Sejuani Menjadi Champion yang Paling Diperhitungkan di LCK

Sejuani Menjadi Champion yang Paling Diperhitungkan di LCK
67cdd3cf-f602-41e4-99a5-d31cea07ef4f

Banyak yang telah berubah tentang Meta di Server Korea ataupun pada game kompetitif-nya, yaitu LCK. Lebih dari 49 pertandingan yang ada di LCK, kami telah melihat variasi besar dalam formasi dan juga strategi yang berbeda dari musim sebelumnya di setiap tim.

Namun kebanyakan dari mereka, kini telah merubah tugas Swapping yang tadinya dipegang oleh Support, kini ditangani oleh para Jungler. Dan satu champion yang sering melakukan tugas seperti itu adalah Sejuani. Fury of the North, sudah berada di puncak Meta Jungler kompetitif sejak paruh kedua tahun 2017, dan tidak ada tanda-tanda masa dominasinya akan berakhir sampai sejauh ini.

Untitled

Dalam 49 pertandingan LCK, dia lah satu-satunya champion yang sering terlihat dalam fase Pick & Ban. Walaupun hanya memiliki win rate sebanyak 46 persen saja, namun Sejuani sudah memiliki total ban yang paling besar dari champion yang lainnya. Itu artinya, keberadaan Sejuani di dalam game memang benar-benar begitu sangat diperhatikan bagi para pemain LCK.

Namun yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah; apa yang kemudian membuat tim Korea begitu takut sehingga dalam sebagian besar pertandingan, mereka lebih suka tidak melihat Sejuani di dalam game?

Ya, mungkin Sejuani mampu memberikan sedikit tekanan yang sangat baik pada Early Game. Lalu dia memiliki Hard CC yang begitu bagus dalam melakukan Gank, Counter Jungle, dan team fight. Tapi salah satu jawaban yang jelas adalah; karena adanya Meta Poke-based Scaling yang telah kembali sepenuhnya. Para champion Poke benar-benar menakutkan sekarang ini karena adanya Rune Arcane Comet dan Summon Aery.

Dikombinasikan dengan Rune Perfect Timing yang memberi pengguna Stopwatch gratis di awal permainan, Meta Poke telah memicu kembalinya champion-champion Scaling seperti Azir, Ryze, dan Gangplank. 

Untitled


Jadi champion-champion di atas tadi tidak membutuhkan tekanan awal dari Jungler setimnya yang menggunakan Kha’Zix atau Evelynn. Mereka hanya membutuhkan vision yang baik, keamanan yang sempurna, dan juga waktu untuk mencapai Late Game agar membuat mereka semakin kuat.

Dan itulah yang mampu dilakukan Sejuani. Ia mungkin tak membutuhkan mekanik tingkat tinggi layaknya pengguna Lee Sin, namun pemain Sejuani lebih dihargai karena mampu memberikan keamanan terhadap rekan satu timnya dengan baik.

Ia memiliki mobilitas dan kemampuan escape yang cukup baik ketika melakukan Counter Jungle, menyebar Ward, dan Clear Camp Jungle. Dengan begitu champion Scaling bisa dengan tenang berada di dalam lane karena berada dalam perlindungan Sejuani.

lol.com_.banner.article.bearcavalrysejuani_1


Dalam konteks tersebut, Sejuani adalah champion yang sempurna untuk gaya permainan makro dari Korea. Dia super aman di awal pertandingan, dan relatif sulit untuk di-counter oleh musuh di Late Game.

Sejuani juga merupakan counter-ganker yang sangat kuat dengan skill lockdown yang ia miliki. Ia mampu mengunci pergerakan musuh dengan baik. Dan yang paling berbahaya adalah kombinasi skill ultimate miliknya dengan para champion Poke Scaling. Selain itu ketahanan yang baik juga membuatnya bisa mengambil objektif seperti Dragon meskipun baru menyelesaikan team fight.

==

Para Jungler sangat berperan penting untuk membantu Toplaner dan Midlaner mereka agar bisa berkembang lebih baik ketika mencapai Late Game nanti. Ya, mungkin Sejuani tidak bisa seagresif Kha’Zix dan sekuat Jarvan IV untuk melakukan Solo Kill musuh-musuhnya. Namun di luar dari itu semua, Sejuani adalah champion yang mampu berkorban banyak dan berkontribusi penuh sehingga tim bisa meraih kemenangan dengan mudah.

Itulah sebabnya Sejuani sangat sering diperhatikan oleh tim-tim dan pemain-pemain Korea. Bukan berarti Jungler Korea tidak bisa menjadi Carry. Tapi para Jungler di Korea cenderung lebih fleksibel dengan bagaimana mereka melihat permainan, dengan komposisi permainan tim yang solid. Maka dari itu Sejuani sangat sesuai dengan Meta permainan Makro Korea.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply