Daily Tips: Menjadi Seorang Shotcaller

Daily Tips: Menjadi Seorang Shotcaller

cropped_2535-4133-225333

Di tiap permainan tim pasti ada seseorang yang menjadi pimpinan atau kapten, entah di sepakbola, basket, dan olahraga lainnya. Peran kapten di sini tidak hanya memimpin permainan tim guna mencapai kemenangan.

Sama halnya di League of Legends, hal tersebut juga ada. Jika kalian sering mengikuti ajang kompetitif pasti tidak asing dengan istilah “Shotcaller”.

Shotcaller adalah orang yang mengambil keputusan di dalam tim seperti kapan harus mengambil objektif (Dragon, Baron, dan Rift Herald), kapan akan teamfight, strategi apa yang pas saat teamfight, kapan harus push. Basically, shotcaller inilah yang menjadi kapten di dalam tim.


“Pentingkah peran seorang shotcaller?”

Peran shotcaller cukup vital. Tanpa adanya shotcaller, tidak akan ada sinergi di dalam tim. Semuanya akan bergerak sendiri-sendiri tanpa perencanaan yang jelas. Dengan adanya shotcaller, sinergi tim akan terlihat dan tim akan memiliki rencana yang jelas untuk menang.

Tim profesional sekalipun tidak akan bisa bermain dengan baik meskipun memiliki komposisi skuad yang bagus namun kemampuan shotcallingnya buruk. Saya beri contoh melalui sebuah video pertandingan EU LCS Summer 2016 antara Team Roccat melawan Unicorns of Love di minggu ke-8.

Terlihat sekali shotcalling dari Team Roccat sangat berantakan. Sang shotcaller tidak bisa menentukan apakah ingin teamfight atau ingin merebut Baron. Keunggulan yang pada awalnya menjadi milik Roccat berbalik menjadi keunggulan UoL.


“Bagaimana menjadi shotcaller yang baik?”

Ada 2 kunci shotcalling di League of Legends: Kontrol Objektif, dan Rotasi.

Kontrol Objektif adalah kemampuan tim untuk memberikan tekanan pada lawan dengan mengambil objektif seperti Dragon, Baron, Turret, dan Scuttle Crab.

Sedangkan untuk Rotasi adalah kemampuan pergerakan tim di map untuk merebut objektif, mendapatkan kill melalui gank atau teamfight, dan membuat peluang. Rotasi ini memiliki peran vital saat mid dan late game.

Selain 2 kunci tersebut, shotcaller juga memiliki aturan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

  • Jangan gampang ngetilt. Kalo sudah ngetilt susah calling dengan baik
  • Percaya diri. Kalo ragu nanti callingmu berantakan
  • Be a teamplayer. Kedengarannya gampang tapi sebenernya sulit karena ada pemain yang cenderung egois. Pemain inilah yang biasanya mempersulit shotcalling
  • Sering komunikasi dengan rekan setim
  • Bisa menghandle pressure. Terkadang ada situasi dimana kamu harus membuat keputusan dalam keadaan sulit
  • Jangan membahas kesalahan yang dilakukan rekan setim. Biasanya mereka akan mencari 1001 alasan untuk membenarkan kesalahan mereka dan biasanya akan berujung ke Blaming
  • Jangan membuka diskusi panjang ketika sudah di dalam game. Diskusi boleh tapi jangan kelamaan

Shotcaller yang baik harus menguasai beberapa kemampuan tertentu:

  • Decision Making yang baik
  • Kemampuan menganalisa informasi dengan cepat
  • Game sense yang baik (melihat dan membaca permainan)
  • Map Awareness yang baik

Contoh shotcaller terkenal: Hai, YellOwStaR, Bjergsen, Jankos, Froggen, Clearlove, Mata, Dade


“Role apa yang cocok menjadi shotcaller?”

Semua role bisa menjadi shotcaller namun yang biasa menjadi shotcaller adalah Jungler dan Midlaner. Mengapa? Jungler dan Midlaner memiliki pengaruh yang besar di early-mid game. Mereka umumnya memiliki map-awareness yang tinggi dan tidak hanya berfokus pada lane mereka sendiri. Selain itu mereka lebih sering berperan menjadi ganker dimana ganking adalah salah satu kunci menguasai permainan.


“Bagaimana cara kerja shotcaller?”

Shotcalling tidak 100% murni peran shotcaller, rekan setim lainnya juga harus membantu shotcaller. Shotcaller tidak akan bisa melakukan tindakan apa-apa tanpa informasi dari laner (Top, ADC, Support).

Penting untuk memberikan informasi kepada rekan setim lainnya seperti Summoner Spell apa yang sedang cooldown (Flash, Heal, atau Exhaust), build apa yang digunakan lawan (lihat itemnya dan perkirakan itemnya akan mengarah ke build apa), Posisi di lane (ada di lane atau miss), Posisi ward (di semak, sungai, atau lane).

Dengan adanya informasi yang terkumpul, Shotcaller bisa memulai perannya. Shotcaller bisa menentukan kapan akan gank, push, mengambil objektif, dan lain-lain. Rekan lain bisa memberikan saran atau kritik pada Shotcaller (ex: lawan mana yang menjadi prioritas utama, bagaimana akan masuk ke teamfight)

Terkadang ada situasi dimana strategi tidak sesuai harapan dan menimbulkan kekacauan di dalam tim dimana mendadak semua pemain menjadi Shotcaller (terutama saat teamfight). Jika situasi ini terjadi, ambil call yang paling penting atau paling dekat dengan strategi. Teamfight sulit diprediksi. Kita tidak tahu bagaimana teamfight berjalan kedepannya. Terkadang hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang tidak terduga terjadi.


“Bagaimana mengendalikan Objektif?”

  1. Scuttle Crab
    Setelah membunuh Scuttle Crab, akan muncul ward di depan pit Baron dan Dragon. Ward ini tidak bisa dihancurkan, berdurasi singkat, dan memberikan buff MS pada rekan setim yang melewati area ward. Ward dari Scuttle Crab sangat penting. Ward ini membantu mencegah gank yang datang dari sungai saat early game dan mampu memberikan keuntungan ketika akan Baron atau Dragon. Untuk jungler cobalah untuk menguasai Scuttle Crab.
  2. Dragons
    Dragon terdiri dari 4 macam (Infernal, Cloud, Ocean, Mountain). Tiap Dragon akan memberikan buff permanen berbeda untuk tim yang berhasil membunuh dragon. Buff tersebut memiliki stack maksimal 3. Dragon yang keluar juga bersifat acak alias dikendalikan oleh RNG dan akan keluar maksimal 3 kali per match. Dragon akan spawn tiap 6 menit sejak dibunuh.
    Infernal Drake : Bonus persen AD dan AP
    Ocean Drake : Bonus HP dan MP Regen out of combat
    Cloud Drake : Bonus MS out of combat
    Mountain Drake : Bonus True Damage ke Turret dan Epic Monster
    Setelah menit ke-35 keempat naga tadi akan digantikan dengan naga yang lebih kuat yaitu Elder Dragon. Elder Dragon akan spawn pada menit ke-35 dan akan terus muncul sampai permainan berakhir tiap 10 menit. Elder Dragon akan memberikan buff bernama Aspect of the Dragon. Buff ini akan melipatgandakan efek buff dari 4 naga sebelumnya dan memberikan bonus true damage baik spell dan basic attack ke non-turret unit selama 150 menit.
    Ada beberapa situasi untuk mengambil Dragon :
    – Botlane lawan sedang mati, terkena push, atau sedang mundur
    – Midlaner lawan mati atau sedang mundur
    – Jungler lawan mati atau terlihat di toplane dan posisi seluruh tim dekat dengan dragon
    – Turret lawan hancur sehingga lawan harus mengurus wave minion
    – Keadaan tim sedang unggul
    3. Baron Nashor
    Buff dari monster ini adalah yang terkuat. Buff yang didapat setelah membunuh Baron adalah bonus AD dan AP yang terus meningkat setiap waktu (scaling), mempersingkat durasi recall menjadi 4 detik, memberikan tambahan HP dan MP 50% saat recall sukses dan MS sebesar 80%, dan memperkuat minion di sekitar.
    Ada beberapa situasi untuk mengambil Baron :
    – Seluruh tim lawan mati setelah teamfight dan seluruh tim bisa membunuh Baron sebelum lawan respawn
    – Ingin memancing lawan untuk ke Baron (biasanya berujung ke teamfight)
    – Champion lawan yang paling jadi sedang kembali ke base. Meskipun nantinya akan berujung ke teamfight 5v4 setidaknya kondisi teamfight lebih mengunggulkan tim.
  3. Turret
    Kamu bisa mulai push turret setelah ganking lane berhasil (lane termudah adalah mid dan bot). Setelah turret hancur, ada baiknya rotasi ke lane lain untuk push turret selanjutnya (ex: setelah turret bot hancur biasanya pindah ke mid) atau mengambil objektif terlebih dulu (ex: turret bot hancur langsung ambil naga). Setelah turret berikutnya hancur bisa melanjutkan push, gank, atau teamfight.


“Bagaimana dengan rotasi?”

Rotasi adalah bergerak dari satu tempat ke tempat lain setelah mengambil objektif, push lane, dan teamfight (bukan recall terus pergi ke lane/objektif). Tujuan dari rotasi adalah memberikan pressure lebih ke lawan.


Cukup sudah mengenai shotcaller. Peran shotcaller sangat vital dalam menentukan strategi tim. Tanpa adanya shotcaller, sebuah tim tidak bisa disebut sebagai tim karena semuanya bergerak sendiri-sendiri. Tanpa adanya shotcaller yang baik juga akan menyulitkan strategi. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Laurent Vic

Not interested to play ranked games anymore. Still exploring Lordran, Drangleic, and Lothric

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments