Usai Kalah di Final MSI 2018, PraY Berhati-Hati Gunakan Media Sosial

Usai Kalah di Final MSI 2018, PraY Berhati-Hati Gunakan Media Sosial
PraY

Kekalahan yang diderita Kingzone DragonX dari Royal Never Give Up pada Final Mid-Season Invitational 2018 membuat publik Korea kecewa. Meskipun tampil trengginas pada LCK Spring 2018, Kingzone DragonX justru tampil melempem pada Mid-Season Invitational 2018.

Netizen Korea sendiri memang terkenal cukup ganas dan pedas saat mengomentari sesuatu. Sulit bagi mereka untuk menerima hasil pertandingan Final Mid-Season Invitational 2018, mengingat kekalahan tersebut berasal dari region rival, LPL. Sudah pasti, saat kembali ke Korea, hal buruk sudah menanti Kingzone DragonX.

Benar saja. Sepulang dari Perancis, AD Carry KZ, PraY, mengungkapkan lewat streamingnya bahwa semenjak tiba di Korea dia sama sekali tidak membuka media sosialnya, karena sudah pasti isinya adalah hal negatif yang dilontarkan oleh netizen. Ia juga menambahkan bahwa Ia cukup berhati-hati saat ingin mengklik sebuah link patch notes di Inven (website semacam Reddit di Korea) untuk menghindari hujatan-hujatan dari netizen.

Pemuda bernama Kim Jong-In tersebut juga sempat memberikan pujian kepada AD Carry lawannya Uzi. Ia merasa bahwa Uzi selalu selangkah lebih jauh darinya. “Aku berhasil mencetak 10 CS per menit, namun orang itu (Uzi) berhasil mencetak 15 CS per menit. Rasanya seperti Ia mengambil semua CS pada permainan berikutnya,” ungkap PraY.

Royal Never Give Up MSI

PraY juga menjelaskan bahwa masalah pause yang sempat mengganggu pertandingan Final dikarenakan bug yang terjadi pada skin Debonair Ezreal. “Saat Debonair Ezreal menggunakan Q-nya, stuttering selalu terjadi dan kami terpaksa melakukan pause,” tambahnya.

 

Pemain berusia 24 tahun itu juga menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada fansnya karena kekalahan ini, meskipun yang Ia ucapkan tidak banyak. “Apapun yang kukatakan akan terdengar seperti sebuah alasan, jadi Aku tidak akan berbicara banyak. Aku berterimakasih pada siapapun yang mencoba menghiburku saat ini, namun entah mengapa kata-kata hiburan tersebut terdengar menyakitkan buatku. Maafkan Aku, namun kuharap kalian memberiku sedikit waktu sebelum menanyakan hal-hal lainnya kepadaku,” pungkasnya.

Kekalahan ini pastinya akan menjadi motivasi tersendiri buat PraY untuk menjuarai LCK Summer 2018 supaya bisa lolos ke Worlds 2018 dan berkesempatan untuk menantang Royal Never Give Up sekali lagi di ajang Internasional. Semoga saja PraY bisa mengembalikan kepercayaan fansnya yang terkikis dengan menjuarai LCK Summer 2018.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion. Want an advice? dump ur shitcrap Razer, Corsair, and other gaming mech boards, start using high quality-made for enthusias boards like Ducky, Varmilo, KBParadise, Leopold, or even custom boards.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply