Tanggapan Quickshot Mengenai Pernyataan “Bjergsen jauh lebih baik daripada Faker”

Tanggapan Quickshot Mengenai Pernyataan "Bjergsen jauh lebih baik daripada Faker"
quickshot_0

Jika kalian melihat dokumenter Legend Rising pada tahun 2015 lalu terutama pada saat Quickshot diberi pertanyaan siapa yang lebih baik antara Faker dan Bjergsen. Pada saat itu, Quickshot menjawab bahwa Bjergsen lebih baik daripada Faker. Sontak, komunitas pun menggila karena menurut komunitas Faker jelas lebih baik karena lebih banyak memenangkan kompetisi lokal dan internasional.

Quickshot sendiri punya alasan kenapa Bjergsen lebih baik daripada Faker pada waktu itu. Pada sebuah kesempatan interview dengan Blitz, caster EU LCS ini mengakui bahwa Faker memang lebih banyak memenangkan kejuaraan dan skillnya jauh lebih baik ketimbang Bjergsen, tetapi Bjergsen membawa semacam “value” ke dalam timnya, baik saat Ia masih berseragam Copenhagen Wolves maupun TSM. Hilangkan Bjergsen dari TSM, maka TSM bakal kesulitan. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi Bjergsen.

Berbeda dengan Faker. Pada waktu itu saat Quickshot mengeluarkan pernyataan itu, Faker memiliki sub yakni Easyhoon. Posisi Faker saat itu lebih sering digeser oleh Easyhoon dan saat final LCK Spring Split 2015 SKT bahkan memainkan Easyhoon sebagai starting, bukan Faker. Pemain yang waktu itu menjadi carry utama SKT adalah MaRin dari LCK hingga Worlds 2015.

Pria yang berasal dari Afrika Selatan ini juga menambahkan pada waktu itu kru Legend Rising sempat menanyai apakah Ia ingin statement yang Ia katakan digunakan di video dan dilihat oleh Publik. Tanpa ragu Quickshot mengatakan YA, masukkan saja. Bahkan jika harus kembali ke masa lalu, Ia mengatakan akan melakukan hal yang sama.

Interview lengkapnya kalian bisa lihat di video di bawah ini.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles do not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply