Royal Never Give Up Adalah Juara LPL Summer 2018!

Royal Never Give Up Adalah Juara LPL Summer 2018!
lplfinal

Setelah melakoni babak Playoffs yang cukup panjang, kini tibalah saatnya kita menyambut pertandingan LPL Summer Finals 2018. Juara bertahan Royal Never Give Up akan bertarung mempertahankan gelar juara dari penantang, Invictus Gaming.

Invictus Gaming selaku penantang datang dengan modal cukup kuat. Setelah berhasil mendominasi Summer Split dengan mencatatkan 17 kemenangan dan hanya menderita 1 kekalahan, mereka sukses melangkah ke babak Final usai menyingkirkan JD Gaming di babak Semifinal.

Di sisi lain, Royal Never Give Up yang mengawali babak Playoffs dari babak Perempatfinal karena hanya berhasil menempati urutan kedua pada Summer Split sukses melangkah ke babak Final usai mengalahkan Topsports Gaming dan Rogue Warriors dengan kemenangan dominan 3-1. Pada pertandingan melawan kedua tim tersebut, Royal Never Give Up juga menggunakan komposisi pemain yang berbeda sebelum menggunakan komposisi pemain inti.

Mengingat kedua tim sudah pasti akan lolos ke World Championship 2018 setelah memenangkan babak Semifinal, hasil pertandingan Final ini tidak akan memiliki pengaruh apapun. Namun jika berbicara mengenai gelar juara, sudah pasti ada yang dipertaruhkan oleh kedua tim.

Royal Never Give Up yang pada split sebelumnya berhasil merengkuh gelar juara berkesempatan untuk mempertahankan gelar juara dan mempertegas “Golden Age” milik Uzi. Di satu sisi, Invictus Gaming bertekad keras untuk mengincar gelar juara pertamanya setelah bertahun-tahun berpartisipasi di LPL.

Game 1: Royal Never Give Up Win


Dengan mengandalkan komposisi tim yang mampu memanfaatkan early pressure, IG berhasil mendominasi early dengan cepat usai tertinggal First Blood dari RNG. Saat terjadi teamfight, IG juga berhasil menang. Engage dari Ning dan ditambah dengan Flank dari Akali selalu membawa IG memenangkan teamfight dan memojokkan RNG.

RNG tidak menyerah begitu saja dan terus melakukan stalling sambil menunggu Uzi. RNG sukses membalikkan keadaan setelah memenangkan teamfight pada menit ke 16. Tak hanya menang, RNG juga sukses menghabisi empat pemain IG dengan menyisakan Rookie seorang dengan HP kritis.

IG sempat mendapatkan kesempatan untuk membalikkan keadaan pada menit ke-25, namun JackeyLove yang terlalu rakus mengincar Uzi langsung dihukum seketika oleh Uzi dan memaksa IG untuk mundur. Dari teamfight tersebut, RNG memegang kendali pertandingan dan sukses menutup game pertama dalam 35 menit.

Game 2: Royal Never Give Up Win


Ning memutuskan untuk mengeluarkan pick kejutannya Kayn. Meskipun Kayn adalah Champion favorit dan terbaik Ning, pick ini justru tidak berjalan dengan baik untuk IG.

Setelah mengawali dengan kesalahan agro yang menyebabkan Ning terbunuh oleh Letme, Karsa juga memiliki efektivitas early yang lebih tinggi daripada Ning. Kayn yang terbilang lemah sebelum berubah benar-benar menghambat permainan Ning. RNG juga selalu berhasil melancarkan counter attack yang membuat posisi IG semakin terdesak.

Keputusan Ning untuk berubah menjadi Shadow Assassin juga terbukti kurang tepat. IG yang tidak memiliki Fighter tambahan untuk melapisi barisan depan terlihat kesulitan saat melakoni teamfight melawan RNG yang memiliki 2 Tanker murni. RNG yang semakin kuat tidak bisa dihentikan oleh IG dan mendapatkan match point.

Game 3: Invictus Gaming Win


Setelah IG memainkan pick kejutannya, kini giliran RNG yang mengeluarkan pick kejutannya. Uzi mengunci Caitlyn dan Xiaohu menyusul dengan mengunci Vladimir.

Sama halnya dengan Ning, rupanya pick kejutan ini justru berimbas buruk. Xiaohu kesulitan mengalahkan Rookie sehingga Rookie bisa melakukan gank di Top untuk memberikan pressure kepada Letme. Uzi juga cukup sering terkena gank dan sering dibuat mundur saat pemain IG melakukan gank atau push. Meskipun RNG masih bisa memberikan perlawanan, IG selalu sukses meredam perlawanan RNG.

Keadaan semakin buruk buat RNG saat Ning berhasil mencuri Baron dan disapu bersih oleh IG tak lama kemudian. IG sukses bertahan setelah menghancurkan Nexus RNG pada menit ke-30.

Game 4: Invictus Gaming Win


IG kembali menggunakan pick kejutan dengan memberikan Rookie Vel’Koz supaya IG bisa menyerang langsung lini belakang RNG. Berbeda dengan game sebelumnya, pick kejutan ini justru berakhir dengan kesuksesan.

Meskipun RNG berhasil mendominasi early berkat kesuksesan fight di area Jungle, IG berhasil menyusul dan mengungguli balik. Vel’Koz yang diperkuat oleh Glacial Augment selalu membuat lini belakang RNG kerepotan lewat semburan Lifeform Disintegration Ray miliknya yang diikuti oleh Tectonic Disruption.

TheShy juga semakin memojokkan RNG lewat splitpushnya. Tak cuma lewat splitpush saja, saat terlibat dalam teamfight TheShy juga berkontribusi besar lewat Flanknya dan berusaha untuk memecah konsentrasi pemain RNG.

Saat memasuki late, RNG mendapatkan kesempatan untuk membalikkan keadaan usai memukul mundur IG dan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil Baron. Tanpa diduga, JackeyLove langsung melakukan Teleport ke base RNG untuk melakukan backdoor dan memaksa RNG untuk memainkan game kelima.

Game 5: Royal Never Give Up Win


Kedua tim sama-sama mengeluarkan pick terbaiknya pada game penentuan ini. Uzi mengunci Xayah sedangkan Rookie merespon dengan mengunci champion andalannya Jayce. RNG juga memutuskan untuk mengganti Karsa dan memasukkan Mlxg.

Sempat terjadi pertempuran yang sengit di early, RNG sukses memecah kebuntuan dan mendapatkan momentum lewat keberhasilan gank dari Mlxg. RNG semakin unggul usai memenangkan teamfight pada menit ke-17, tepat setelah IG mendapatkan Infernal Drake. RNG tampak akan memenangkan game kelima ini.

Sayangnya, momentum yang didapatkan oleh RNG ternodai oleh beberapa technical pause yang cukup lama sehingga membuat pemain IG bisa melakukan mental reset dan mendapatkan kembali momentum yang hilang sembari menunggu perbaikan. Setelah pause berakhir, IG langsung memperbaiki permainannya dan perlahan mulai mengimbangi RNG.

Keberhasilan mendapatkan Baron menjadi titik balik penting bagi IG. Meskipun Baron Buff yang tersisa hanya milik Rookie dan Baolan, Baron Buff tersebut memudahkan IG untuk melakukan sieging. Hasilnya IG sukses memenangkan teamfight pada menit ke-27 dan menghancurkan Toplane. Agresi tersebut terus dilanjutkan dengan berpindah ke lane lainnya.

Posisi RNG semakin sulit saat IG mencoba mengambil Baron sementara Minion Wave yang cukup besar sudah berada didalam base. Untungnya RNG bisa memenangkan teamfight yang sengit dan kembali untuk mempertahankan basenya. Rookie yang mencoba untuk melakukan backdoor juga berhasil dihentikan oleh Uzi dan Letme sementara pemain RNG lainnya membunuh JackeyLove dan melakukan push.

Melihat adanya peluang, RNG terus melancarkan push tanpa henti sementara Uzi membersihkan minion wave. Setelah berhasil mendapatkan Ace, RNG langsung menghancurkan Nexus IG untuk merebut gelar juara LPL Summer 2018.

==

Lewat kemenangan ini, Royal Never Give up semakin mengkukuhkan diri sebagai tim terkuat di LPL dan kandidat terkuat untuk menjuarai World Championship 2018. Gelar juara ini juga semakin melengkapi “Golden Age” Uzi yang pada tahun ini juga berhasil meraih gelar juara bergengsi. Uzi berkesempatan untuk menyempurnakan “Golden Age” nya saat bertanding di World Championship 2018 nanti.

Kekalahan ini membuat Invictus Gaming mau tak mau harus merelakan lagi gelar juara. Meskipun gagal meraih gelar juara LPL, mereka masih bisa berjuang untuk memenangkan World Championship 2018. Invictus Gaming sendiri juga termasuk kandidat terkuat juara sehingga kita bisa berharap Invictus Gaming akan meraih hasil bagus saat bertanding nanti.

Dengan selesainya LPL Summer Finals 2018, kita akan memasuki babak Kualifikasi Regional LPL. JD Gaming, EDward Gaming, dan Rogue Warriors akan bertarung memperebutkan satu spot terakhir di World Championship 2018 mulai hari ini pada jam 14:30 dan besok pada jam 13:20.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion. Want an advice? dump ur shitcrap Razer, Corsair, and other gaming mech boards, start using high quality-made for enthusias boards like Ducky, Varmilo, KBParadise, Leopold, or even custom boards.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply