Jelang Semifinal Hyperplay: 5 Fakta Rivalitas Sega dan Malik

Jelang Semifinal Hyperplay: 5 Fakta Rivalitas Sega dan Malik
Desain-tanpa-judul-2

Laga Semifinal Hyperplay 2018 akan mempertemukan salah satu tim besar League of Legends Indonesia, yakni Headhunters, dengan kekuatan baru yang merupakan rebranding dari Resilience Esport, yaitu Armored Project. Banyak hal menarik yang dapat dibahas dari pertemuan kedua raksasa League of Legends Indonesia ini, salah satunya adalah rivalitas Toplane kedua tim, yaitu Malik “FakeFriend” Abdul Aziz dan Aditya Sega Fadilah.

Rivalitas antara Toplaner dari masing-masing tim sangat menarik untuk dibahas. Apabila Summoners mengikuti perkembangan esports League of Legends di Indonesia, kalian akan menyadari bahwa kedua sosok tersebut cukup sering bertemu di turnamen-turnamen kelas menengah seperti Clubwar, Jakarta Cup dan ZHR Tambun.

Kali ini giliran Hyperplay yang menjadi panggung unjuk kebolehan Malik dan Sega. Kedua pemuda tersebut akan kembali bertarung di laga Semifinal yang berlangsung pada 23 Juni mendatang. Berikut Hasagi tampilkan 5=lima fakta mengenai rivalitas antara sega dan malik.

1. Pernah membela tim yang sama


20180429_121409

Walaupun terkenal sebagai rival abadi, ternyata mereka berdua pernah membela tim yang sama. Sega dan Malik pernah menjadi bagian dari generasi pertama tim bernama Roar Gaming.

Saat itu, Sega mengisi posisi Jungle sementara Malik Abdul Aziz di posisi Toplane. Tidak banyak prestasi yang dicapai oleh tim Roar Gaming pada saat itu. Pada akhirnya Malik dan Sega pun harus berpisah karena perbedaan visi.

2. Sama-Sama besar dari clubwar


Club War XII

Rawk menjadi salah satu tim yang tidak terkalahkan selama tiga series. Sega mengantongi total empat kemenangan pada Series Clubwar, dua kali bersama tim RAWK, dan masing-masing satu kali dengan tim Desolation-R dan Anti Kadal Kadal Club. Sementara Malik hanya berhasil mengantongi total 2 kemenangan, yaitu saat tampil dengan tim bernama Malik And Friends dan Saya Nyoba Sekali Doang (SNSD).

3. Sama-Sama bertipe petarung di Toplane


Riven-Vs-Yasuo-by-qiang-zhou-HD-Wallpaper-Background-Fan-Art-Artwork-League-of-Legends-lol

Kedua pemain terkenal dengan tipe permainan petarungnya di Toplane. Malik kerap mengandalkan Fiora, sementara Sega setia dengan Camille.

Permainan Fiora Malik sangat terkenal. Champion tersebut menjadi andalan Malik saat ia memenangi Club War VII bersama Malik And Friends. Menunjukkan permainan tanpa celah, Malik berhasil meng-carry teman-temannya menundukkan tim 4egoist, yang merupakan mantan peserta LGS Season 5 dengan nama Project Syndicate, dengan skor 2-1.

Sementara Sega sangat percaya diri jika diberi kepercayaan untuk menggunakan champion fighter andalannya yaitu Camille. Pada pertandingan Quarterfinal Qualifier Hyperplay antara Armored Project dan 7Sins, Camille yang dia gunakan memberikan impact yang sangat besar, terutama pada game kedua.

Menarik untuk menunggu duel antara kedua sosok ini di Toplane, apalagi jika mereka berdua menggunakan champion andalan masing-masing.

4. Timur vs Utara


all-1

Komunitas masing-masing pemain bernaung, yaitu Jakarta Timur dan Jakarta Utara, juga memiliki persaingan yang cukup ketat. Terdapat banyak gesekan antara kedua basis komunitas tersebut, karena masing-masing pemain dari wilayah tersebut ingin menunjukkan bahwa merekalah yang terbaik, tentunya dalam hal yang positif.

Contoh dari hal tersebut bisa kalian lihat pada event Jakarta Cup. Duel antara Jakarta Utara dan Timur di Semifinal menghasilkan laga panas nan sengit. Jakarta Timur sukses keluar sebagai pemenang dan menjadi Runner Up, sementara Jakarta Utara harus puas berada di tempat ketiga.

Pertandingan antara Headhunters dan Armored Project di Toplane nanti seakan mengulang duel tersebut. Malik akan menjadi representasi wilayah Utara, sementara Sega dari Timur. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa laga Jakarta Utara dan Timur bagaikan El Clasico.

5. Calon Toplaner Masa Depan Indonesia


800x533_AsianGamesIndonesia-1

Dengan usia yang masih sama-sama muda, kedua pemain masih dapat berkembang ke level permainan yang lebih tinggi. Penulis percaya rivalitas antara kedua pemain ini akan berbuah positif, karena mereka berdua berlomba untuk menjadi yang terbaik.

Memang saat ini masih ada Toplaner sekelas rubeN, Luffy, Salamander, dkk. Meski begitu, melihat usia yang dimiliki Malik dan Sega, meruka berdua berpotensi besar untuk menyusul senior-senior mereka.

Lingkungan sekitar kedua pemain tersebut juga mendukung perkembangan mereka. Malik berhasil masuk ke tim Headhunters dan berada dibawah bimbingan Cruzher, salah satu pemain dan coach terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Sementara Sega, berada di tim Armored Project dan mendapat bimbingan dari Wolfy yang dulunya juga adalah murid Cruzher saat masih di Headhunters Academy.

==

Itulah beberapa fakta menarik seputar Malik dan Sega yang berhasil Hasagi rangkum untuk kalian semua. Semoga Rivalitas antara kedua pemain membawa hasil yang positif bagi perkembangan esports League of Legends di Indonesia.

Pebryan Arisandy

Eat - Sleep - League of Legends!

Facebook 

Leave a Reply