Daily Tips: Sinergi ADC dan Support di Bot Lane

Daily Tips: Sinergi ADC dan Support di Bot Lane
thumb-1920-690806

Botlane pada League of legends identik dengan 2v2 antara Support dan ADC. Pada dasarnya semua support bisa dipasangkan dengan ADC manapun, namun kali ini kita akan membahas beberapa kombinasi yang cukup menarik untuk diterapkan pada Summoner’s Rift.

Image Notes
Damage : Besar damage yang dihasilkan dari combo secara keseluruhan.
CC Duration : Lama durasi dari Crowd Control yang dihasilkan dari combo.
Risk : Tingkat resiko ADC untuk menjadi fokus dari serangan lawan.
Difficulty : Tingkat kesulitan yang diperlukan untuk melakukan combo ini

1. Freljordian Pledge (Ashe + Braum)
Kedua Champion yang berasal dari Freljord ini memiliki synergy yang cukup kuat di botlane. Initiator combo ini bisa berasal dari (R) Glacial Fissure Braum maupun dari (R) Enchanted Crystal Arrow Ashe sehingga koordinasi yang dibutuhkan antara kedua player tidak terlalu tinggi karena player yang tidak melakukan inisiasi hanya perlu melakukan follow up yang sederhana.

Selain itu durasi CC yang dihasilkan dari combo ini cukup lama. Setelah inisiasi combo dilakukan (1-2s dari Enchanted Crystal Arrow + 1s knockup dari Glacial Fissure), Braum bisa memberikan stack Concussive Blows pada lawan untuk memberikan CC tambahan sebesar 1.25s. Jadi total CC yang bisa dihasilkan jika combo ini berjalan sempurna adalah selama 3-4s.

Combo ini juga tergolong aman karena Braum memiliki (E) Unbreakable untuk melindungi Ashe dari auto attack maupun skill lawan selama Ashe memfokuskan diri untuk memberikan damage kepada lawan.

ashbra

2. Hot and Cold (Ashe + Leona)
Perlu diingat, combo ini bukan lagunya Katty Perry lho. Combo ini ditujukan untuk melakukan lockdown single target saja. Initiator dari combo ini juga flexible, bisa dari Enchanted Crystal Arrow Ashe maupun dari salah satu CC Leona. Selain itu CC yang dihasilkan dari combo ini juga cukup lama antara 4-5s (1s dari Shield of Daybreak + 0.5s dari Zenith Blade + 1.5s dari Solar Flare + 1-2s dari Enchanted Crystal Arrow).

Keunggulan dari combo ini adalah dari tambahan damage yang dihasilkan dari Sunlight Leona dan juga dari segi kemudahan untuk melakukannya. Tidak diperlukan strategi khusus, hanya perlu dilakukan Chain CC secara benar agar durasi CC yang dihasilkan tidak terbuang.

Kelemahan dari combo ini adalah dari sisi “Vulnerability” nya. Combo ini tergolong riskan karena sifat “all-in” dari Leona. Ketika combo ini berhasil digagalkan entah karena intervensi Jungler lawan maupun akibat dari summoner spell lawan, Ashe akan langsung menjadi fokus dari seluruh serangan dari lawan tanpa bisa melarikan diri kecuali Ashe memiliki Flash.

ashleo

3. Dynamic Duo (Ashe + Miss Fortune)
Siapa sih yang ga kenal combo fenomenal yang diperkenalkan oleh ROX Tigers pada World Championship kemarin? Combo ini memiliki damage terbesar diantara 8 combo yang kami cantumkan disini namun juga merupakan combo yang paling sulit untuk dilakukan karena dibutuhkan koordinasi yang lebih antara Ashe dan MF.

Initiator dari combo ini sebenarnya adalah Ashe dengan Enchanted Crystal Arrow. Miss Fortune hanya membantu agar inisiasi tersebut bisa berjalan sempurna dengan cara melakukan cast Make it Rain pada lawan yang menjadi target Ashe untuk mempermudah Enchanted Crystal Arrow mengenai targetnya akibat slow yang dihasilkan dari Make it Rain.
Kekurangan dari combo ini sebenarnya adalah property “channeling” dari Bullet Time MF.

Saat Bullet Time berhasil digagalkan dengan CC, damage dari combo ini benar benar tergantung dari Ashe sedangkan MF hanya akan menjadi pengalih perhatian saja. Informasi lebih lengkap mengenai playstyle ini bisa kalian cek pada artikel sebelumnya mengenai Support MF.

ashmis

4. Early Dominator (Draven + Leona)
Draven, ADC yang terkenal dengan early damage yang tinggi (akibat damage tambahan dari Spinning Axe) digabungkan dengan support yang menjadi ratu CC dan juga bisa memberikan damage tambahan dari Sunlight. Combo yang memang di design untuk kill pada level 2-3 atau paling tidak memaksa lawan untuk membakar semua summoner spell yang mereka miliki hanya untuk menyelamatkan diri.

Initiator combo ini adalah Leona dengan Shield of Daybreak. Tidak banyak yang bisa dilakukan setelah skill tersebut mengenai lawan selain menjadi pengalih perhatian. Combo ini bersifat “all-in” bukan hanya dilihat dari sisi Leona, tapi juga dari Draven sehingga kelemahan dari combo ini sama dengan combo Ashe dan Leona.

draleo

5. Stomper Dump (Kalista + Alistar)
Combo yang satu ini didesign untuk melempar ADC/Squishies lawan ke arah tim kita maupun ke arah Kalista dengan kombinasi Fate’s Call + Pulverize + Headbutt + Trample. CC yang dihasilkan juga cukup lama sehingga Kalista bisa dengan leluasa melakukan stacking tombak pada lawan.

Keunggulan dari Combo ini sebenarnya ada pada faktor kejutannya karena arah dari Fate’s Call yang sulit untuk di prediksi dan juga isolasi yang dilakukan Alistar dengan Headbutt yang mengakibatkan 1 orang dari tim lawan out of position.

Combo ini relatif aman namun sangat tergantung pada ketersediaan Fate’s Call yang memiliki cooldown cukup besar.

kalali

6. Braindead Shield Machine (Vayne + Janna)
Vayne sangatlah lemah pada early game. Ketika Vayne tidak sanggup meghadapi harass dari lawan, biasanya vayne akan tertinggal cukup jauh dan permainan akan terbawa hingga late game. Janna merupakan support yang memiliki kit disengage + peel. Kit Janna memungkinkan Vayne untuk berada di lane cukup lama tanpa perlu menerima damage harass terlalu banyak.

Combo ini sebenarnya bukan untuk melakukan hard initiation pada lawan namun lebih pada tujuan “Saving Vayne” hingga dia memiliki cukup item untuk melawan ADC musuh dengan baik. Ketika permainan sudah memasuki fase dimana teamfight cukup sering terjadi, Janna akan menjadi Disengage Tool bagi Vayne sehingga dia aman dari Assassin maupun Engager seperti Jax/Lee Sin. Damage yang dihasilkan tergantung dari seberapa sukses Vayne bertahan hidup pada Laning phase dan berapa kill yang dia dapat dari fase tersebut.

vayjan

7. Concussive Shot (Lucian + Braum)
Combo yang cukup unik. Sempat populer beberapa waktu lalu yang mengakibatkan Nerf Hammer Riot turun pada Lucian. Combo ini bertujuan untuk secepat mungkin memberikan CC pada lawan dengan Concussive Blows dari Braum dan Lightslinger Lucian.

Initiator dari combo ini adalah Braum dengan Concussive Blows. Gunakan Winter’s Bite untuk memudahkan Lucian follow up, atau jika lawan terlalu dekat gunakan Auto Attack diikuti dengan Winter’s Bite.

Kombinasi yang satu ini sangat aman bagi Lucian karena Combo ini memiliki keunggulan yang sama dengan Ashe + Braum dimana Lucian bisa bersembunyi dibalik Unbreakable Braum dan tetap memberikan damage pada lawan. Sedangan untuk Escape Mechanics, Lucian memiliki Relentless Pursuit sehingga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi (ada gank dari lane lain) dia mudah untuk melarikan diri.

lucbra

8. Binding Beauty (Jhin + Morgana/Nami)
Pernah merasakan Double Bind? Ngeselin banget kan? Nah combo ini bertujuan seperti itu. Dark Binding/Aqua Prison yang diikuti Deadly Flourish atau sebaliknya. Stacking CC seperti ini memudahkan Jhin untuk dengan leluasa mengeluarkan 4 pelurunya maupun menggunakan Curtain Call sebagai finisher. Combo ini juga cocok sebagai Catcher untuk menangkap lawan yang sedang out of position ketika terjadi war 5v5.

Untuk Initiator dari combo ini bisa dari Jhin maupun dari Morgana/Nami namun untuk lebih mudahnya Initiator lebih baik dari Morgana/Nami karena sulitnya untuk mengenai lawan dengan Deadly Flourish Jhin.
Combo ini tergolong aman karena semua dilakukan dari jarak jauh tanpa perlu all-in sehingga ADC masih memiliki jarak yang aman untuk menghindari serangan lawan.

jhimor

Nah itu tadi beberapa combo yang bisa kalian coba di Summoner’s Rift. Sebenarnya masih banyak synergy yang lain yang bisa dilakukan di bot lane seperti Twitch+Nami contohnya. Cobalah untuk eksperimen beberapa combo diatas dengan teman kalian dan yang paling penting have fun!

Chris

An adorkable who loves to eat and write something

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments