Riot Rilis Statistik Seluruh Turnamen League of Legends Tahun 2017

Riot Rilis Statistik Seluruh Turnamen League of Legends Tahun 2017
Worlds

Musim 2017 sudah resmi berakhir dan sekarang sedang memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru. Tentu saja selama musim 2017 berlangsung banyak sekali yang terjadi, baik di turnamen domestik seperti LCS maupun internasional seperti Worlds.

Baru-baru ini Riot merilis statistik singkat yang berisikan data keseluruhan dari turnamen-turnamen League of Legends yang sudah diselenggarakan oleh Riot Games pada tahun ini. Tanpa basa-basi lagi, ini dia statistiknya!

stats1

Kita mulai dari gambar di atas. Total pemain profesional yang sudah terjun dan berlaga di turnamen Riot Games lebih dari 545 pemain dan jumlah ini masih terus akan bertambah, total tim yang sudah berpartisipasi adalah 109 tim, dan Riot sudah menyelenggarakan 13 liga LCS di seluruh dunia. 31 Pentakill juga sudah dicetak oleh pemain-pemain dari seluruh dunia di berbagai tingkat kompetisi.

stats2

Berikutnya untuk pertandingan paling berdarah jatuh kepada EU LCS, tepatnya pada saat Splyce melawan Vitality di game kedua pada minggu kesepuluh EU LCS Summer 2018. Brutalnya pertandingan ini dibuktikan dengan total kill kedua tim mencapai 79 kill jika dijumlahkan.

stats3

Kalian pastinya tak lupa pada pertandingan final All-Star 2017 lalu, saat Tiongkok melawan Taiwan. Pertandingan tersebut tercatat merupakan yang terlama pada tahun ini, dengan mencatatkan waktu satu jam dua puluh menit dan satu detik.

stats4

Jika tadi yang terlama, maka sekarang yang tercepat sepanjang tahun ini. Untuk yang tercepat menjadi milik liga Turki, TCL saat 1907 Fenerbahce melawan CILEKLER. Pada pertandingan yang dimenangkan oleh 1907 Fenerbahce ini, Fenerbahce hanya butuh enam belas menit lima puluh dua detik untuk melumat CILEKLER dan mengunci kemenangan 2-0.

stats5

Kalau tadi tim dan liga, sekarang kita beralih ke pemain. Untuk pemain sendiri jatuh kepada Sneaky yang berhasil mencatatkan Damage per menit dalam satu game tertinggi saat Cloud9 melawan World Elite di babak perempatfinal Worlds 2017. Sneaky berhasil memberikan damage kepada World Elite sebanyak 1781 saat memainkan Caitlyn.

stats6

Sekarang kita bergerak ke popularitas champion. Varus menjadi champion yang paling diminati dan paling sering di-pick dengan catatan sebanyak 1274 kali. Sepertinya orang-orang jauh lebih takut kepada LeBlanc daripada champion lainnya, karena LeBlanc berhasil mencatatkan 1834 ban, jauh lebih banyak ketimbang total pick Varus selama tahun ini.

Sekarang kita akan melihat berbagai statistik dari 3 turnamen internasional, yakni Mid-Season Invitational 2017, 2017 World Championship, dan All-Star 2017!

stats7

Hal unik di MSI tahun ini adalah hadirnya salah satu legenda sepakbola asal Brasil, yang juga merupakan juara FIFA World Cup sebanyak 3 kali, yakni Ronaldo. Pria berusia 41 tahun itu hadir pada pertandingan final MSI 2017 saat SK Telecom T1 melawan G2 Esports. Tak hanya hadir sebagai penonton, Ronaldo juga berkesempatan memberikan medali MSI kepada tim pemenang, SK Telecom T1 dan bisa bertemu langsung dengan juara dunia Worlds 3 kali, Faker.

Untuk pertama kalinya, 13 region berpartisipasi dalam turnamen Internasional yang diselenggarakan oleh Riot Games dikarenakan adanya format baru. Selain region utama (NA, EU, LCK, LPL, LMS), ada region minor seperti CBLOL, GPL, LCL, TCL, CLS, LJL, LLN, dan OPL. Sebelumnya hanya ada 7 region saja yang berpartisipasi yakni NA, EU, LCK, LPL, LMS, CBLOL, dan LCL.

Total viewer MSI pada tahun ini mencapai 364 juta penonton. Total penonton ini dihitung sejak awal MSI 2017 pada babak Play-In sampai pada babak final saat SK Telecom T1 melawan G2 Esports dan dihitung dari viewer online maupun penonton yang datang langsung menonton di venue.

stats8

Pada tahun ini Riot juga menyelenggarakan turnamen internasional baru yakni Rift Rivals. Turnamen ini akan mempertemukan 2 atau 3 region yang memang sudah terkenal rivalitasnya. Rift Rivals dimulai secara serentak di 5 kota berbeda yakni Berlin (NA LCS vs EU LCS), Kaohsiung (LCK vs LPL vs LMS), Ho Chi Minh City (GPL, OPL, dan LJL), Santiago (LLN, CBLOL, dan CLS), dan Moscow (TCL vs LCL).

Rift Rivals berhasil mengumpulkan total penonton sebanyak 8.3 juta orang dengan 200 penonton baru dari setiap lokasi bertanding. Karena mempertemukan region yang memiliki rivalitas, sudah pasti kadar garamnya sangat tinggi, bahkan melebihi kadar garam tempat terasin di dunia, Salar de Uyuni, Bolivia.

stats9

Worlds 2017 juga tak kalah keren. Untuk pertama kalinya, Worlds tahun ini berhasil mengumpulkan 144 pemain profesional dari 28 negara berbeda. Jumlah penontonnya juga tidak main-main. Worlds 2017 berhasil mencatatkan total penonton sebanyak 1,2 miliar. Untuk detail jumlah penonton Worlds 2017, bisa kalian baca di salah satu artikel Hasagi di sini.

Dari kontribusi fans sendiri, Riot berhasil mengumpulkan $2.696.970 atau sekitar Rp 36 miliar. Angka tersebut dikumpulkan lewat penjualan skin Championship Ashe dan Championship Ward. Jika ditambahkan ke prize pool yang disediakan oleh Riot maka, total prize pool untuk Worlds tahun ini mencapai $ 4,946,970 atau sekitar Rp 67 miliar. Sekitar 25 persen dari Prize Pool akan disumbangkan kepada program amal yang dipilih oleh Riot. Untuk info selengkapnya mengenai amal bisa kalian baca di sini.

Untuk tahun ini juga tidak ada yang berhasil menebak hasil Pick’Em dengan benar. Penyebabnya tentu saja dari kejutan-kejutan yang menyebabkan banyak sekali prediksi hancur.

Jangan lupa, ada beberapa foto unik yang berhasil diabadikan dari Worlds tahun ini.

wall
Tembok Besar Tiongkok yang ikut merayakan Worlds 2017
Elder Dragon yang ikut menyemarakkan final Worlds 2017 di Bird's Nest
Elder Dragon yang ikut menyemarakkan final Worlds 2017 di Bird’s Nest
Raja lama telah gugur, All Hail the new King!
Raja lama telah gugur, All Hail the new King!
stats0

All-Star 2017 mengusung format berbeda di mana Riot mulai melakukan pendekatan pertandingan yang lebih serius. Pertandingan yang digunakan adalah pertandingan antar region dan 1-v-1.

Untuk peserta All-Star tahun ini ada 40 peserta yang dipilih oleh regionnya masing-masing dan maju sebagai perwakilan. Uzi untuk pertama kalinya berhasil menyabet gelar 1-v-1 untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mengalahkan Bjergsen. Kemenangan Uzi juga semakin lengkap setelah Tiongkok menaklukkan Taiwan di babak final.

Ada satu statistik unik di sini, yaitu ada 18 minion yang menjadi pahlawan bagi Korea untuk menaklukkan Tiongkok di game kedua babak semifinal. Di saat 5 pemain Korea sedang mati dan menunggu Death Timer, 18 minion yang sudah masuk ke base Tiongkok sukses mengubrak-abrik base dan menghancurkan Nexus. Untuk highlight-nya bisa kalian lihat di video di bawah ini.

Melihat statistik yang dikeluarkan ini, kita tentu bisa melihat bagaimana League of Legends terus berkembang semakin baik dari tahun ke tahun. Dan harapannya, di tahun 2018 nanti game yang kita cintai ini bisa semakin besar. Kompetisi akan dilanjutkan saat Season 2018 resmi dibuka oleh Riot.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob YGO Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments