Wolfy: Kepergian Henry Memacu Semangat Para Pemain Armored Project

Wolfy: Kepergian Henry Memacu Semangat Para Pemain Armored Project
36051480_2162826853952258_4599665083570716672_n

Kurang lebih dua minggu lagi kita semua akan segera menyaksikan sebuah pergelaran festival megah masa kini dari perpaduan kompetisi esports League of Legends dan konser musik di Asia Tenggara. Pada tanggal 4-5 Agustus 2018 nanti, Singapore Indoor Stadium akan menjadi saksi-bisu lahirnya juara Hyperplay 2018.

Sebagai perwakilan dari Indonesia, Armored Project (AP) berkesempatan untuk mengukir sejarah manis dalam aksi perdana mereka di kompetisi Internasional. Demi mewujudkan hal tersebut, AP tentu mempersiapkan banyak hal agar bisa tampil impresif saat berhadapan dengan tim kuat Asia Tenggara lainnya.

Hasagi mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan nahkoda tim, Florian “Wolfy” George, seputar persiapan Armored Project untuk Hyperplay 2018. Wolfy mengatakan bahwa perjalanan tim asuhannya di Hyperplay cukup terjal, mengingat beberapa tim yang ikut serta seperti seperti Kuala Lumpur Hunters (Malaysia) dan Sovereign (Singapura) tidak pernah absen dalam ajang Garena Premier League (GPL), .

37013210_2069981336652423_2578734107236237312_o

 


“Lawan terberat bagi kami pasti Malaysia dan Singapura. Kita tahu bahwa KLH (Kuala Lumpur Hunters) dan SVR (Sovereign) merupakan tim langganan GPL. Selain itu masih ada Vietnam. Meski pemainnya merupkan jebolan dari Vietnam Series Championship B (VCSB), mereka adalah pemain top Challenger server Vietnam. Thailand dan Filipina juga tidak boleh dianggap remeh.” ujar Wolfy.

“Persiapan atau rencana khusus melawan mereka pasti ada, namun sekarang ini kita benar-benar fokus dalam memperkuat tim dengan latihan rutin kurang lebih 12 jam sehari. Sesi latihan tersebut kita isi dengan Solo Queue, Scrim, serta review pertandingan.” lanjutnya.

armored-project1

Selain berbicara mengenai lawan-lawan dan persiapannya di Hyperplay, Wolfy juga sempat sedikit memberikan pendapatnya mengenai kepergian Henry “Wanderlust” Salim, yang memutuskan untuk berlabuh ke Headhunters.

“Kami bangga pernah memiliki pemain dan rekan sehebat Henry. Oleh karena itu, kepindahan Wanderlust lumayan membuat kami kesulitan, karena saat itu AP sedang menjalani turnamen,” ucap pemuda blasteran Indonesia-Jerman tersebut.

“Bersama Wanderlust, Armored Project berhasil memenangkan kualifikasi Hyperplay. Padahal saat itu tim ini baru dibentuk. Positifnya, keputusan Wanderlust untuk bergabung bersama Headhunters membuat semua pemain AP terpacu untuk bisa tampil lebih baik,” ujar pemuda yang lahir 12 September 1997 tersebut.

Sebelum menutup wawancara, Wolfy juga sempat mengungkapkan harapan mereka saat di pertandingan Hyperplay nanti. “Kita semua berharap besar, semoga Armored Project nanti bisa tampil dengan maksimal dan mampu lolos dari group stage dan bermain di Main Event.” tutupnya.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply