Splyce Niqsy: Mekanik NA Sangat Buruk

Splyce Niqsy: Mekanik NA Sangat Buruk
SplyceNisqyRiftRivals2018

Ternyata pergolakan antara perwakilan tim NA dan juga EU belum selesai. Setelah kemarin baru saja menyelesaikan Rift Rivals yang akhirnya dimenangkan oleh tim EU LCS, ternyata pergesekan antara dua kubu saudara ini belum benar-benar padam.

Dalam wawancara yang dilakukan dengan VPESports, Midlaner Splyce, Niqsy, bercerita mengenai pengalamannya ikut serta dalam ajang Rift Rivals 2018. Pemuda 19 tahun asal Belgia tersebut mengaku mendapat banyak manfaat dari duel EU vs NA.

Niqsy juga sempat membicarakan bagaimana buruknya permainan pro player asal NA. Salah satu hal yang disorot olehnya adalah kemampuan mekanik, yang menurut Niqsy cukup buruk karena besaran Ping server di Amerika Serikat.

Splyce

“Secara personal, saya merasa mendapat banyak pelajaran dari Rift Rivals. Sebagai pemain profesional, menghadapi lawan yang memiliki gaya bermain yang sangat berbeda jelas berdampak positif, karena kita bisa belajar banyak dari pengalaman tersebut,” ucap pemain bernama Yasin Dinçer tersebut.

“Pemain NA benar-benar lebih buruk dari kami dalam hal mekanik. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin karena kualitas Solo Queue. Mereka berlatih dengan Ping sebesar 60, buat saya itu tidak masuk akal,” lanjutnya.

Niqsy juga memberikan pendapatnya mengenai gaya main NA dan EU. Bagi pemuda yang sudah memulai karir profesional sejak Januari 2015 tersebut, ada perbedaan yang cukup jelas antara cara tim asal NA dan EU bermain.

“Mereka (tim-tim NA) lebih jarang berbuat kesalahan dibanding kami. Mungkin itu karena mereka terbiasa bermain sebagai sebuah tim. Sementara itu kami di Eropa lebih fokus pada penampilan individual seperti Solo Kill,” tutupnya.

 

Dini hari nanti Splyce akan kembali memulai perjalanan mereka mememperebutkan status terbaik di Eropa. Pada laga pekan keempat EU LCS Summer 2018 yang akan berlangsung jam 02.00 WIB nanti, Splyce akan menghadapi juara bertahan, Fnatic.

 

Raka Marko

Leave a Reply