Resilience Esports di LGS Spring 2018, Wolfy: Gua Percaya Tim Ini

Resilience Esports di LGS Spring 2018, Wolfy: Gua Percaya Tim Ini
Wolfy

Resilience Esports merupakan salah satu tim pendatang baru yang penampilannya tidak boleh kalian lewatkan di LGS Spring 2018. Tim ini dibentuk oleh Florian George alias Wolfy, yang berperan sebagai pemain sekaligus pemilik dari tim itu sendiri.

Resilience Esports memulai perjalanan mereka ke LGS Spring 2018 dengan memenangkan promotional match yang diselenggarakan pada pertengahan Agustus lalu. Sewaktu bertanding di promotional match, tim ini masih memakai nama Headhunters 2, karena memang pada saat itu mereka merupakan tim akademi bentukan Headhunters.

Musim ini, Resilience Esports merombak habis roster mereka. Beberapa pemain lama tim ini yang sebelumnya sempat diturunkan untuk bertanding di Liga Pelajar Indonesia 2017 tidak lagi terlihat. Sebut saja Thomas “Thomsonn” Matthew yang akhirnya memutuskan pensiun, lalu Steven “Control” Verdianta yang sekarang bermain untuk U8 Esports. Sementara, Adi Putra “Pandz” Halim dan Adele tidak terlihat ada di tim mana pun. Jadi, dari generasi pertama tersebut yang tersisa sekarang hanyalah Rival Rayhan alias Prey dan Wolfy.

Guna mengisi kekosongan plus menambah kekuatan, di LGS Spring 2018 ini Resilience Esports memboyong sederet pemain muda namun berbakat ke dalam pasukannya. Kita melihat ada sepasang pemain asal Singapura, Clement Cheang Zhe Wei “Sniper” dan Ashton Lim Si Siang “Babylife” yang masih berusia 15 tahun. Lalu ada juga Stefanus “Gw123”” dan Kai Firmandu “Kai”. Mereka berempat adalah pemain yang belum pernah kita lihat, tapi patut kita nantikan penampilannya. Sedangkan Christopher “WhiteWing” sendiri sudah punya pengalaman bertanding di LGS bersama Revival Esports.

Serupa halnya beberapa pemain tim lain yang sudah terlebih dulu diwawancara, Hasagi juga sudah melakukan wawancara kepada Wolfy untuk menanyakan kesiapan mereka di LGS Spring 2018. Mau tahu seperti apa obrolan kami? Langsung saja.

Wolfy_2
Florian “Wolfy” George, kapten dan pemilik Resilience Esports

Sebelumnya, kami ingin mengucapkan selamat datang di LGS, Resilience Esports!

Thank you Hasagi! We’ll work hard supaya enggak datang doang di LGS tapi juga bisa berprestasi!

Sebagaimana kita tahu, LGS adalah mimpinya para tim League of Legends di Indonesia. Bagaimana perasaan anda ketika Resilience Esports sukses mendapatkan tempat di turnamen besar ini?

Kita seneng banget sih pas menang di promotion series dan tembus ke LGS. Waktu itu jujur gua udah cukup panik karena harus mencari player-player baru tanpa mencoba mereka terlebih dahulu. But it all worked out fine in the end.

Bisa ceritakan secara singkat bagaimana tim ini terbentuk?

Jadi, tim ini sebenarnya lanjutan dari Headhunters 2 yang dulu dibentuk untuk memenangkan LPI 2017 dan turnamen amatir lainnya. Sewaktu LPI 2017 selesai, BINGO selesai, dan GA selesai, akhirnya Thomsonn, Control, Pandz, dan Adele meninggalkan tim. Pada saat itu, kita juara 2 GA dan lolos ke promotion series, namun hanya menyisakan saya dan Prey. Untungnya, saya langsung mengamankan WhiteWing yang baru pulang dari Tiongkok. Lalu saya juga mengajak Babylife untuk join, dan terakhir adalah Gw123 yang saat itu saya sering main bareng dia. Kita benar-benar gak ada uji coba dulu, jadi langsung saja saya tetapin membernya dan kita mulai latihan. Untung saja kita bisa lolos ke LGS.

Sebagai pendatang baru, apa yang dipersiapkan oleh Resilience Esports untuk bersaing dengan tim-tim papan atas di LGS Spring 2018?

Sebenarnya gua senang berada di posisi sebagai pendatang baru karena belum ada ekspetasi dari penonton atau team lain terkait permainan kita. Dengan kondisi ini kita dapat bermain secara bebas dan menunjukkan permainan terbaik kita.

Sebagian pemain di tim Anda mungkin masih baru di LGS, tapi anda tidak. Bagaimana pendapat anda tentang LGS dua musim terakhir ini dan kira-kira seperti apa permainan yang akan diberikan oleh setiap tim di musim ini?

Gua lihat sih makin ke sini pembagian player mulai merata dibandingkan dulu. Banyak player yang hebat mulai pisah tim sehingga tidak ada tim yang benar-benar powerhouse selain Headhunters. Ini membuat LGS lebih competitive dan lebih seru ditonton. Antusias penonton juga jauh meningkat dibandingkan dulu.

Kami belum tahu banyak tentang kemampuan yang dimiliki oleh Babylife dan Sniper, bisa ceritakan sedikit soal kedua pemain ini?

Babylife dan Sniper merupakan pemain high tier dari Singapura. Babylife dua kali menjuarai liga SMA dan Sniper merupakan mantan pemain profesional di Singapura. Saya rasa skill mereka masih di atas banyak pemain Indonesia.

Lalu bagaimana dengan WhiteWing, Kai, dan Gw123?

Untuk WhiteWing, dia sebenarnya adalah veteran di LGS. Dia pernah berada di All Hail pas Season 1 dan menjadi sub di Revival Esports. Untuk Gw123 dan Kai ini merupakan musim profesional pertama mereka di LGS tapi gua percaya banget sama kemampuan mereka. Gua sudah lihat mereka main di scrim dan gua seneng banget bisa setim sama mereka.

Prey adalah satu-satunya pemain yang bermain bersama anda sejak zaman LICC, apa yang membuat anda kembali mempercayakan dia sebagai rekan tim?

Prey merupakan satu-satunya pemain yang tersisa selain gua dari Headhunters 2 dan selama setim juga gua ngerasa dia merupakan toplaner yang kuat dan dapat dipercaya sehingga tidak ada alasan untuk gua ganti dia. Dia juga seru di luar game dan enggak toxic.

Tidak ada Babylife di media day kemarin, kapan dia akan datang ke Indonesia?

Iya haha. Babylife kan tinggal dan sekolah di Singapura dan pada saat gua nanya dia mau datang ke Indonesia untuk foto atau foto di Singapura, dia memilih untuk melaksanakan photoshoot dia di sana. Nanti dia mau dateng kalau kita bisa sampai main offline, so doain dan dukung kita ya supaya Babylife bisa ke Indonesia haha!

Sebagai kapten sekaligus owner, seberapa besar harapan anda tentang tim ini?

Sebagai kapten dan owner, gua punya rasa kepercayaan yang sangat tinggi pada setiap pemain yang ada di dalam tim ini. Gua pilih mereka masing-masing karena percaya akan skill dan potensi mereka. Gua rasa kita bisa improve sangat banyak dengan komitmen yang kita miliki sekarang.

Apa yang kalian dapatkan selama menjadi tim akademi Headhunters?

Banyak banget sih. Terutama dari segi knowledge dan gameplay. Cruzher bener-bener ngajarin kita dari bego banget jadi bego saja. Banyak yang kita pelajari terutama dalam segi macro play dan komunikasi timyang sedari dulu gua enggak sadar kalau apa yang gua lakuin sebagai individu dan kita lakukan sebagai tim itu salah total dan harus diperbaiki.

Bagaimana pendapat anda tentang seorang Cruzher?

Di luar game Cruzher orangnya fun banget, seru diajak ngobrol dan becanda. Di dalam game atau dari posisi coaching menurut gua dia berubah 180 derajat. Jika berhubungan game Cruzher orangnya sangat serius dan selalu mencari opsi yang terbaik dan paling efektif. Jika kita salah dan kita ngotot, dia bakal bener-bener marahin kita sampai kita bisa main dengan bener. Tapi gua rasa itu yang emang harus dilakukan oleh seorang coach dan kapten karena selama di bawah pelatihan dia gua bener-bener belajar banyak. Thank you Cruzher dan Headhunters!

Apa target Resilience Esports untuk LGS Spring 2018?

Sebagai tim baru, target kita adalah Top 4 LGS. Kita ingin push diri kita sejauh mungkin agar dapat mengembangkan potensi kita secara maksimal juga. Mungkin target Top 4 ini akan dilihat lucu oleh banyak orang dan tim-tim yang lain. Mengingat tim kita masih baru dan tidak kuat, tapi saya rasa target yang tinggi perlu di-set agar kami semua player termotivasi juga untuk push diri kita sejauh mungkin. Dukung kami terus ya summoners!

Terakhir, punya pesan-pesan untuk pembaca Hasagi?

Thank you banget untuk Hasagi dan Edel atas kesempatan wawancara ini. Senang bisa berbagi cerita soal RES dan target kami untuk season LGS ini. Sukses terus Hasagi!

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply