Wawancara Dengan StormRage, Kapten Tim Devoticore

Wawancara Dengan StormRage, Kapten Tim Devoticore
Erricson "StormRage" di LGS Spring 2017
Erricson “StormRage” di LGS Spring 2017

Pada final Legion of Champions Series II Indonesia kemarin, juara LGS Summer 2017 Headhunters berhadapan dengan tim yang benar-benar baru di dunia kompetitif Indonesia bernama Devoticore. Meskipun nama tim ini baru terdengar, namun mereka ternyata adalah tim gabungan antara para pemain LGS.

Salah satu pemain dalam tim Devoticore adalah Erricson “StormRage” yang bermain di toplane. StormRage sendiri bukanlah pemain baru di LGS. Ia pernah merasakan sendiri kerasnya persaingan di LGS bersama tim Kaliantusa selama 2 musim. Kisahnya berjuang di kancah kompetitif LOL Indonesia juga pernah dituangkan dalam seri video pendek “Tenacity”.

Kaliantusa sendiri membubarkan diri setelah mereka gagal di LGS Summer Promotion, dan akhirnya StormRage memutuskan untuk bergabung dengan tim baru ini.

Jadi, bagaimana pendapat StormRage tentang final LOC kemarin dan rencananya untuk 2018 bersama Devoticore? Berikut adalah hasil wawancara singkatnya.

 


Hello StormRage, pertama-tama selamat untuk anda dan tim Devoticore setelah menjadi juara 2 di LOC Series II. Match yang tangguh melawan HNT, walaupun kalian kalah 0-3 tapi kalian berhasil memberikan hiburan dengan permainan early game yang baik. Apa komentar anda terhadap series final tersebut?

Hallo untuk Hasagi, Yota dan fans Devoticore yang ada di luar sana. Pendapat saya sendiri untuk game series final di LOC sedikit kurang memuaskan. Saya sendiri punya keinginan untuk menang, walaupun team kami tergolong baru. Tapi kita tidak patah semangat dan tetap melanjutkan series tersebut.


Satu hal unik dari Devoticore adalah kalian ternyata memiliki coach saat pick & ban berlangsung, bolehkah kalian memperkenalkannya? Siapakah dia dan mengapa ia menjadi coach Devoticore?

Yup ini dia coach kami, Thomas Vetra (https://www.facebook.com/thomas.v.s2). Beliau selaku coach dan manager yang membantu mengurus kami ingame dan di luar game.
Thomas sendiri adalah coach dari team Lazarus. Thomas diperkenalkan dan dipromosikan menjadi coach lewat salah satu pemain kami Yodhi Fherdial (Madamatsu).


Bisa sedikit ceritakan tentang perubahan dari GNF menuju DVC? Apa saja yang berbeda dari keduanya?

Saya sendiri kurang tau GNF sebelumnya seperti apa, tapi Devoticore adalah brand new team dengan visi dan misi yang kita samakan dan terbentuk. So, bisa dibilang ini adalah tim baru dengan pemain yang sudah pernah bermain di LGS.


Devoticore itu artinya apa? Mengapa kalian memilih menggunakan Devoticore sebagai nama tim?

Devoticore itu diambil dari kata Devotion (kesetiaan) dan Core (inti). Kalo diartiin sebenarnya jadi inti kesetiaan. Lambangnya sendiri ambil dari kepala Manticore (hewan mistis berbadan singa dan berekor kalajengking).


Roster kalian sekarang terbentuk dari tim GNF, KZ dan Kaliantusa. Apakah kalian tetap dengan formasi ini untuk LGS?

Untuk formasi lineup kita di LGS masi dipersiapkan karena kita memiliki sub, dan yang akan decide untuk bermain adalah coach kami. So, stay tune saja.


Setelah LOC, bagaimana kalian menghadapi musim 2018 terutama LGS? Target apa yang akan kalian capai?

Sebenernya LOC ini ada momen untuk scouting new player yang berpotensi sekaligus melihat lawan kami untuk di LGS nanti. Untuk LGS sendiri kami terus berlatih Solo Queue maupun Flex di server luar. Target sendiri sudah pasti ingin menjadi new champion, kami akan berusaha untuk bermain dengan baik dan konstan selama musim LGS berlangsung.


Setelah LOC maka berakhirlah sudah musim kompetisi untuk 2017. Apakah kalian saat ini masih tetap latihan untuk LGS tahun depan? Atau istirahat dulu menikmati libur akhir tahun?

Beberapa pemain abis LOC kemaren sih ada yang jatuh sakit dan istirahat. Sisanya masi ada yang solo queue karena belum ada plan untuk natal dan tahun baru sih.

 

Itulah dia wawancara singkat dengan StormRage, toplaner tim Devoticore. Semoga sukses untuk perjalanannya di tahun 2018, ya!

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply