Team SoloMid Tumbang, Namun Zven Malah Jadi Pemain Nomor 1 di NA

Team SoloMid Tumbang, Namun Zven Malah Jadi Pemain Nomor 1 di NA
Zven TSM NA LCS

Kekalahan memang selalu terasa menyakitkan. Hal itu juga tidak terkecuali untuk sosok Zven, ADC dari tim TSM yang harus merelakan tiket juara NA LCS Spring 2018, serta satu slot ke MSI 2018. Meskipun dia harus melihat tim barunya ini dikalahkan oleh Clutch Gaming, Zven sepertinya tidak mau terlalu lama terpuruk dalam kekalahan.

Zven membuktikan bahwa dirinya tetaplah pemain yang patut dihargai sebagai salah satu yang terbaik. Dalam hitungan beberapa jam yang lalu, Zven berhasil mencapai peringkat satu Challenger di NA, mengalahkan Bjergsen, serta beberapa pemain hebat lainnya.

zven

Tepat di urutan kedua, Zven cukup memiliki perbedaan poin yang besar. Di peringkat tujuh besar saja, hanya ada Solo dan Febiven yang bermain untuk Clutch Gaming (yang notabene adalah tim yang menumbangkan TSM) dan berstatus pemain profesional di NA LCS.

Dengan perolehan 1213 LP, bisa dilihat bahwa Zven memiliki Ratio kemenangan sebanyak 57%, dengan rincian, 256 menang, serta 192 kali kalah. Total, Zven sudah bermain sebanyak 448 kali di Ranked ini.

Hebatnya, dalam mencapai peringkat nomor satu itu, Zven berhasil membukukan 15 kemenangan beruntun!

zven1
Zven membukukan 15 kemenangan beruntun

Uniknya lagi, Zven bukan hanya bermain Champion ADC saja loh. Dia juga cukup sering bermain Champion di luar ADC, seperti Support dan juga Jungle. Pemain jago tentunya dituntut untuk memiliki fleksibilitas dalam bermain.

Well, meskipun gagal lolos ke babak Semi-final Play-off NA LCS Spring 2018 bersama TSM, Zven tidak lantas patah semangat dan menderita terlalu lama. Memang kegagalan ini adalah kegagalan yang sangat berat. Namun semuanya tidak patut untuk disesali terlalu lama. Bangkit adalah satu-satunya jalan terbaik. Selang beberapa hari saja, Zven langsung berusaha keras di Ranked dan mendorong dirinya untuk menjadi yang nomor satu.


Hal ini juga sepertinya bisa kita jadikan pelajaran. Jika Zven saja bisa, mengapa kalian tidak?

Raka Marko

Leave a Reply