Starlest: Kami Tidak Boleh Lakukan Satu Kesalahan Pun Melawan Tim Sekelas Headhunters

Starlest: Kami Tidak Boleh Lakukan Satu Kesalahan Pun Melawan Tim Sekelas Headhunters
The_Finals_LGS_Spring_2018_1

Sebagai salah satu pendatang baru di kancah kompetitif League of Legends Indonesia, Bigetron Esports kini bertransformasi dari tim yang tidak terlalu diunggulkan menjadi penantang juara. Meskipun di musim lalu mereka hanya mampu berakhir di peringkat 6, namun nyatanya mereka dapat bangkit dan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik.

Kembalinya Starlest ke dalam pasukan jelas memberikan dampak yang cukup besar bagi permainan Bigetron Esports. Selain itu, tambahan beberapa pemain baru seperti Radians dan Minky juga membuat tim ini menjadi jauh lebih apik dari segi kekuatan dan penguasaan champion.

Bigetron Esports datang ke LGS musim ini dan membuat kita semua terpukau dengan kejutan-kejutan yang terus mereka hadirkan sepanjang turnamen. Mereka tidak hanya lolos dari group stage, tapi juga memenangkan playoff, masuk ke posisi 4 besar, dan bahkan ikut punya satu tempat di babak final LGS Spring 2018.

Pada pertandingan terakhir yang berlangsung akhir pekan ini—The Finals LGS Spring 2018—Bigetron Esports akan menghadapi tim yang hingga sekarang belum terkalahkan, Headhunters.

starlest

Dalam sebuah wawancara singkat bersama Hasagi, Edwin “Starlest” Chia selaku kapten dan pemilik tim mengatakan bahwa mereka tidak boleh membuat satu pun kesalahan sewaktu bertanding melawan tim sekelas Headhunters. Starlest juga menjawab beberapa pertanyaan terkait persiapan mereka menjelang The Finals LGS Spring 2018. Simak obrolan kami di bawah ini.

Bigetron Esports berhasil sampai di final LGS Spring 2018, siapa yang seharusnya diucapkan terima kasih atas ini?

Semua orang yang mempercayai kami sejak awal! Kami tidak mempunyai pre-season yang baik, terutama setelah kekalahan di LOC II dimana kami harus memperbaiki roster kami. Dua minggu sebelum LGS dimulai, kami bahkan tidak memiliki pemain Midlaner dan Jungler. Oleh karena itu, kami bisa sampai di hari ini itu sebagian besar karena kerja keras Tibold, Head Coach kami. Honorable mentions kepada analist kami Koshka, Seon, dan Jakub atas segala kerja keras mereka.

Untuk pertama kalinya nama Bigetron bisa ada di 4 besar top tim League of Legends Indonesia, bagaimana perasaan anda?

Saya merasa ini sebuah prestasi yang sangat bagus mengingat ini merupakan musim kedua kami, setelah di musim sebelumnya berada di posisi 6. Untuk membuat pencapaian ini semakin manis, seperti yang saya sebut di atas, kami sempat putus asa di pre-season di mana kami tak dapat melengkapi roster tim. Nantinya, kami berharap bisa menjadi salah satu pemain besar di League of Legends Indonesia dalam beberapa musim ke depan.

Menghadapi tim sebesar Headhunters, apa persiapan Bigetron?

Dari para staf, kami akan terus melakukan analisis dari beberapa pemainan terakhir mereka dan mencari kelemahan yang bisa dimanfaatkan. Dan untuk para pemain, mempertajam permainan kami di sisa Scrims karena kami tak boleh melakukan satu kesalahan pun melawan tim seperti Headhunters.

Seberapa yakin anda untuk pertandingan melawan Headhunters nanti?

Ketika pertama kali bertemu mereka, saya memiliki 30 persen kepercayaan diri untuk menang karena kami belum siap secara skill dan mental (para pemain baru bermain bersama selama 3 minggu). Saya merasa kami lebih kompak dan siap secara mental sejak saat itu. Jadi saya merasa bahwa peluang Bigetron untuk menang sebesar 50 persen.

Apakah ada strategi tersendiri yang sudah dipersiapkan Bigetron? Seperti, secret pick dan lain sebagainya?

Saya merasa sempat mengejutkan Devoticore dengan pick kami seperti Olaf, Zilean, dan Gangplank. Kami berharap bisa melakukan hal yang sama ketika melawan Headhunters dengan pick baru.

Apa yang membuat anda memutuskan untuk kembali bertanding di musim ini?

Kami memiliki masa-masa sulit ketika mencari Jungler. Kami sempat mempertimbangkan Fong, tetapi ia sudah dikontrak oleh Headhunters. Kami akhirnya memutuskan menggunakan Tulsa, tetapi ia bermain di Toplane (untuk Kaliantua) sebelum bergabung dengan Bigetron. Saat itu ia masih belum siap. Saya tak punya pilihan lain untuk kembali bertanding sampai Tulsa siap.

Seandainya di final nanti Bigetron ternyata berhasil mengalahkan Headhunters, apa yang akan anda lakukan?

Tentu saja bakal merayakannya! Lalu beristirahat untuk beberapa hari sebelum bekerja keras untuk mempersiapkan GPL. Seperti Headhunters, kami ingin merepresentasikan Indonesia di panggung internasional.

Kira-kira menurut anda siapa pemain yang paling harus diwaspadai di Headhunters?

Tom, agresivitasnya tak bisa disamakan oleh Jungler lain di LGS. Saya menantikan untuk bisa bertarung dengannya hari Minggu nanti.

Apakah setelah LGS Spring 2018 anda akan tetap bermain atau kali ini benar-benar pensiun?

100 persen pensiun, setelah Bigetron semakin besar di 2018, pihak tim membutuhkan bantuan saya di belakang layar. Selain itu, dalam dua musim bermain secara kompetitif, saya merasa telah mencapai tujuan saya sebagai salah satu Jungler terbaik (bersama dengan Phoenix dan Oceans11) di Indonesia.

Itu adalah tujuan utama saja ketika menjadi pemain profesional. Kami akan mencari kandidat terbaik untuk menggantikan posisi saya setelah musim berakhir, jadi saya tak perlu ‘kembali dari pensiun’ di musim mendatang, haha.

Terakhir, apa pendapat anda tentang keseluruhan LGS musim ini?

Meskipun kita banyak melihat para pemain profesional lain keluar untuk memainkan game MOBA lain musim ini, kualitas permainan justru meningkat tajam. Setiap tim bermain dengan sangat rapi. Terlepas dari itu semua, musim ini lebih seru di mana semua tim berada di level yang sama. Hampir seluruh tim bisa mengalahkan tim lainnya (kecuali Headhunters haha).

Terakhir, terima kasih kepada seluruh fans Bigetron yang terus mendukung kami melewati musim ini! Terus dukung kami di hari Minggu ini, meskipun kita datang di The Finals sebagai tim Kuda Hitam! Berhati-hatilah Headhunters!


Bigetron Esports akan menghadapi Headhunters di babak final LGS Spring 2018 yang berlangsung pada tanggal 18 Maret nanti. Saksikan aksi mereka melalui Facebook LoLEsports Indonesia.

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments