Team Solo Mid Memenangkan Final NA LCS Spring 2017 Setelah Pertempuran Sengit

Team Solo Mid Memenangkan Final NA LCS Spring 2017 Setelah Pertempuran Sengit
34072876422_e675ead241_k

Final NA LCS Spring 2017 menjadi el-classico mempertemukan Team Solo Mid dan Cloud9 dan pemenang tidak hanya akan menjuarai NA LCS  Spring 2017, tetapi juga akan melanjutkan perjuangannya ke Mid Season Invitational.

Pada game pertama, TSM berhasil mendapatkan Ivern dan Camille yang terbukti menjadi kombo ampuh mematikan pergerakan Kennen di toplane. Permainan yang terlalu agresif oleh Contractz, Jungler Cloud9 yang menggunakan Lee Sin berbuahkan first blood untuk WildTurtle, ADC dari TSM di menit ke 3. Walaupun Svenskeren sudah berulang kali melakukan gank ke top lane di early game, Ray, top-laner dari Cloud9 baru takluk ditangan Hauntzer berkat ultimatenya yang mencegah Ray untuk kabur.

TSM mengamankan Inferno Dragon sekaligus kill kepada Jensen, midlaner dari Cloud9. Dari situ, game terus bergulir kearah TSM dimana mereka terus memenangkan team fight dan mendapatkan buff Baron di menit ke 24. Buff Baron tidak disia-siakan TSM untuk mendapatkan semua inhibitor dari Cloud9, sekaligus menutup game pertama dengan skor kill 16-1 di menit 28.

Game kedua Cloud9 mengganti Ray dengan Impact, berharap dapat memecah kebuntuan dan mengimbangi Hauntzer yang bermain sangat baik. Di awal game, Cloud9 mampu merebut keunggulan dengan first blood oleh Jensen, mid-laner mereka yang menggunakan Ekko memanfaatkan pergerakan terlalu jauh oleh Svenskeren, jungler dari TSM dibantu dengan Contractz. Namun seketika TSM membalikkan keadaan dengan melakukan kill kepada Impact dan Contractz.

Dari situ, TSM terus memperbesar keunggulan dengan mendapatkan 3 tower Cloud9 dan perbedaan gold hampir 10.000 di menit 14. Teamfight di menit ke 19 berhasil membunuh Sneaky dan Impact sehingga membuka jalan bagi  TSM untuk mendapatkan inhibitor top lane, yang 2 menit kemudian ditambah dengan inhibitor mid lane dari Cloud9. Disini TSM sudah unggul 12.000 gold menutup game dengan skor kill 23-5 di menit 22. Sekarang 2-0 untuk TSM.

Beban berat untuk Cloud9 karena jika mereka kalah di game ketiga ini, maka TSM akan membawa pulang gelar juara dan menjadi akhir dari perjuangan mereka mendapatkan gelar juara. Di awal game, lagi-lagi gank dari Svenskeren membuahkan first blood sekaligus memberikan tekanan untuk Ray yang menggunakan Fizz. Selanjutnya permainan berjalan ketat dimana kedua tim kejar-kejaran kill, sebelum akhirnya di menit 21, Cloud9 menjadi unggul karena berhasil mendapatkan dua kill.

Selanjutnya Cloud9 berhasil mendapatkan Baron di menit 31 yang berbuahkan inhibitor mid lane dari TSM, tetapi TSM tetap tenang dan berhasil mencuri dua kill ketika Cloud9 mencoba melakukan push di bot lane. Dari sini terbuka kesempatan untuk TSM membalikkan keadaan, ditambah mereka berhasil mendapatkan buff Baron di menit 39 dan berhasil menjebol inhibitor mid dari Cloud9. TSM bahkan mendapatkan buff Elder Dragon dan mencoba menyelesaikan game dengan melakukan push di mid lane, namun mereka tampak terlalu terburu-buru ingin mengakhiri permainan, sehingga harus kehilangan 3 champion dan memutuskan untuk mundur.

Di menit ke 46, TSM kembali mencoba mengambil Baron, namun kali ini Cloud9 menantang balik dan berhasil membunuh 4 anggota TSM dan hanya kehilangan junglernya, Cloud9 meninggalkan Baron dan menuju top lane, menghancurkan inhibitor langsung menuju Nexus dan mendapatkan kemenangan pertamanya setelah 47 menit bermain. Skor 2-1 untuk Cloud9.

Cloud9 tampak mendapatkan kepercayaan dirinya yang sempat hilang di game pertama dan kedua, dengan bermain jauh lebih baik di game keempat. Cloud9 berhasil mendapatkan first blood yang sangat penting ke WildTurtle berkat permainan yang baik dari Smoothie, support mereka yang menggunakan Gragas. Ganking yang baik dari Impact menggunakan Shen dan juga Contractz yang bermain lebih baik dari game-game sebelumnya menggunakan Graves membuat Cloud9 unggul 5-0 di 20 menit pertama.

Baron buff di menit 24 berhasil membuahkan inhibitor di midlane. Selanjutnya perbedaan gold sudah membesar menjadi 10.000 gold untuk Cloud 9 dan buff dari Inferno Dragon membuat mereka berada di posisi yang lebih baik.  Memenangkan team fight di top lane dan mendapatkan Ace membuat Cloud 9 bisa langsung melakukan push ke mid lane dan memaksakan TSM untuk masuk ke game kelima. Skor menjadi 2-2 dengan skor kill di game keempat ini 13-1 untuk Cloud9.

Game kelima dan penentu berjalan sangat sengit.  Dari segi pick, kali ini Bjergsen kembali memakai Syndra, sementara Cloud9 melakukan suprise pick dengan Kled. Di 20 menit pertama, kedua tim tampak kejar-kejaran kill walaupun Cloud9 unggul 1 tower kill lebih banyak. Selanjutnya kedua tim mulai bermain lebih hati-hati, dan di menit 40 Cloud9 mendapatkan Baron setelah sempat menang team fight 4 untuk 2, namun memilih untuk tidak melakukan push.

Saat TSM mencoba mengambil Elder Dragon, Cloud9 mencoba untuk mengcounter, namun posisi yang terlalu terburu-buru membuat mereka tidak dalam posisi yang tepat dan harus kehilangan tiga champion. Sempat berusaha melakukan push ke midlane, Sneaky dan Contractz dikejar oleh Hauntzer dan Svenskeren dan harus mati. Sementara itu di bawah Bjergsen, WildTurtle, dan Biofrost melakukan push ke bot lane dan jalan terbuka lebar bagi TSM untuk mendapatkan Nexus Cloud9. TSM menang di menit ke 42.

TSM Memenangkan NA LCS Spring 2017
TSM Memenangkan NA LCS Spring 2017

Kemenangan TSM ini mengantarkan mereka menjadi juara NA LCS Spring 2017 sekaligus untuk mewakili region Amerika Utara di Mid Season Invitational di Brazil pada 28 April 2017 minggu ini.

Benhard Martin

Esports enthusiast and League of Legends monkey wrench.

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments