Profil Tim Worlds 2017: The Korean Overlords

Profil Tim Worlds 2017: The Korean Overlords
longzhu2

 

4 tahun terakhir, Worlds selalu didominasi tim Korea. Sejak Season 3, tidak ada tim selain tim Korea yang mampu meraih Summoner’s Cup, dan ada kemungkinan besar tahun ini pun begitu.

Sebagai region paling kompetitif, persaingan tim-tim LCK memang keras. Semua bermain untuk menang, menghindari adanya kesalahan kecil yang bisa dihukum oleh lawan, membuat permainan di liga tersebut terlihat membosankan dibanding NA LCS, EU LCS ataupun LGS. Tapi bisa kita lihat sendiri, performa tim-tim Korea di kompetisi dunia selalu ada di atas region lainnya.

3 dari 4 tim yang berada di semifinal Worlds tahun lalu adalah tim Korea – SK Telecom T1, ROX Tigers dan Samsung. Itu masih membuktikan bahwa Korea – sebagai region – memproduksi tim-tim yang kompetitif, matang secara fisik dan mental, tanpa impian lain selain untuk menjadi yang terbaik di League of Legends.

Jadi, apakah Korea akan kembali mendominasi di Worlds tahun ini? Sebelum kompetisi ini dimulai, mari kita lihat profil dari 3 tim Korea yang akan berlaga di Worlds tahun ini.

 

Longzhu Gaming


longzhu

Seed pertama dari Korea, Longzhu Gaming mengejutkan banyak pihak dengan menjadi juara di LCK Summer 2017 – padahal di musim Spring lalu mereka bahkan tidak ada di 4 teratas klasemen. Lalu, apa rahasia mereka?

Kekuatan Longzhu datang dari bermacam-macam sumber. Yang pertama, duo botlane, PraY – GorillA yang masuk di awal tahun. Sebagai mantan pemain ROX Tigers, duo Prayrilla tentunya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dari segi mekanik maupun pengalaman. Ini membuat Longzhu bisa fokus drafting champion untuk 3 pemain lainnya.

Selain itu, toplaner Khan yang baru masuk musim ini setelah bertahun-tahun ‘bertapa’ di Tiongkok, menunjukkan dominasinya dengan permainan cantik menggunakan fighter seperti Jayce dan Fiora. Ditambah dua rookie Cuzz dan Bdd yang ditarik setelah Longzhu melihat adanya potensi besar dalam diri mereka, Longzhu merajai klasemen fase grup LCK Summer dan mengalahkan SKT 3-1 di babak final playoffs.

Jika kita perlu membahas tentang kekurangan Longzhu, itu adalah kurangnya pengalaman Cuzz dan Bdd di pertandingan internasional. Bahkan, Worlds ini pun akan menjadi debut internasional perdana bagi mereka berdua. Tentang apakah mereka sudah percaya diri melawan tim-tim kelas dunia lainnya, itu adalah hal yang akan mereka jawab di Worlds nanti.

 

SK Telecom T1


SKT

Juara bertahan Worlds yang menempati Seed 2 Korea – posisi yang sama seperti tahun lalu. Mengatakan bahwa SKT adalah superteam yang pasti juara bukanlah sebuah fakta, karena mereka pun sempat terseok-seok di musim Summer. Terlepas dari fakta bahwa SKT telah menjuarai 4 turnamen major Riot berturut-turut selama 2 tahun terakhir, mereka tidak mendapatkannya dengan mudah.

Kekuatan utama dari SKT adalah kemampuan mereka untuk bermain dan tetap tenang dalam posisi tertinggal, entah itu dalam game ataupun series BO5. Kita tidak perlu menghitung berapa kali SKT berhasil melakukan reverse sweep setelah tertinggal 0-2. Mereka bisa menang dalam situasi-situasi tidak wajar adalah bukti adanya sinergi antar pemain yang mungkin masih jauh untuk ditandingi tim lain.

Pengalaman menjadi kunci SKT datang ke Worlds 2017. Mereka sadar mereka bisa kalah, mereka sadar mereka bukanlah dewa, tapi mereka tahu cara untuk menang. Dan itulah modal Faker dan kawan-kawan dalam menghadapi tim-tim lain di Worlds.

 

Samsung Galaxy


SSG

Lagi-lagi dewi fortuna berpihak kepada Samsung. Tahun lalu, mereka lolos ke Worlds dari jalur kualifikasi regional, mengalahkan kt Rolster, dan tiba-tiba mengejutkan kita dengan performa yang di luar dugaan, menjadi finalis setelah mengalahkan Albus Nox Luna dan H2K.

Tahun ini, mereka lolos ke Worlds dari jalur kualifikasi regional (lagi), mengalahkan kt Rolster (lagi), tapi apakah mereka bisa menjadi finalis Worlds lagi, atau bahkan menjadi juara? Itulah yang akan diuji oleh tim yang tidak melakukan pergantian roster sejak tahun lalu (kecuali penambahan Haru sebagai jungler) ini.

Di babak grup, Samsung berada di grup neraka, Group C, bersama G2 Esports dan Royal Never Give Up (RNG). Dibandingkan grup lainnya, jelas grup yang ditempati Samsung ini punya kans yang tidak terprediksi. Artinya, Samsung akan menjalani rute yang lebih terjal dibanding SKT maupun Longzhu.

Jika Samsung bisa mengatasi G2 dan RNG di fase grup, ada kemungkinan bahwa kita bisa menyaksikan kembali perjalanan Samsung menuju final Worlds, sebuah pengulangan cerita dengan kemasan yang berbeda.

 

 

Worlds 2017 dimulai tanggal 23 September. Informasi mengenai Worlds 2017 bisa kamu dapatkan di website lolesports.garena.co.id atau fanpage LOL Esports Indonesia. Saksikan livestreamnya di youtube.com/lolindonesia!

Simak profil tim-tim Worlds 2017 lainnya di:

Profil Tim Worlds 2017: The Korean Overlords

Profil Tim Worlds 2017: The Chinese Dragons

Profil Tim Worlds 2017: The Western Challengers

Profil Tim Worlds 2017: Garena Dark Horses (coming soon)

Profil Tim Worlds 2017: The Wildcards (coming soon)

 

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments