Ruben: “Kalau Merasa Lebih Layak, Buktikan!”

Ruben: "Kalau Merasa Lebih Layak, Buktikan!"
ruben

Lontaran kekecewaan dihujamkan oleh para penonton Garena All-Star 2017 melalui chat livestream dan media sosial. Pasalnya, tim Indonesia All-Stars yang diperkuat Potato, Oceans 11, Petland, Whynuts dan Ruben tidak sekalipun meraih satu poin melawan tim-tim region Garena Premier League (GPL) lainnya.

Padahal, secara statistik, mayoritas skuad Merah Putih berisi pemain-pemain veteran yang sudah tidak asing lagi. Mereka pun telah beberapa kali mewakili Indonesia di ajang GPL selama beberapa tahun terakhir. Tak heran, kritik tajam pun berhamburan keluar menilai performa Indonesia yang tidak menunjukkan adanya peningkatan.

Satu poin yang menjadi bahan pembicaraan utama adalah performa salah satu player Headhunters, Ruben “rubeN” Sutanto. Menggantikan Govher “Gov” Tallulembang Madethen yang tidak dapat berangkat ke Vietnam, Ruben tampaknya belum begitu matang dalam mempersiapkan diri menuju Garena All-Star.

Ruben dan adiknya, Ruly “Whynuts” Sutanto, selalu menjadi sasaran empuk tim lain karena permainan mereka di botlane terlihat mudah untuk dieksploitasi. Berkali-kali pergerakan mereka dapat dicounter lawan dengan mudah, memberikan keunggulan sejak awal kepada ADC dan support musuh. Tidak hanya itu, terlihat adanya masalah komunikasi antara kelima pemain yang membuat permainan tim Indonesia All-Star tidak sinkron.

Kami telah mewawancarai Ruben mengenai hal ini, dan inilah hasil pembicaraan kami.

 

Pertama-tama, bagaimana kesan anda setelah bertanding dengan Indonesia All-Star di Vietnam? Menurut anda, apa yang menyebabkan tim anda tidak mampu meraih satu poin pun pada ajang All-Star tersebut?

Kita bermain kurang maksimal. Kalau tidak dapat point mungkin karena tidak sempat latihan team. (Terutama) saya sendiri dadakan harus menganti posisi Gov dan kebetulan juga saya baru berganti role, bukan support lagi. Karena tidak sempat latihan, banyak missplay yang dilakukan oleh 1 tim, begitupun juga miskomunikasi.

 

Sempat ada pergantian role antara anda dan Potato (top – support) di tengah kompetisi. Apakah itu merupakan keputusan anda sendiri, ataukah merupakan hasil dari diskusi tim?

Keputusan bersama aja, kebetulan emang Potato second role-nya support.

 

Banyak penonton yang mengaku kecewa terhadap performa anda dan tim Indonesia di Garena All-Star. Apakah anda ingin memberikan komentar atau tanggapan mengenai pendapat mereka?

Kalau anda merasa lebih layak, ya dibuktikan dan wakilin Indonesia dalam ajang-ajang internasional.

 

Tahun lalu anda membuat dan membina tim Douluo Dalu (DD) yang berhasil menjuarai League of Champions (kini menjadi Legion of Champions). Apakah anda akan melakukan hal yang sama di LOC tahun ini? Ataukah anda akan ikut berpartisipasi sebagai pemain?

Tahun ini karena pro boleh ikut, tentu saya akan berpartisipasi sebagai pemain.

 

Dengan hasil yang anda dapatkan di All-Star, apakah harapan anda untuk region Indonesia di tahun 2018?

Allstar tahun ini tidak membuktikan banyak hal ya, karena banyak problem juga dari pergantian Gov ke saya secara dadakan dan kurangnya waktu latihan. Jadi kita lihat saja kedepannya bagaimana.

 

Kabarnya akan ada perubahan roster Headhunters di tahun 2018. Apakah anda bersedia memberikan sedikit ‘bocoran’ terkait isu tersebut?

Kalau itu langsung ke Noxi Ale (manajer H2) aja hehehehe…

 

Apa pendapat anda tentang perubahan Runes dan meta di Preseason 2018 ini? Dan apakah anda merasa puas mengenai perubahan gameplay di LOL ini?

Menurut saya sih patch ini akan membuat beberapa player akan kebingungan tentang apa yang harus mereka pilih. Saya sendiri juga kadang masih sulit untuk menentukannya! Well, Riot selalu memberikan kejutan tiap seasonnya dan saya selalu puas dengan perubahan-perubahan yang baru!

 

 

Dengan wawancara di atas, Ruben tentunya memberikan pesan yang tegas kepada para pemain junior bahwa mereka harus lebih hebat darinya jika ingin melihat Indonesia berprestasi di kancah internasional. Coba lihatlah tim Singapura yang berhasil menembus final dengan pemain-pemain yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Juga Young Generations dari Vietnam yang menjadi salah satu tim di World Championship kemarin. Mereka adalah bukti nyata regenerasi pemain dari region masing-masing.

Kekalahan Indonesia di Garena All-Star juga merupakan sebuah pertanda bahwa regenerasi pemain harus segera berlangsung. Bagi kalian yang ingin bertanding di LGS dan mewakili Indonesia di GPL, inilah kesempatan emas untuk bersinar. Saya rasa, kalaupun Ruben dan pemain-pemain senior lain kalah oleh pemain-pemain muda, mereka akan tetap bangga jika para pemain muda ini bisa melebihi prestasi mereka di kancah internasional.

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments