Update Dinilai Terlalu Fokus untuk Kompetitif, Riot Angkat Bicara

Update Dinilai Terlalu Fokus untuk Kompetitif, Riot Angkat Bicara
Worlds2015

“Wah ini pasti balancingnya buat kompetitif”

“Lagi-lagi buat pro player, kapan ada balancing buat kita yang bukan pro player…”

“Pemain LoL kebanyakan bukan pemain kompetitif, jangan fokus ke pro player terus!”

Beberapa kalimat di atas adalah segelintir dari komentar-komentar negatif yang kerap muncul saat Riot merilis sebuah update. Banyak yang mengeluhkan keputusan Riot yang seringkali merilis update yang terlalu fokus kepada kancah kompetitif, bukan untuk pemain League of Legends secara keseluruhan.

Hal ini memang ada benarnya. Seringkali ada sebuah meta yang bisa bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama, namun Riot baru akan mengamati meta tersebut saat para pemain profesional mulai menerapkan meta tersebut pada pertandingan kompetitif.

Sebagai contoh, meta Ardent Censer yang baru disentuh oleh Riot setelah melihat kemunculannya di Worlds 2017. Padahal jika melihat kancah non-kompetitif, meta Ardent Censer sudah ada selama berbulan-bulan.

Janna_FrostQueenSkin

Riot memang mengakui kalau mereka terkadang merilis update yang fokus untuk kancah kompetitif dan terkadang bekerja sama dengan para pemain profesional. Meski begitu, hal itu dilakukan bukan untuk update kecil dua mingguan, melainkan demi sebuah perubahan besar yang dipercaya Riot akan memiliki dampak besar pada kancah kompetitif.

“Kami tidak pernah bertanya kepada pemain profesional mengenai update kecil-kecilan. Update yang kami maksud adalah perubahan besar-besaran yang akan mempengaruhi permainan di kancah kompetitif. Terkadang kami mengirimkan sebuah daftar yang berisi perubahan-perubahan tersebut kepada setiap tim di dunia,” tulis Riot di Nexus.

Riot juga memberikan dua contoh update yang melibatkan pemain profesional, yakni Rune Reforged dan 10 Ban. “Saat kami mengerjakan rune Reforged, kami mengundang beberapa pemain dari LCS dan LCK untuk menjadi playtester selama lebih dari setengah tahun sebelum kami merilis update tersebut pada Preseason.”

“Sedangkan untuk sistem 10 ban, kami memberikan semacam “blue print” kepada setiap organisasi di seluruh dunia. Kami juga mengundang tim-tim NA LCS untuk datang ke Riot Campus pada setiap weekend setelah bertanding untuk melakukan testing dan mendiskusikan format ini. Dari situ kami bisa mendapatkan berbagai feedback, salah satunya dari Huni (saat membela Immortals) yang terlihat antusias selama diskusi,” tambah Riot.

Echo Fox Huni NA LCS

Untuk ke depannya, Riot memang berencana untuk bekerja sama dengan pemain profesional untuk update lainnya, hanya saja ada sebuah halangan yang membuat rencana tersebut tidak segera terwujud. Mereka juga berencana untuk mengajak para pelatih, analis, dan staf tim profesional kedepannya.

“Tantangan tersebut adalah karena pemain profesional yang terus berlatih dan fokus pada perubahan yang ada di dalam permainan sehingga sulit bagi mereka untuk memikirkan perubahan apa saja yang pantas jika melihat keadaan permainan saat ini. Kami juga ingin mencoba untuk melibatkan para pelatih, analis, dan staf tim profesional ke depannya, karena feedback dari mereka juga tak kalah berharga,” tutup Riot.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply