Olleh: Team Solomid Penantang Terkuat Kami di NA LCS Summer 2018

Olleh: Team Solomid Penantang Terkuat Kami di NA LCS Summer 2018
OllehInterview

Summer Split selalu menghadirkan kompetisi yang jauh lebih ketat dan sengit dibanding Spring Split. Pasalnya, Summer Split adalah penentuan nasib lolos tidaknya sebuah tim ke turnamen terbesar, yakni World Championship, sedangkan Spring Split hanya dianggap sebagai “bantuan Championship Point” bagi tim-tim untuk lolos ke Worlds.

Di NA LCS, peluang terbesar lolos ke Worlds 2018 berada di tangan Team Liquid. Kemenangan Spring Split membuat mereka berhak mendapatkan 90 Championship Point yang akan digunakan untuk kualifikasi Worlds 2018. Mereka bisa lolos ke Worlds 2018 lewat seed kedua atau Regional Qualifier.

Meskipun memiliki peluang besar, bukan berarti perjalanan mereka sepanjang Summer Split akan mudah. Tim-tim lain sudah pasti akan berjuang mati-matian untuk menjadi juara atau setidaknya menempati peringkat yang lebih baik ketimbang Spring Split. Beberapa tim yang gagal pada NA LCS lalu seperti Team Solomid, Counter Logic Gaming dan Golden Guardians mulai menunjukkan geliat dan perbaikan performa.

TeamLiquidChampionNALCSSpring2018

Support dari Team Liquid, Olleh, berkata bahwa hanya ada satu tim yang bisa mengancam perjalanan timnya dalam memperebutkan gelar juara Summer Split, yakni Team Solomid. Menurutnya, kegagalan yang dialami Team Solomid pada Spring Split lalu membuat mereka akan berjuang lebih keras dari biasanya.

“Kupikir TSM adalah tim yang akan menjadi penantang terkuat dalam memperebutkan gelar juara. Mereka selalu memiliki jadwal latihan yang padat. Selain itu, kegagalan TSM pada Split lalu pastinya juga akan membuat mereka akan menunjukkan permainan yang berbeda dibandingkan dengan Split lalu,” ungkap Olleh, dilansir dari InvenGlobal.

Olleh juga memberi contoh perbandingan porsi latihannya dengan AD Carry Team Solomid Zven. Meskipun Olleh berlatih keras dan lebih sering bermain Solo Queue dibandingkan rekan setimnya, Zven sudah memainkan Solo Queue lebih banyak ketimbang Olleh. Hal tersebut membuat Olleh mempertanyakan porsi latihannya.

“Meskipun Aku lebih sering bermain Solo Queue dibandingkan rekan setimku di Team Liquid, Zven sudah memainkan setidaknya 200 permainan Solo Queue, jauh lebih banyak dibandingkan diriku. Hal tersebut membuatku mempertanyakan porsi latihanku,” tambahnya.

ZvenTSM

Melihat perbandingan tersebut, Olleh pun menjadi termotivasi untuk berlatih lebih keras dan mencoba untuk tidak memikirkan hasil yang diraih pada Spring Split lalu supaya tidak terlena. Ia akan menganggap dirinya dan timnya seolah-olah adalah tim underdog.

“Aku harus lebih termotivasi untuk terus berlatih. Meskipun kami berhasil menjuarai NA LCS Spring 2018, Aku mencoba untuk mengabaikan pencapaian kami pada Split lalu. Aku akan mempersiapkan diri dan menganggap seolah-lah diriku dan timku adalah tim underdog,” tutup Olleh.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply