ADC, Role yang Paling Dirugikan di Season 2017?

ADC, Role yang Paling Dirugikan di Season 2017?

ashe

RIOT selalu memperbarui meta League of Legends di setiap saat ketika para pemain membutuhkannya. Melalui forum NA League of Legends para pemain bisa berinteraksi sekaligus tanya jawab tentang kemungkinan masa depan dari sang game tercinta. Setiap perubahan meta baru yang dihadirkan oleh  Riot tentu membawa pengaruh bagi keseimbangan permainan.

Meta dapat dikatakan sebagai ide baru dari sistem permainan dalam League of Legends di waktu sekarang. Pada patch terbaru ini, banyak yang berpendapat bahwa Topl dan Mid terlalu berperan penting dalam permainan dibandingkan dengan role-role yang lain.

Kita tahu bahwa mekanisme Jungler baru saja diperbaruhi, dan ini membuat peran Jungler kurang optimal walaupun efeknya di dalam permainan masih besar. Sementara Support adalah peran yang paling tidak krusial dan berpengaruh di dalam tim sehingga semakin ditinggalkan oleh pemain.

Baru-baru ini para pemain League of Legends mengkritik kebijakan RIOT dalam membuat Meta Game. Mereka menilai peran ADC dirasa semakin klasik dengan tipe champion yang sama. Kemampuan role ini juga dirasa semakin tidak diuntungkan waktu demi waktu seiring perubahan yang dilakukan di posisi support.

roles

Inilah analisa Meta Trend League of Legends di Season 2017:

TOP: Pada posisi toplane meta yang sering digunakan adalah champions Mele Tank AD, seperti Poppy, Maokai, Nautilus, Ekko, dan lain sebagainya. Hampir semua pemain profesional menggunakan champions tersebut dalam pertandingan. CS tidaklah penting, hal yang paling utama adalah bagaimana mereka dapat membuild tank dan bertahan paling lama dalam teamfight di late game. Apalagi ditambah Champions Mastery yang paling baru yaitu Ages for Courage of the Colossus membuat ketebalan HP mereka menjadi semakin gila.

Jungle: Statistik di tahun 2016 membuktikan bahwa peran Jungler dalam permainan sangatlah vital. Jungler dirasa mempunyai keuntungan yang lebih dibanding dengan role yang lain, sehingga membuat Meta Game untuk Jengler adalah AD atau AP champions yang dapat melakukan ganking di early game seperti Lee Sin, Elise, Nidalee, dll. Perubahan di preseason sepertinya akan membuat jungler kesulitan, namun hal tersebut tampaknya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk para Jungler menemukan solusi optimalisiasi Jungler di tahun 2017.

MID: Meta Game untuk Midlane merupakan peran paling penting di dalam tim. Pemain yang menguasai Midlane mempunyai kemungkinan yang besar untuk memenangkan pertandingan. Kebanyakan mereka menggunakan Champions AP yang cepat dalam clearing minion sehingga membuatnya unggul dalam perolehan CS. Keunggulan di early game membuat damage yang dihasilkan oleh Midlane di late teamfight benar-benar sangat berpengaruh dalam proses kemenangan tim.

ADC: Saat ini sepertinya adalah role yang paling buruk untuk ADC semenjak season satu. Meta saat ini menginginkan ADC yang mempunyai damage AD yang besar di early game. Hal ini membuat mereka tidak mempunyai mobility dan escaping tool untuk melarikan diri dalam ganking, contohnya adalah Jhin dan Ashe. Lucian dan Ezreal mungkin dapat dikategorikan ke AD Champions yang mempunyai escaping skill tetapi damage yang dihasilkan masih kurang dibandingkan oleh kedua champions sebelumnya.

1_adc_id1362097000_113043

Kesialan lain adalah Jungle yang diuntungkan untuk melakukan ganking dan Support yang semakin hari semakin berkurang peranannya di dalam tim untuk membantu kemenangan. Positioning dan skill pemain adalah satu-satunya hal yang membuat ADC masih mendapatkan tempat di hati para pemain League of Legends.

Support: Support adalah role yang paling memprihatinkan di dalam meta League of Legends saat ini. Walaupun seperti namanya yaitu support namun seharusnya semua posisi mempunyai peran yang sama krusialnya untuk memenangkan permainan. Support biasanya selalu menghabiskan goldnya untuk membeli ward dan support items seperti SS, Redemption, Scolari, dll. Hal ini membuat kemampuannya di teamfight menjadi berkurang dan semakin hari semakin sulit untuk dilakukan dan peminatnya pun semakin sedikit.

Dapat dilihat bahwa meta yang diterapkan oleh RIOT sangat simpel dan cenderung memberikan batasan kepada pemain League of Legends untuk berkreasi. Mungkin kita dapat membuat sesuatu strategi yang baru dalam permainan, namun lupakan untuk memenangkan permainan dengan strategimu tersebut. RIOT seperti membuat penghalang untuk pemain League of Legends memenangkan permainan menggunakan strategi mereka sendiri.

Apalagi sekarang peran ADC masih kalah vital dengan MID, TOP, dan Jungler. Padahal ADC seharusnya adalah pemain yang mengcarry tim untuk memenangkan permainan. RIOT harus segera mengubah meta game League of Legends agar lebih bersahabat lagi bagi para pemainnya. Mereka harus membiarkan pemain memiliki kreasi dan strategi sendiri dalam memenangkan permainan LOL tersebut.

Toxic | Salty | Blamer | Flamer Nick: J1Hyo (Twice) | Bronze 1

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments