PowerOfEvil: Menang Lawan Fnatic, Kami Pasti Bisa ke Worlds

PowerOfEvil: Menang Lawan Fnatic, Kami Pasti Bisa ke Worlds

Tim Misfits berhasil menang mengejutkan 3-0 melawan Unicorns of Love. Kini, mimpi mereka untuk sampai ke Worlds akan semakin terbuka dengan mereka yang maju kebabak selanjutnya. Tapi sayangnya, lawan yang akan mereka temui nanti sangatlah sulit, yaitu Fnatic.

Dilansir dari theshotcaller.net, PowerOfEvil berbicara tentang keberhasilan ini dan ekspektasinya dalam sisa pertandingan playoff. Berikut adalah cuplikan wawancara tersebut.

Pertama-tama, selamat! Series melawan UoL kemarin sungguh luar biasa. Tidak ada yang menyangka kalian akan berhasil menang bersih dalam pertandingan itu. Apakah kalian memang bermain sangat bagus hari itu atau karena UOL yang bermain sangat buruk?

Kami berhasil bermain sangat kuat hari itu. Dan juga scrim minggu lalu berjalan sangat baik. Kami mendapatkan hasil yang sangat baik melawan Fnatic dan G2 dan membuat kami maju melawan UoL dengan penuh percaya diri. Dan juga kami memenangkan setiap draft melawan UoL Kami cukup paham champion apa yang akan diutamakan UoL sehingga aku mendapatkan champion yang ingin kumainkan ditiap match melawan Exileh.

Di match pertama, aku bermain menggunakan Coassiopeia dan UoL punya komposisi tim yang cukup baik. Mereka mengambil Trundle karena pilarnya dan Rumble karena slow dari ultimatenya. Ini artinya aku hampir tidak punya pengaruh apa-apa di dalam game. Untungnya Hans Sama berhasil membuktikan bahwa dia ingi bertanding di kampung halamannya di Paris. Menurutku, dia yang benar-benar menjalankan tugasnya sebagai carry dan berhasil mendapatkan pentakill untuk mengakhiri pertandingan.

Untuk game kedua, aku ingin mengambil Lucian dan sejujurnya kami terkejut dengan pick Kassadin yang UoL lakukan. Menurutku dengan banyak champon mid yang sudah di ban, memang agak sedikit jalan buat mereka melakukan pick diluar meta, tapi Kassadin adalah salah satu pilihan terburuk menurutku. Dengan serangan melee dan magic shieldnya hanya bisa menahan W dari Lucian yang merupakan magic damage, tidak masuk akal mereka memilih Kassadin. Aku berhasil memenangkan lane di mid dan bebas melakukan apa saja disepanjang pertandingan.

Apa pendapatmu tentang pick Maxlore di jungle secara keseluruhan? Poppy sepertinya cukup jadi kejutan dan setelah itu dia mengambil Kayne tapi dia bermain bagus di kedua game.

Aku memberitahunya beberapa hari yang lalu bahwa Poppy itu sangat kuat melawan Zac dan memang sudah terbukti cukup sering di Solo queue di LCK. Aku juga menyarankan dia berlatih menggunakannya sedikit, tapi dia tdak terlalu suka walaupun dia mengakui Poppy sangat kuat melawan Zac. Setelah itu kami tidak pernah melakukan scrim dengan Poppy dan aku percaya dia hanya bermain satu solo queue dengan Poppy, tapi kemudian hari ini dia menyarankan untuk mengambil Poppy dan kamipun setuju. Dan ya hasilnya, tidak terlalu buruk kok.

Apakah kau aktif mengikuti meta para pemain Korea atau darimana kau mendapatkan informasi ini?

Kadang-kadang aku menonton permainan Abdo dan BDD. Ada juga video yang diterjemahkan dimana para pemain itu melakukan stream jadi kau bisa lebih paham apa yang dia lakukan dan kenapa. Tapi kebanyakan informasi datang dari pemain Korea di Eropa. Ketika seseorang seperti Nagne atau Profit datang kepadaku dan mengatakan apa yang saat ini dimainkan di Korea, itu sangat

Lalu apakah kau berusaha untuk beradaptasi dengan apa yang dimainkan di solo queue pemain Korea?

Hmm, tidak selalu, tapi kau dapat apa yang saat ini sedang menjadi tren dan layak untuk dicoba. Tidak semuanya bisa diterapkan di EU LCS. Pick Irelia contohnya, terbukti sangat sukses di Korea tapi tidak berhasil disini.

Apa harapanmu di playoff saat ini? Kau kemungkinan besar akan berhadapan dengan Fnatic, tapi bisa juga H2k. Bagaimana kau melihat peluang Misfits melawan kedua tim ini?

Aku tidak punya tim favorit untuk jadi lawan kami. Kedua tim benar-benar kuat dengan midlaner yang jago. Aku pikir aku bisa bermain lebih baik melawan Febiven. Maxlore sudah mengatakan diinterview dengan Riot bahwa jika kami bisa menang melawan Fnatic, maka kami kemungkinan besar akan ke Worlds. Itu kenapa aku ingin berhadapan dengan Fnatic terlebih dahulu.

Tentu saja, Worlds adalah tujuan yang besar yang ingin kalian capai. Misfits selalu dianggap sebagai tim yang bisa membuat kejutan bagi setiap tim di EU LCS tapi tidak pernah benar-benar diperhitungkan untuk masuk Worlds. Apa yang menurutmu membuat Misfits sering diremehkan?

Struktur dan atmosfir di dalam tim kami sudah banyak berubah. Hans Sama dan Alphari baru berusia 17 tahun dan bermain di split pertama mereka di EU LCS jadi kami harus mendapatkan pengalaman terlebih dahulu. Untuk Maxlore, ini split ketiganya, jadi aku pikir dia sudah punya cukup pengalaman. Sebelum itu, kami punya KakaO di tim kami yang juga berpengalaman tapi sayangnya dia tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik untuk lanjut. Lagipula, Hans Sama dan Alphari sangat berkembang dibanding minggu-minggu sebelumnya menurutku dan menurutku, keduanya bisa menjalankan posisi carry, namun terkadang kau menyadari kurang berpengalamannya mereka.

Apakah Misfits ada mengubah cara latihan menghadapi playoff ini?

Ya, kami berlatih pertandingan format BO5 ataupun bermain lima game berturut-turut dengan istirahat pendek akhir-akhir ini. Selanjutnya, kami menghadapi banyak tekanan. Maxlore baru saja mengatakan bahwa kami harus menjadi diri kami sendiri dan percaya diri. Apapun yang kami hadapi, kami masih berkompetisi di game yang sama dan jika kami memberikan yang terbaik, kami tidak akan menyesali apa-apa.

Apa yang ingin kalian tingkatkan sebagai sebuah tim untuk siap menghadapi Worlds jika nantinya kalian akan mendapatkan kesempatan itu?

Kami masih harus meningkatkan komunikasi kami. Dari segi pengetahuan akan game, kami semua sudah mengerti beberapa situasi dengan baik dan bagaimana harus menghadapinya. Tapi kami sering sulit beradaptasi dengan cepat di dalam situasi yang tidak kami duga dan kami akan terjebak untuk terus mencoba beradaptasi pada situasi-situasi itu saat itu jug. Ketika seseorang melakukan call, akan ada seseorang yang lain yang bertanya apakah orang yang melakukan call yakin dengan itu. Aku melihat ini sebagai kurang percaya diri dan pengambilan keputusan yang buruk diantara tim. Ini akan teratasi dengan pengalaman dan kesuksesan.

Terlepas dari ruang untuk perbaikan dan peningkatan kemampuan, apakah menurutmu kualifikasi untuk Worlds adalah target yang masuk akal?

Tentu saja, ini juga adalah cita-cita pribadiku setelah aku melewatkan dua tahun terakhir. Aku hampir tidak yakin saat kami akan menghadapi UoL, tapi ini tinggal satu langkah lagi. Setelah 3-0 melawan UoL, aku percaya kami akan cukup percaya diri untuk mengalahkan Fnatic ataupun H2K.

Apakah ada yang ingin kau sampaikan kepada para fansmu ataupun fans Misfits?
Terimakasih banyak untuk dukungan yang tulus dari kalian. Aku percaya aku memiliki fans yang terbaik yang mendukungku karena walaupun aku kalah, aku tidak menerima komentar negatif ataupun marah, mereka semua tetap suportif. Aku sangat senang akan hal ini.

Benhard Martin

Esports enthusiast and League of Legends monkey wrench.

Facebook Twitter 

Leave a Reply