World Championship 2018 Group Stage Day 6 Recap: EU Pride

World Championship 2018 Group Stage Day 6 Recap: EU Pride
G2 Esports

Keberhasilan Vitality pada pertandingan kemarin menjadi inspirasi bagi tim-tim barat khususnya tim-tim EU untuk meraih kesuksesan yang sama atau bahkan lebih. Mereka sadar bahwa meniru permainan hanya akan membatasi diri dan mulai bermain dengan gaya permainannya sendiri.

Tim pertama yang berhasil menunjukkan ini adalah Cloud9. Dengan berbekal gaya bermain yang agresif dan Snowball, Cloud9 berhasil menumbangkan lawan-lawan di Grup B yang terbilang kuat dan lolos ke babak Knockout Stage.

G2 Esports bertekad untuk melakukan hal yang serupa saat melakoni pertandingan Group Stage kemarin yang menjadi penentuan Grup A. Berdasarkan hasil yang diraih pada babak pertama, G2 Esports memiliki peluang untuk lolos ke Knockout Stage. G2 Esports hanya perlu untuk mengulangi kesuksesan tersebut saat bertanding kemarin.

Namun perjalanan G2 Esports pastinya tidak akan mudah. Afreeca Freecs sudah menemukan kembali permainan yang mereka cari, Flash Wolves sudah pasti akan menyiapkan strategi untuk menangkal permainan G2 Esports, sementara Phong Vu Buffalo siap untuk “meledak” kapan saja jika G2 Esports tidak waspada.

Hal-hal tersebut tidak membuat mereka gentar. Hasilnya? Untuk pertama kalinya dalam sejarah organisasi, G2 Esports berhasil melangkah ke Knockout Stage!

G2 Esports vs Phong Vu Buffalo – Winner: G2 Esports


Agresi early yang ditunjukkan oleh Phong Vu Buffalo berhasil membawa mereka unggul. G2 Esports hanya bisa bermain bertahan sambil mencuri satu-dua kill dan menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan balik.

Perkz muncul sebagai pahlawan G2 Esports. Sejak Mid Game, ia berhasil mendapatkan satu-dua kill kepada pemain Carry Phong Vu Buffalo dan memaksa Phong Vu Buffalo untuk menargetkan serangannya kepada Perkz. Usaha mereka mengincar Perkz selalu berakhir sia-sia karena Perkz selalu menemukan cara untuk melarikan diri sambil memberikan perlawanan.

Dari permainan Perkz, G2 Esports berhasil bangkit dan memberikan perlawanan balik kepada Phong Vu Buffalo. Setelah melakoni beberapa teamfight yang terbilang chaos dan mendapatkan Baron Buff, G2 Esports berhasil mengunci kemenangan pada menit ke-47.

Flash Wolves vs G2 Esports – Winner: Flash Wolves


Melihat Heimerdinger kembali menjadi target ban, Hjarnan mengeluarkan satu lagi Pocket Pick-nya yakni Brand. Sejak early, permainan sudah terlihat kacau dan berdarah-darah karena kedua tim sama-sama ingin saling bertarung. Skirmish dan team fight sangat umum terjadi sepanjang permainan berlangsung.

Sayangnya saat akan memasuki Mid-Late Game, G2 Esports mengalami kesulitan karena sosok Sion yang dimainkan oleh Hanabi. Di setiap team fight, Hanabi selalu menjadi Tank yang sangat tangguh dan mampu menerima semua serangan dari pemain G2 Esports sehingga lini belakang Flash Wolves aman dari serangan lawan.

Comp milik G2 Esports semakin tidak efektif saat memasuki Late Game, sementara Flash Wolves menjadi lebih kuat. Meskipun G2 Esports berhasil memenangkan beberapat team fight balasan, hal tersebut tidak cukup untuk menahan agresi Flash Wolves. Di team fight terakhir, TP cancel dari Perkz menjadi akhir G2 Esports dan Flash Wolves sukses mengunci kemenangan pada menit ke-43.

Setelah pertandingan ini, G2 Esports berada pada situasi genting. Afreeca Freecs berhasil lolos usai menaklukkan Phong Vu Buffalo. Nasib mereka kini bergantung pada Phong Vu Buffalo. Jika Phong Vu Buffalo berhasil menang melawan Flash Wolves, maka Seed pertama tidak akan diklaim oleh Flash Wolves.

Flash Wolves vs Phong Vu Buffalo – Winner: Phong Vu Buffalo


Sama seperti pertandingan sebelumnya, pertumpahan darah sudah terjadi sejak Early Game. Kedua tim sama-sama saling menekan dan bertukar kill sepanjang permainan sehingga menyebabkan kebuntuan. Kebuntuan tersebut baru pecah usai Flash Wolves memenangkan team fight di Mid Game. Flash Wolves memperpanjang keunggulan dan menekan Phong Vu Buffalo.

Kesempatan yang ditunggu-tunggu Phong Vu Buffalo tiba setelah berhasil memenangkan team fight dan mendapatkan Baron Buff. Dari kemenangan itu, Phong Vu Buffalo tahu bagaimana cara menangani team fight Flash Wolves dan mulai menekan balik. Flash Wolves memberikan perlawanan yang sengit, namun perlawanan tersebut tidak mampu menghentikan laju Phong Vu Buffalo.

Perlawanan Flash Wolves baru bisa diredam saat Phong Vu Buffalo berhasil mendapatkan Baron Buff dan Elder Buff. Kedua buff tersebut membuat Phong Vu Buffalo menjadi semakin tangguh. Dalam 41 menit, Phong Vu Buffalo berhasil meraih kemenangan pad laga terakhirnya.

Berkat kemenangan ini, G2 Esports masih punya kesempatan untuk mengunci posisi pertama. Namun di saat bersamaan mereka juga akan menghadapi lawan tangguh yang juga menginginkan posisi pertama, yakni Afreeca Freecs. Jika G2 Esports gagal meraih kemenangan, mau tak mau mereka harus melakoni laga Tiebreaker melawan Flash Wolves.

G2 Esports vs Afreeca Freecs – Winner: Afreeca Freecs


Menggunakan comp yang jauh lebih tangguh untuk menghadapi skirmish dan team fight, sejak early Afreeca Freecs berhasil unggul. G2 Esports yang mengandalkan comp serangan side lane terpaksa menghindari kontak apa pun dengan Afreeca Freecs supaya tidak terjadi team fight.

Lewat permainan macro, G2 Esports berhasil menciptakan keunggulan yang cukup jauh namun Afreeca Freecs terus mengejar dan beberapa kali mencoba memaksa G2 Esports untuk melakukan team fight. Sayangnya, Afreeca Freecs berhasil menemukan celah saat G2 Esports berhasil mengamankan Baron. Dengan comp yang lebih unggul, dengan mudah Afreeca Freecs menyapu empat pemain G2 Esports.

Setiap kali mendapatkan celah untuk masuk ke lini belakang G2 Esports, Kramer langsung menggunakan Killer Instinct untuk masuk dan menghabisi lini belakang G2 Esports yang rapuh. Dalam 40 menit, Afreeca Freecs berhasil mengamankan posisi pertama grup A.

Flash Wolves vs G2 Esports – Tiebreaker – Winner: G2 Esports


Satu kesalahan besar dilakukan oleh Flash Wolves yakni dengan membiarkan Heimerdinger terbuka. Tanpa ragu-ragu, Hjarnan langsung mengamankan Heimerdinger. Flash Wolves yang terlihat siap meng-counter pick ini langsung mengunci Mordekaiser untuk Betty.

Sayangnya, pick ini justru berjalan tidak sesuai rencana. Mordekaiser sama sekali tidak bisa mendapatkan kontrol Drake untuk menekan Botlane G2 Esports. Sebaliknya, Hjarnan terus menekan dan memojokkan duo Botlane Flash Wolves. Wadid selalu siap dengan kombo CC miliknya untuk memukul mundur pemain Flash Wolves.

Tidak hanya di Botlane saja, namun lane Flash Wolves lainnya juga bermain dengan buruk. Hanabi terlihat kurang menguasai Urgot sehingga sering sekali mati dan sering meleset saat menembakan misil Fear Beyond Death. Wunder dan Perkz juga mendapatkan comfort pick-nya dan sukses mengubrak-abrik Flash Wolves.

Setelah berjuang selama 32 menit, pada akhirnya G2 Esports berhasil meruntuhkan Nexus Flash Wolves dan berhak lolos ke Knockout Stage.

==

Afreeca Freecs dan G2 Esports berhak melangkah ke Knockout Stage, sementara Flash Wolves dan Phong Vu Buffalo harus mengakhiri perjalanannya sampai di sini. However, G2 Esports tidak melupakan begitu saja jasa Phong Vu Buffalo. Mereka berterima kasih kepada Phong Vu Buffalo yang sudah memberikan mereka kesempatan.

https://twitter.com/G2esports/status/1051863175891742720

Keberhasilan G2 Esports ini juga semakin memperpanjang rekor kemenangan tim-tim EU pada laga Tiebreaker. Setelah laga ini, EU tercatat memiliki rekor tujuh kemenangan beruntun pada laga Tiebreaker sejak tahun 2013.

Dpjt3ZsW0AEme1-

Babak kedua Group Stage akan berlanjut hari ini  saat tim-tim penghuni Grup C kt Rolster, EDward Gaming, Team Liquid, dan MAD Team akan bertarung untuk memperebutkan dua spot di Knockout Stage.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply