuk pada performa pada TAHUN INI, bukan tahun-tahun yang lain. Voting All-Star adalah voting pemain mana yang akan membela EU di ajang All-Star. Aku menang dan aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membela EU untuk yang terakhir kalinya sebelum memulai babak baru di NA. Aku tidak diperbolehkan untuk membahas jumlah voting, tapi hasilnya cukup ketat.”


Rivalitas NA vs EU

“Aku mencintai EU, khususnya komunitas di Jerman. Tapi aku sama sekali tidak peduli soal rivalitas NA-EU, selama Korea masih menjadi yang teratas. Aku paham orang-orang peduli dengan rivalitas karena pertandingan akan semakin menarik, hanya saja aku membicarakan kompetisi secara keseluruhan. Pemain yang mengatakan “Aku berdarah EU dan tidak akan meninggalkan EU”, mungkin belum pernah mendapatkan penawaran dari NA. Sebelum menilai seseorang, lebih baik kalian mengecek database pemain untuk memastikan apakah Ia benar-benar berasal dari EU.”


Roster OpTic

“Mengevaluasi sebuah roster berdasarkan performa tiap individu pada musim sebelumnya memang bisa, tapi ternyata hal tersebut sering terbukti salah. Memiliki tim yang terdiri dari 5 pemain bintang juga bukan hal bagus. Ambil contoh Origen saat masih kubela. Memang di atas kertas kami terlihat kuat dengan 5 pemain bintang, tapi kami gagal bermain sebagai sebuah tim. Tidak ada pengorbanan dan rasa saling percaya.”


Nasib Misfits

“Aku berterima kasih kepada Misfits atas waktu yang mereka berikan dan kuharap mereka akan sukses ke depannya.¬†Perjalanan kami di Worlds 2017 memang menyenangkan, tapi bukan berarti aku akan terus menetap. Ini hidupku dan aku tidak mau bertaruh mengenai masa depanku hanya karena kami memiliki perjalanan yang bagus saat Worlds.”


Keputusan keluar dari Misfits dan pindah ke NA

Tentu saja uang dan stabilitas itu penting bagiku, tapi bukan berarti roster yang bagus bukanlah hal yang penting. Jika aku tidak percaya kepada tim, maka aku tidak akan bergabung ke tim tersebut. IgNar juga keluar dan kembali ke LCK. Ia adalah kawan yang baik dan Ia juga punya pengaruh besar dalam keputusan yang aku ambil.”


Tetap saja, banyak orang yang merasa kurang puas dengan pernyataan PowerOfEvil:

poe1 poe2 poe3 poe4 poe5 poe6 poe7

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga membenci PowerOfEvil, atau kalian mendukung dirinya?

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply