Xerxe UOL Pick Cho’Gath Jungle dan Lagi-Lagi Kembali Menjadi Malapetaka

Xerxe UOL Pick Cho'Gath Jungle dan Lagi-Lagi Kembali Menjadi Malapetaka

i

Jungler Unicorns of Love, Andrei “Xerxe” Dragomir telah membuat sebuah nama untuk dirinya sendiri di UE LCS dengan player yang selalu pick champion di luar meta dalam pertandingan penting. Dalam pertandingan debutnya melawan Team Vitality pada minggu pertama Spring Split di bulan Januari, Xerxe menggunakan Rumble untuk dijadikan sebagai jungle. Yang mampu memberi Unicorn kemenangan.

Xerxe melanjutkan tren dan kebiasaannya di Summer Split, yang baru-baru ini telah menarik perhatian banyak orang yaitu dengan pick Kindred pada pertandingan minggu lalu yang berakhir menjadi malapetaka. Dan kembali lagi sampai sekarang, di saat Unicorns of Love berhadapan dengan Roccat. UOL begitu percaya dirinya dengan melakukan pick Cho’Gath untuk dijadikan sebagai jungle.

Tapi Roccat mendikte permainan dengan memanfaatkan gaya bermain agresif dari Unicorn. Mereka bermain dengan mudah, mendapatkan kill dengan baik dan memimpin gold di early game. Dan berkat kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Unicorn, akhirnya semua ini memudahkan Roccat untuk meraih kemenangan.

Ini semua bukan berarti Xerxe yang gagal karena melakukan pick Cho’Gath. Karena pada awal permainan, Cho’Gath yang dia mainkan mampu melakukan jungle clear dengan mudah. Dia melakukan gank yang terus-menerus mengancam sehingga memaksa para pemain Roccat untuk membuang banyak spell, walaupun semua itu belum bisa mengunggulakn Unicorn).

Kemudian pertandingan berlanjut, seiring berjalannya game semakin banyak sekali ancaman yang diberikan Cho’gath, perlahan Unicorn bisa mengimbangi Roccat. Akhirnya semua ini memaksa Roccat untuk melarikan diri saat melihat monster Void datang. Oleh karena itu, Roccat dipaksa untuk menyelesaikan permainan dengan cepat atau mereka akan memberi Unicorn sebuah jendela untuk melakukan comeback. Satu Teamfight-pun terjadi, adanya hard CC dari Thresh, knock-up dari Galio, burst damage dari Lissandra, serta damage per-second yang diberikan Kalista; membuat Kha’Zix dari Roccat dengan mudahnya untuk bisa mengeksekusi para pemain dari Unicorn. 

Akhirnya Roccat memenangkan seri ini dengan skor 2-1. Apa yang dilakukan Xerxe sebenarnya tidak salah, karena dia telah memaksimalkan Cho’Gath dengan sangat baik pada game tersebut. Tapi lagi-lagi nampaknya kerja sama tim lah yang lebih penting.

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply