Analisis: Kebangkitan Veigar di Solo Queue

Analisis: Kebangkitan Veigar di Solo Queue
Veigar

Kancah kompetitif terakhir, dimainkan pada patch 7.18. Ardent Censer yang menjadi item overpowered akhir-akhir ini pun menjadi sorotan pada beberapa patch terakhir. Dan inilah yang membuat League of Legends pada saat itu kurang stabil. Namun, patch 7.19 kemarin membawa nerf dan perubahan yang dibutuhkan untuk Worlds, karena memang untuk Worlds membutuhkan game yang stabil agar tercipta kompetisi yang seimbang. Nerf dan perubahan tersebut dikhususkan untuk semua yang sangat kuat dan bisa disalahgunakan saat dalam permainan.

Sejauh ini, perubahan terbesar pada patch 7.19 didapatkan oleh Xin Zhao dan Azir, yang memang benar-benar diberi full rework. Begitu pula dengan Veigar, yang bisa kembali ke meta midlane karena buff baru untuk W-nya (Dark Matter) yang bersinergi dengan perubahan pasif lamanya. Padahal dulunya, Veigar bahkan sangat susah untuk bisa survive di midlane.

veigar_0

Pertama, Veigar adalah mage bertipe control dengan atribut yang sangat unik. Ia memiliki scaling yang tidak terbatas, dan ia merupakan satu-satunya champion dengan fitur tersebut. Hal ini membuatnya menjadi pilihan dari para pemain yang senang untuk meng-carry timnya dan menjadi Juggernaut saat late game. Kedua, Veigar adalah mage bertipe control yang sangat lemah dalam farming dan laning di early game, yang mana memang tidak biasa bagi mage bertipe control, seperti Orianna, Taliyah, Syndra yang normalnya bisa mudah untuk menguasai midlane  saat laning phase di early game.

Yang membuat Veigar bisa berkompeten di meta midlane adalah; laning phase tidak relevan dengan snowball di dalam game. Kecuali jika kalian kalah di lane dengan cara yang sangat aneh (dengan 3 atau lebih kematian di dalam game), maka akan sangat sulit untuk snowball ke depannya. Namun, Veigar pun memiliki kit untuk melakukan comeback dari ini. Terutama dari E-nya (Event Horizon) yang memiliki area stun yang sangat besar, dan ultimate-nya yang bisa untuk mengeksekusi AD Carry dari musuh.

However, ada alat comeback baru untuk Veigar pada patch 7.19, yang mana adalah buff untuk W-nya. Saat stack-nya mencapai 50, cooldown dari W akan turun sebesar 10 persen. Hal ini berarti, jika Veigar mendapatkan 300 stack (yang mungkin bisa terjadi), ia akan mendapatkan 60 persen pengurangan cooldown untuk W. Dan jika Veigar memiliki 40 persen cooldown, W kalian hanya memiliki cooldown selama 2,88 detik saja.

veigar_super_minion_by_shiraydaku-d4an9wf

 

Dengan hal ini, Q dan W dari Veigar akan memiliki cooldown yang sama, dan akan memudahkan Veigar untuk melakukan burst terhadap musuh. Perlu diingat juga, combo dari Veigar pun damage-nya tidak sedikit. Apalagi jika ditambah dengan Lich Bane yang sangat bersinergi dengan scaling AP tid  ak terbatas dari Veigar, maka Veigar akan bisa membunuh musuh dengan mudah bahkan sebelum ia mengeluarkan ultimate-nya. Perlu diingat lagi bahwa Veigar memiliki area stun yang cukup besar juga, maka ia bisa membunuh lebih dari satu musuh saat team fight.

Overall, set up dari Veigar yang sekarang ini sangat cocok digunakan dalam meta yang sekarang, terlihat juga dari winrate-nya yang naik cukup tinggi jika dibandingkan dengan play rate-nya. Terlebihnya lagi, porsi besar dari winrate tersebut adalah para pemain baru yang belum memiliki pengalaman lebih di dalam bermain League of Legends.

Itulah mengapa, tidak diragukan lagi bahwa Veigar bisa mendominasi di meta midlane untuk ke depannya.

Aldilla Adam

Rap and League of Legends seems to be a nice combination, right?

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments