TSM Hancurkan Dignitas dan Melaju ke Finals NA LCS Summer 2017

TSM Hancurkan Dignitas dan Melaju ke Finals NA LCS Summer 2017

d8eae10b-74c7-41bb-9cff-e64e4127f4a9

Dignitas memiliki kesempatan tipis untuk meraih kemenangan untuk menggulingkan TSM  demi satu tiket ke Final NA LCS Summer 2017. Meski bisa dibilang mengeluarkan banyak kejutan selama Reguler Season, Diginitas tetap belum mampu merobohkan kedigdayaan sang juara LCS 2 Season beruntun itu.

Sebagai komando kemenangan TSM 3-1 atas Dignitas, Søren “Bjergsen” Bjerg bermain tampil dengan permainan mengerikannya. Pada awalnya, Dig memusatkan perhatian ke sekelilingnya untuk mengambil Champion Midlane dan juga melakukan Ban Champion Midlane terlebih dahulu, tapi sayang ternyata TSM memiliki jawaban lain.

Kali ini mereka mengeluarkan Pick yang cukup aneh seperti Kassadin yang mungkin kalah Matchup, namun tapi masih berhasil menginjak Dignitas di Game pertama. Rencana Diginitas untuk mematikan Midlane sepertinya gagal total. Penampilan Bjergsen menonjol di sepanjang keseluruhan game, tapi dia bukan satu-satunya pemain TSM yang bersinar.

Kassadin_0

Sebenarnya, para pemain TSM tampak seperti mesin tempur yang diminyaki dengan sangat baik di setiap jalur. Awalnya Dignitas cukup bermain baik, dengan mengandalkan keunggulan di Toplane dan Botlane, tapi berkat beberapa kesalahan kecil yang dilakukan ketika teamfight, mampu membuat keunggulan bagi TSM untuk bisa membalikkan keadaan. Dan Dennis “Svenskeren” Johnsen mampu meningkatkan permainannya di Jungle juga pada akhirnya. 

TSM tidak hanya bermain game dengan lebih baik, mereka juga memenangkan pertandingan dari segala aspek. Kondisi menang Dignitas hari ini berpusat dan terfokus kepada Kim “Ssumday” Chan-ho dari Toplane, dan komposisi tim mereka juga perlu berputar untuk mendapatkan hasil tangkapan yang bagus. Ada dua hal yang salah di sini.

Pertama, Bot dan Midlane TSM begitu dominan sehingga Dig perlu memfokuskan rancangan di sana daripada membangun hal yang baik di sekitar Ssumday. Kevin “Hauntzer” Yarnell juga, dengan seiring berjalannya waktu, mampu menyulut mesinnya menjadi sangat panas. Sehingga pada akhirnya Hauntzer mampu memainkan serial ini dengan fenomenal. Dengan permainan Hauntzer yang mulai bermunculan, Ssumday tidak terlihat hebat lagi sekarang. Tidak seperti biasanya. Lalu bagaimana dengan nasib Dignitas? Sudah dapat ditebak dari sana.

Kesalahan kedua mereka adalah, dengan terlalu tidak gegabah dalam melakukan Teamfight. Beberapa kesalahan kecil ketika Teamfight, mampu dimanfaatkan dengan sangat jenius oleh para pemain TSM.


Segalanya berjalan lancar bagi TSM hari ini. Dan jika mereka dapat mempertahankan ritme tersebut, pertarungan final melawan Immortals minggu depan mungkin akan berjalan dengan lancar.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply