Champion-Champion Ini Kurang Populer di League, Kenapa Ya?

Champion-Champion Ini Kurang Populer di League, Kenapa Ya?

Sebagai game dengan unsur kompetitif yang tinggi, League of Legends memastikan setiap champion yang ada di dalamnya memiliki kelebihan dan juga kekurangan masing-masing.

50600_league_of_legends_vi_vs_jinx

Singkat kata, kalian tidak akan menemukan champions yang terlalu over-powered, atau sebaliknya, champion yang terlalu lemah. Kendati demikian, hal lain seperti popularitas tetap tidak dapat dihindarkan. Di dalam game ini terdapat beberapa champion yang jarang digunakan oleh pemain untuk bertempur di Rift, alias kurang terkenal.

Melalui artikel ini, Hasagi ingin mengajak kalian untuk berkenalan dengan beberapa champion kurang populer tersebut. Siapa saja mereka?

Galio

Makhluk berbentuk monster dengan sayap kelelawar di punggungnya ini merupakan satu dari sekian champions yang paling jarang digunakan oleh pemain League of Legends. Ketergantungannya pada Mana membuat ia dinilai kurang efektif untuk dibawa bertarung ke Rift. Masalah yang menimpa Galio ini sempat dicoba perbaiki oleh Riot Games lewat kehadiran patch 6.8.

1

Di patch 6.8, Galio mendapatkan pengurangan Mana untuk penggunaan skill Righteous Gust. Juga, ia diberikan peningkatan pada movement speed, membuatnya lebih gesit di saat mengejar lawan. Galio juga mendapatkan pengurangan cooldown untuk beberapa item favoritnya seperti Abyssal Scepter dan Zhonya’s Hourglass. Kedua perubahan ini diharapkan dapat membuat Galio menjadi lebih berguna dalam memenangkan team-fight.

Kendati demikian, kedatangan dua perubahan baru ini ternyata tetap tidak dapat memberikan bantuan yang berarti bagi Galio. Ia tetap tidak begitu efektif di saat tim membutuhkan dirinya untuk memberikan dorongan di lane. Bahkan, skill ultimate andalannya-Idol of Durand, yang sudah dilancarkan dengan tepat, juga tidak memiliki arti apa-apa bila tidak terdapat koordinasi tim yang baik.

Skarner

Dibandingkan dengan champion jenis jungle lainnya seperti Master Yi dan Lee Sin, Skarner jelaslah masih kurang populer. Bahkan Skarner memiliki persentase pick hanya sebesar 2,39% di setiap game. Ini berarti, ia hampir tidak pernah muncul di pikiran pemain di saat memilih champion.

2

Akan tetapi, sedikit perubahan baru pada item Trinity Force kini sukses mengubah Skarner menjadi champion yang cukup diperhitungkan kehadirannya. Penambahan attack speed dan pengurangan cooldown pada Trinity Force dinilai cukup cocok dengan kemampuan Skarner, membuatnya menjadi semakin kuat di saat ia berada di tengah hutan.

Skill Q Skarner memiliki rasio sebesar 45 persen untuk damage fisik, ditambah dengan bonus damage magic yang besarnya juga mencapai 45 persen. Ini cukup fleksibel, kamu bisa menggunakannya untuk spam sembari menunggu habisnya cooldown dari Crystal Slash. Skarner seharusnya mengucapkan terima kepada Crystalline Exoskeleton. Skill ini memberikan perisai, sekaligus menambah kecepatan bergerak, membuat Skarner jauh lebih alot dan gesit.

Sion

Apakah kamu tertarik untuk memainkan champion dengan kemampuan membuka pertempuran (initiate) sekaligus ditambah oleh bakat yang lumayan ‘gila’ dalam hal mengendalikan keramaian? Bila ya, mungkin Sion adalah pilihan yang cukup tepat.

3

Memang, peran utama Sion di Rift adalah Tank, namun menjadikannya sebagai Support juga bukanlah pilihan yang salah. Dan perlu kalian ketahui, Sion dengan jenis Support saat ini sedang populer di Korea Selatan. Bahkan, champion ini memiliki persentase kemenangan yang cukup tinggi, yakni sebesar 52,14 persen. Pemain-pemain League of Legends di negeri ginseng mulai sering memilih Sion di saat mereka menyadari kemampuan bertahan Sion yang cukup apik di lane bawah.

Sion memiliki masa-masa sulit untuk bertahan di Rift, terlebih lagi di saat ia harus bertemu dengan champion-champion lincah seperti Lucian, Ezreal, dan Vayne. Ketiga champion ini merupakan ancaman, mengingat mereka dapat dengan mudah menghindar dari kemampuan CC milik Sion. Hal ini jelas membuat Sion terlihat semakin tidak berguna di mata pemain.

Akan tetapi, Sion tidaklah sepenuhnya tak berguna. Bisa dibilang, ia adalah salah satu champion dengan keseimbangan ability yang menerima damage lebih banyak di saat pertempuran, dibandingkan dengan tanker-tanker lainnya. Juga, kemampuannya dalam hal CC membuat ia cukup diperhitungkan. Terlebih, ia juga sangat efektif untuk menghadapi ADC-ADC yang tidak gesit seperti Ashe maupun Miss Fortune.

Urgot

Banyak orang masih tidak mengetahui keberadaan Urgot. Bahkan, perannya di League of Legends masih dipertanyakan. Makhluk setengah manusia dengan penampilannya yang cukup menjijikan ini mempunyai persentase pick hanya sebesar 0,14 persen di setiap game. Urgot adalah salah satu ADC yang paling jarang diambil oleh pemain, baik dalam permainan biasa maupun di turnamen.

4

Hampir sama dengan Galio, Urgot juga terbelenggu dalam masalah ketergantungan terhadap pemakaian Mana. Selain itu, kelemahan lain juga terletak pada jarak serangannya yang pendek dan minimnya kemampuan untuk melarikan diri di saat musuh menyerangnya. Dengan sederet kekurangan ini, tentu kita tahu jelas mengapa Urgot tidak begitu populer.

Namun, terlepas dari semua kekurangannya di atas, ternyata Urgot memiliki kualitas bertempur yang cukup baik. Berbeda dengan ADC pada umumnya, champion yang dijuluki sebagai Headman Pride ini dapat berubah menjadi alot di waktu bersamaan di saat ia melancarkan serangan. Dua skill offensive miliknya, yakni Acid Hunter dan Noxian Corrosive Charge, sangat bisa diandalkan untuk melumpuhkan musuh dengan cepat. Kombinasi dua skill yang cukup mematikan ini memungkinkan Urgot untuk dapat terus menggertak lawannya keluar dari lane.

Skill W milik Urgot memberikan ia sebuah shield, sementara skill R memberikan ia kesempatan untuk bertukar posisi dengan mangsanya. Dengan kedua kemampuan di atas, dijamin Urgot mampu membunuh lawan dengan cepat, tanpa harus menerima damage lebih banyak.

Sejuani

Penyeimbangan alias nerf yang datang dari patch Cinderhulk membuat popularitas Sejuani di League of Legens terus menurun. Terlebih lagi, pengurangan efek dari kedua skill W dan R membuat wanita perkasa ini makin tenggelam oleh ketenaran champion lain. Banyak pemain akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Sejuani, beralih ke champion jenis jungle lain yang dinilai lebih efektif.

5

Akan tetapi, di saat Cinderhulk mendapatkan perubahan melalui patch 6.9, bersamaan dengan kehadiran beberapa perubahan baru lain, tampaknya Sejuani kembali bersinar untuk bertempur lagi di Summoner’s Rift.

Meski tidak sepopuler seperti saat dulu, namun Sejuani masih memiliki banyak penawaran yang cukup bagus untuk para pemain League of Legends. Glacial Prison adalah salah satu ultimate terbaik dan sangat berguna dalam team-fight. Skill ini memiliki jangkauan yang cukup jauh dan dapat membuat musuh stun seketika, membuat Sejuani dapat dengan mudah menggapai mangsanya. Glacial Prison juga sangat bermanfaat untuk melumpuhkan terlebih dahulu target yang dinilai sangat mengancam keselamatan tim.

Soal pertahanan, Sejuani juga cukup alot. Dan, skill Permafrost miliknya juga dapat diandalkan untuk memberikan damage besar ke musuh. Dengan kemampuan-kemampuannya ini, Sejuani adalah wanita yang tak hanya dingin, namun juga menyakitkan.

Cassiopeia

Pemberian piala untuk penghargaan sebagai champion kurang populer di League of Legends selanjutnya jatuh kepada Cassiopeia, The Serpent’s Embrance. Sama seperti teman-temannya di atas, sang wanita bertubuh ular ini mengalami penurunan popularitas akibat lingkungan baru yang didatangkan oleh Riot Games.

6

Namun jangan salah, dulunya Cassiopeia sempat populer dan bahkan ia sangat dapat diandalkan untuk melawan champion-champion jenis Mage seperti Swain, Ryze, dan Vladimir. Ia bisa menghindar dari serangan ketiga penyihir di atas dengan cepat dan efektif, terlebih lagi di saat early game.

Cassiopeia mendapatkan buff berupa penambahan jarak cast untuk kedua skill miliknya, Noxious Blast dan Miasma. Sementara itu, skill lainnya yakni Twin Fang mendapatkan penurunan cooldown sebesar 0,75 detik. Ditambah lagi, perubahan baru terakhir membuat dia menjadi lebih mudah untuk mengadu pukul dengan musuh, mengingat cooldown yang sudah berkurang.

Kombinasi item seperti Morellonomicon dan Abyssal Scepter juga memberikan penurunan cooldown, tambahan damage skill, dan bonus Mana sebesar 400 poin. Pilihan item lainnya adalah Archangel’s Staff, yang membuat Cassiopeia semakin gahar dalam melancarkan skill. Jelas, dengan kombinasi item yang ada, ditambah lagi oleh cooldown yang singkat, ular ini tak hanya sekedar berbahaya namun juga gesit.

Kayle

Sebagai penguasa lane atas, Kayle adalah salah satu champion dengan sederet skill yang paling mudah digunakan. Wanita yang dijuluki sebagai Judicator ini memang tidak terlalu mencolok bila dibandingkan dengan champion-champion lainnya. Namun, hal ini tidak bisa kamu jadikan sebagai alasan untuk memandang sebelah mata dirinya.

7

Kayle merupakan champion yang serba guna, ia dapat sendirian membawa timnya menuju ke pintu kemenangan. Ia cukup kuat dan dapat diandalkan untuk melawan champion-champion jenis melee, terutama di early game. Bahkan, ia akan tetap berguna pada team-fight di saat ia berada di posisi belakang. Malaikat penjaga Demacia ini dapat menyembuhkan rekan satu timnya yang terluka dengan Divine Blessing, sekaligus menambahkan kecepatan gerak mereka.

Dengan skill ultimate miliknya, Intervention, Kayle dapat memandikan dirinya beserta rekan satu timnya dengan Holy Light, membuat mereka kebal terhadap semua kerusakan selama beberapa detik. Baik di early game maupun end game, Kayle adalah support yang benar-benar menakutkan.

Wukong

Untuk waktu yang cukup lama, Wukong sudah tak lagi terlihat berkeliaran di tengah hutan. Dia memiliki playrate relatif rendah karena banyak pemain saat ini sudah beralih ke jungler-jungler lain yang dinilai lebih baik dalam hal menyerang maupun bertahan hidup, seperti Lee Sin dan Kha’Zix.

8

Meksi perubahan pada build yang mengandalkan item seperti Youmuu’s Ghostblade dan Black Claver banyak membantu champion-champion berjenis AD spellcaster, tampaknya Wukong tetap dibiarkan begitu saja untuk terus berdiam di balik Rift. Sang Kera Sakti seolah kehilangan pamor di dunia League of Legends.

Sebagai jungler, Wukong cukup tersiksa di early game. Bahkan, ia juga terlihat sangat lamban dalam hal mengumpulkan gold. Kendati demikian, bila kamu mau mengesampingkan kedua kelemahannya tersebut, kamu akan diberikan hadiah berupa skill ultimate – Cyclone di saat Wukong mencapai level 6.

Dengan Cyclone, Wukong dapat diandalkan untuk menjadi inisiator dalam membuka pertempuran. Ia maju dan kemudian berputar, memberikan damage ke seluruh lawan yang terperangkap dalam jangkauannya. Cara ini cukup efektif untuk mengejutkan lawan, terutama bila kamu mengkombinasikannya dengan Decoy.

Wukong mungkin bukanlah jungler favorit, namun kera ini menawarkan permainan yang begitu menyenangkan. Sebuah loncatan sederhana darinya mampu membuat kocar-kacir satu pasukan musuh. Yep, begitulah Wukong.

 

Teemo With Bomb

Aku suka jamur, kalau kamu?

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.


comments