Tahun Ini Menjadi Final LCK Pertama Tanpa Faker dan Duo PraY GorillA

Tahun Ini Menjadi Final LCK Pertama Tanpa Faker dan Duo PraY GorillA
LCK-Asian-Games

Ajang pembuktian bagi tim-tim Korea, LCK, segera menuju partai final dengan menyisakan satu slot yang akan diperebutkan oleh Griffin dan Afreeca Freecs untuk melawan KT Rolster yang sudah mengamankan slot di final.

Ada yang berbeda di Final Play-oofs kali ini, dimana para pemain berpengalaman yang merupakan langganan partai final LCK, harus berpuas dengan kekalahan timnya sehingga tidak lolos menuju babak final. Contohnya saja Faker yang perjalanannya selalu mulus di beberapa tahun sebelumnya dengan selalu mencicipi partai final LCK bersama timnya, SK Telecom T1. Namun di LCK kali ini, ia dan timnya harus gugur lebih awal berkat ketidakstabilan performa yang mereka tunjukkan.

Pemain berpengalaman lainnya yang bernasib sama seperti Faker yaitu duo bot Kingzone DragonX yaitu PraY dan GorillA. Meskipun langkahnya sedikit lebih jauh dibandingkan SKT T1, namun Kingzone DragonX juga tidak akan lanjut di partai final setelah kalah melawan Afreeca Freecs.

Sepertinya ajang LCK telah mencapai “era baru” dengan terpuruknya para pemain berpengalaman seperti Faker dan duo PraY GorillA. Dan yang paling tidak disangka-sangka yaitu Griffin yang merupakan tim yang baru memulai debut mereka di LCK, namun berhasil memberikan kejutan yang selangkah lagi akan bermain di final pertama mereka jika berhasil menang melawan Afreeca Freecs nanti.

Old Faker

Jika kita melihat sepanjang perjalanan LCK yaitu pada Spring 2015, pada saat itu partai final mempertemukan tim SKT T1 melawan GE Tigers yang berhasil dimenangkan oleh SKT dan merebut gelar juara. Saat itulah kita melihat pemain seperti Faker (SKT T1) dan juga duo PraY GorillA (GE Tigers) berhasil merasakan partai final yang menjadi pengalaman awal mereka untuk kembali mencicipi final-final selanjutnya dalam kompetitif.

Pada LCK Summer Split 2015, Faker bersama timnya SKT T1, lagi-lagi berhasil mencapai final dan sukses menumbangkan KT Rolster dengan skor 3-0 dan berhak mengangkat trofi juara kedua mereka di LCK.

Pray & Gorilla Rox Tigers 2016

Lanjut pada tahun 2016, saat itu tim GE Tigers resmi rebranded menjadi Rox Tigers dan masih diperkuat oleh sang duo bot terbaik di dunia tersebut. Final Playoffs LCK Spring 2016 mempertemukan SK Telecom T1 melawan Rox Tigers dan berhasil dimenangkan oleh Faker dkk. dengan mengalahkan Rox Tigers 3-1. Kemenangan ini menjadikan SKT sebagai tim pertama yang mendapatkan gelar juara 3 tahun berturut-turut.

Pada LCK Spring 2017, duo PraY dan GorillA keluar dari Rox Tigers dan kemudian bermain sebagai duo bot di tim Longzhu Gaming. Namun sayang mereka harus puas finish di peringkat 7 klasemen, berbeda dengan Faker yang lagi-lagi berhasil keluar sebagai juara LCK.

Pray_GorillA

Akhirnya pada Summer Split 2017, PraY dan GorillA bersama timnya Longzhu Gaming, berhasil menjuarai LCK untuk pertama kalinya dengan mengalahkan SKT T1 dan berhasil memutuskan rentetan juara yang diraih Faker dkk.

Di awal tahun 2018 Longzhu Gaming kembali melakukan rebrand dengan mengganti nama menjadi Kingzone DragonX. Bersama Kingzone DragonX, PraY dan GorillA lagi-lagi berhasil menjuarai LCK Spring 2018 sementara SKT harus finish di posisi 4 klasemen.

Namun sayang, dominasi mereka di LCK harus terhenti di pegelaran LCK kali ini. Pasalnya baik SKT T1 maupun Kingzone, sama-sama telah terhenti langkahnya dan gagal bermain di partai final. Kekalahan ini tentu menjadi problema besar bagi tim sekelas SKT T1 dan Kingzone dengan pemain-pemain berpengalaman mereka yang telah pernah merasakan final LCK.

Dengan kegagalan kedua tim ini, maka tak akan ada wajah-wajah para pemain yang biasanya selalu menghiasi partai final LCK. Sekali lagi, sepertinya LCK telah mencapai yang namanya “era baru” dengan segala pergeseran posisi dan dominasi yang mulai terhenti ini.

 

Arata

A boy who shattered destiny... "私はこの街から離れ、あなたと共に新しい人生を生きたい"

Facebook  

Leave a Reply