Saintvicious: Asosiasi Pemain NA LCS Sama Sekali Tidak Berguna

Saintvicious: Asosiasi Pemain NA LCS Sama Sekali Tidak Berguna
Saintvicious

Sejak memasuki Franchising pada tahun ini, NA LCS membentuk sebuah Asosiasi Pemain. Terbentuknya Asosiasi Pemain ini didasari oleh para pemain yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan hak-haknya dan sama sekali tidak memiliki suara apa pun untuk mengubah nasibnya.

Asosiasi Pemain ini akan bertindak sebagai wadah dan suara bagi setiap pemain NA LCS saat melakukan pertemuan dengan owner tim dan Riot untuk menyuarakan hak-hak mereka. Selain itu, Asosiasi Pemain juga akan membantu menyediakan resource kepada pemain seperti agen, dukungan hukum, dan penasihat keuangan.

Jajaran petinggi Asosiasi Pemain juga akan terdiri dari para pemain profesional NA LCS yang sudah dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Darshan resmi terpilih sebagai Presiden dengan Bjergsen, Mithy, dan Doublelift sebagai wakilnya serta Biofrost sebagai sekretaris.

Dari visi-misi dan tujuan terbentuknya Asosiasi Pemain ini seharusnya dapat membantu pemain NA LCS yang mengalami kesulitan. Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Mereka sama sekali tidak banyak membantu dan masih ada beberapa kasus yang melanggar hak-hak pemain.

Seperti pada kasus pemecatan dua pemain Echo Fox Fenix dan Altec. Pemecatan secara sepihak yang tidak memperhitungkan waktu bagi kedua pemain tersebut untuk mencari tim membuat mereka mau tak mau harus mengakhiri musim lebih awal karena tidak memiliki waktu untuk mencari tim karena waktu sudah mendekati deadline roster lock.

Echo Fox Fenix NA LCS Spring 2018 (2)

Berdasarkan berbagai masalah ini, pelatih FlyQuest, Saintvicious menganggap keberadaan Asosiasi Pemain NA LCS sama sekali tidak berguna. Kepada Akshon Esports, ia mengungkapkan bahwa Asosiasi Pemain sama sekali tidak punya kekuatan apa-apa untuk membantu pemain dan tidak melakukan apa pun.

“Keberadaan mereka (Asosiasi Pemain) sama sekali tidak berguna. Mereka sama sekali tidak punya kekuatan apa pun di hadapan Riot dan tidak bisa membantu menyelesaikan masalah. Masalah Fenix dan Altec itu adalah contoh. Kedua pemain itu meminta Asosiasi Pemain untuk memberikan tambahan waktu dan Riot sama sekali tidak menggubris permintaan tersebut,” ucap Saintvicious.

“Bagaimana Asosiasi Pemain seharusnya menanggapi itu? Apakah mereka semua akan membela para pemain? Mereka semua khawatir tentang pekerjaan mereka sendiri karena setiap orang memiliki masa karier yang pendek. Apa yang akan mereka lakukan, bersatu dan melakukan pemogokan pemain? Tidak ada yang akan melakukan itu. Apa kekuatan mereka?” tambah Saintvicious.

“Orang-orang ini hanya menghasilkan banyak uang dan hanya bersantai. Ketika mereka sedang dalam masa istirahat, mereka tidak ingin berurusan dengan masalah ini. Mereka justru hanya turun secara mental dan menghilangkan stres daripada turun langsung menyelesaikan masalah,” tambahnya lagi.

DfG66xiUwAAVEC7

Tak hanya itu, saja Asosiasi Pemain ini juga sama sekali tidak mempunyai kekuatan untuk melawan organisasi yang sering memanfaatkan “celah” pada kontrak pemain, entah untuk menjual pemain atau menyingkirkannya secara sepihak.

“Sebagian besar organisasi itu pintar dan akan menemukan cara untuk meletakkan segala sesuatu dalam kontrak mereka seperti klausul kecil di mana mereka dapat mengorbankan gaji satu bulan dari seorang pemain hanya untuk tidak memilikinya lagi. Atau akan ada klausul perdagangan yang akan memungkinkan organisasi untuk memperdagangkan pemain dengan enggan untuk keluar dari pembayaran gaji mereka.”

“Organisasi selalu memasukkan sebuah “celah”. Tim Esports masih muda, jadi bahkan jika kamu mendapatkan kontrak pemain ini dengan pengacara/agen, agen tersebut mungkin bahkan tidak tahu tentang celah ini karena mereka juga masih muda. Mereka melawan organisasi-organisasi yang memiliki miliaran dolar dan tim pengacara yang berpengalaman dalam hal-hal seperti kontrak NFL.”

“Jika agenmu tidak bisa membantu, maka pemain tidak akan memiliki pengetahuan tentang hal-hal ini. Aku jamin para pemain ini tidak tahu tentang celah pada saat itu, jadi bagaimana celah-celah itu akan dibicarakan di pertemuan Asosiasi Pemain? Katakanlah mereka memiliki buyout kecil dalam kontrak mereka. Bagaimana Asosiasi Pemain akan memperbaikinya? Mereka dapat mengatakan bahwa mereka tidak akan memiliki buyout kecil dalam kontrak mereka, tetapi ketika negosiasi kontrak terjadi, organisasi-organisasi ini dapat menolak secara kolektif. Siapa yang memiliki kekuatan dalam situasi itu?” pungkas Saintvicious.

==

Kekuatan dari Asosiasi Pemain sebenarnya berasal dari Riot sendiri. Jika Riot sama sekali tidak memberikan mereka kekuatan untuk berbicara dan membela hak-hak pemain, maka keberadaan Asosiasi Pemain ini tidak berguna. Mereka juga tidak bisa serta merta tidak menyetujui Riot karena menolak sama dengan kehilangan kekuatan.

Ditambah lagi, karier Esports yang terbilang pendek juga membuat anggotanya tidak bisa bertindak gegabah. Mereka pastinya juga tidak mau kehilangan kariernya karena suatu hal yang remeh. Mereka juga masih harus fokus untuk menjalani karier masing-masing.

Masalah kontrak pemain yang sering dimanfaatkan oleh beberapa organisasi juga sampai saat ini masih menjadi masalah yang serius. Para pemain sama sekali tidak mempunyai kekuatan untuk melawan sementara organisasi akan memanfaatkan celah sekecil apa pun, seperti halnya yang terjadi pada Fenix dan Altec.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply