Regional Manakah yang Diuntungkan dengan Sistem 10 Ban Ini?

Regional Manakah yang Diuntungkan dengan Sistem 10 Ban Ini?
10ban

Secara resmi RIOT mengubah sistem ban menjadi 10 ban di dalam ajang turnamen profesional League of Legends mulai pagelaran Spring 2017 ini. Diharapkan dengan perubahan ini pertandingan League of Legends menjadi semakin competitif dan menarik untuk ditonton.

Perubahan tersebut menjadi pro dan kontra antara para pemain, pelatih, hingga penonton League of Legends di seluruh dunia tentang seberapa layak perubahan tersebut dilakukan.

Tim-tim dari Amerika Serikat menyambut baik datangnya sistem 10 ban tersebut karena dirasa menguntungkan mereka.

Mengapa demikian?

Pertama, dengan ban yang lebih banyak membuat target banning kepada champions seorang pemain menjadi lebih mudah. Di North America LCS, banyak pemain yang mempunyai champions poll yang tinggi. Sebut saja Adrian “Adrian” Ma, Darshan “Darhsan” Upadhyaya, Choi “Huhi” Jae-hyun, and Derek “zig” Shao yang mendominasi role masing-masing karena memakai champions yang benar-benar mereka kuasai.

Selain itu pemain lain harus lebih menguasai banyak champions. Mereka dipaksa memainkan champion yang tidak dalam meta game sekarang ini, atau bahkan pelatih yang membuat strategi beresiko untuk mengalahkan tim lawan.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa North Amerika mempunyai banyak pelatih yang bertalenta dibandingkan dengan regional yang lain. Di sana ada Tony “Zikz” Gray, Bok “Reapered” Han-gyu, Simon “heavenTime” Jeon, dan Parth Naidu. Hal ini membuat peran pelatih di dalam permainan semakin terlihat. Pelatih yang kurang bagus dalam melakukan ban-pick strategy akan kalah.

Sangat menarik untuk dilihat bagaimana tim-tim North Amerika akan terus bergerak naik dan menyamai tim-tim dari Korea Selatan karena diuntugkan dengan sistem baru 10 ban ini.

Lalu bagaiamana dengan region Asia Tenggara, khususnya Indonesia? Berikan tanggapanmu di bawah.

Best Leader is A Great Support. Cheer Up Baby!

Facebook Twitter  

Leave a Reply