Isu Hubungan Panas Antara Riot Games dan Tencent Mencuat

Isu Hubungan Panas Antara Riot Games dan Tencent Mencuat
RIOT

Beredar kabar tidak mengenakkan terkait hubungan antara Riot Games dan Tencent. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh The Information, kedua perusahaan yang disebut banyak pihak “bersaudara” tersebut ternyata menyimpan sebuah masalah yang cukup besar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan “lebih dari 40 orang yang sangat dekat dengan Riot dan Tencent,” termasuk karyawan dan mantan karyawan mereka, The Information merilis sebuah artikel yang memaparkan masalah tersebunyi yang selama ini menggerayangi Riot dan Tencent.

Artikel yang dirilis oleh The Information menekankan pada akuisisi yang dilakukan Tencent terhadap Riot pada 2011 lalu. The Information menyebut bahwa penurunan minat pemain League of Legends dan keinginan Tencent untuk fokus pada Mobile Gaming menjadi penyulut perselisihan yang terjadi.

LoL-Worlds-2017-Group-Stage-Day-2-Betting-FeaturedHeader

Ketika game mobile sekarang lebih diminati ketimbang game “hardcore” yang ada di PC, Tencent sebenarnya telah berbicara dengan Riot untuk mengubah satu-satunya game dari Riot, League of Legends, menjadi game mobile tanpa harus menghapuskan game yang ada di PC sekarang ini. Namun, Riot menolak hal tersebut.

Alasan dari Riot sendiri adalah karena pengalaman bermain dari League of Legends tidak bisa direplika dan dimasukkan ke dalam smartphone atau handphone. Lalu pada akhirnya, Tencent membuat game mereka sendiri, Wangzhe Rongyao, yang diartikan sebagai Honor of Kings pada 2015.

Ketika Riot melihat screenshot awal dari game tersebut, yang mana sekarang lebih dikenalnya sebagai Arena of Valor, para pegawai dari Riot nampaknya terlihat tidak senang.

“Kami sangat terkejut,” kata salah seorang mantan karyawan Riot Games saat diwawancarai oleh The Information. “Mereka menyontoh properti intelektual pribadi milik kami.”

Riot pun sebenarnya sudah membicarakan hal ini dengan Tencent. Akhirnya, Tencent pun merespon dengan mengubah game milik mereka tersebut sebagai produk mereka sendiri, tanpa ada hubungan dengan League of Legends. Game Honor of Kings milik Tencent tersebut menjadi populer di Tiongkok pada akhir 2017 lalu. Di sisi lain, popularitas game itu sendiri tentu bukanlah hal yang menyenangkan bagi Riot.

AOV

Tidak sampai di situ, ternyata Tencent sebagai pemegang saham di Bluehole dan Epic Games juga sedang berfokus pada dua game lainnya, yaitu PlayerUnknown’s Battlegrounds dan Fortnite. Hal ini dikarenakan adanya penurunan jumlah pemain yang berpengaruh besar pada keuntungan yang diperoleh League of Legends.

Namun, ketika The Information menanyakan kepada CEO Riot Games, Nicolo Laurent, mengenai hal tersebut, ia menyatakan bahwa hal terkait penurunan keuntungan yang signifikan tersebut tidaklah benar. Ia pun memberikan pernyataan resmi kepada Dotesports yang sempat mempublikasikan artikel terkait topik yang sama.

“Memang, pemain League of Legends tidak lagi sebanyak yang dulu, namun game ini masih merupakan salah satu yang paling banyak dimainkan di dunia. Dengan adanya penambahan konten yang sedang kami lakukan saat ini, kami harap bisa membantu meningkatkan jumlah pemain kami. Yang pasti, keadaan League of Legends saat ini tidak seterpuruk yang dikatakan.”

Pernyataan Laurent tersebut bertolak belakang dengan pernyataan beberapa karyawan dan mantan karyawan Riot yang mengatakan adanya rapat besar pada Maret lalu yang membicarakan keadaan perusahaan yang sedang tidak baik.

Namun, yang pasti, baik Beck (Co-Chairman Riot Games) maupun Laurent, keduanya menyatakan bahwa hubungan Riot dengan Tencent sangatlah baik. Terkait isu mengenai game Honor of Kings, keduanya menganggap itu hanyalah perselisihan kecil yang telah berlalu. Hal tersebut justru membuat hubungan Riot dan Tencent menjadi semakin dekat. Kini, mereka bekerjasama untuk mengembangkan masa depan perusahaan, baik bagi League of Legends maupun game lainnya.

 

Aldilla Adam

Rap and League of Legends seems to be a nice combination, right?

Facebook Twitter 

Leave a Reply