How to Counter: Ashe

How to Counter: Ashe
Ashe_8

Ashe merupakan champion pertama yang kalian mainkan ketika memasuki League of Legends. The Frost Archer lah yang mengajari kalian banyak hal di Summoner’s Rift ketika memainkan Tutorial game. Ashe merupakan champion bertipe ADC yang terbilang cukup lengkap, dengan memiliki kemampuan Crowd Control (Slow dan Stun) serta vision yang sangat baik.

Tak hanya bagus di early game, namun Ashe juga akan menjadi sangat kuat seiring berjalannya waktu. Saat Laning Phase, Ashe dapat melakukan Harassing dengan mudah menggunakan Volley (W) miliknya dan memberikan efek slow ke arah lawan. Setelahnya, ia bisa menjadi champion yang menakutkan hanya dengan memanfaatkan skill Ranger’s Focus (Q) dan Auto Attack-nya.

Kehadiran Runes Reforged jenis Precision dan Sorcery juga menjadi salah satu penyebab dirinya menjadi cukup populer saat-saat ini. Keystone Rune seperti Press the Attack, Lethal Tempo, Fleet Footwork, serta Arcane Comet merupakan jenis-jenis Rune yang bersinergi baik dengan karakteristik Ashe. Karenanya ia bisa menjadi lawan yang sangat menyebalkan ketika kalian bertemu di dalam lane.

Namun kalian tak perlu khawatir, karena pada pembahasan kali ini Hasagi akan memberikan beragam tips untuk berhadapan dengan champion yang satu ini. Yuk simak tipsnya langsung di bawah ini.

  • Sebagai ADC, Ashe merupakan champion yang sangat Squishy. Sehingga champion Burst Damage seperti Zed, Talon, Fizz, ataupun Syndra merupakan mimpi buruk untuknya.
  • Secara garis besar, Crowd Control yang dimiliki Ashe digunakan untuk engage team fight dan bukan mekanisme Escape Tools. Jadi ketika ia sudah menggunakan Spell Flash, Ashe akan kesulitan untuk lari dari musuhnya.
  • Perhatikan stack Ranger’s Focus (Q) yang dimiliki Ashe. Setelah menyerang sebanyak 4 kali, maka kalian harus mengantisipasi Ashe akan mengeluarkan skill tersebut.
  • Selalu perhatikan arah Hawkshot (E) yang ditembakkan oleh Ashe. Karena skill tersebut dapat memberikan vision ke arah yang dituju dan membuat Jungler kalian kesulitan untuk melakukan Gank. Selain itu Ashe juga bisa memprediksi pergerakan kalian dan mengaktifkan skill ultimate-nya.
  • Enchanted Arrow (R) memiliki durasi Stun yang cukup lama apabila dilancarkan dari jarak yang cukup jauh (3 detik). Namun apabila dikeluarkan dari jarak dekat, skill ini akan memberikan efek Stun selama 1 detik. Jadi selalu perhatikan Map kalian ya.
  • Ketika terkena Stun dari Enchanted Arrow (R), kalian bisa menghilangkan efek tersebut menggunakan Spell Cleanse, Quick Silversash (QSS), Mikael’s Crucible, atau menggunakan ability Devour (W) pada Tahm Kench untuk melindunginya dari serangan lain selama di dalam perut.
  • Kalian bisa mengatasi efek CC Slow dari Ashe dengan menggunakan Boots of Swiftness yang mengurangi efek slow sebanyak 25 persen.
  • Ashe merupakan champion yang berfokus pada Auto Attack-nya, sehingga penggunaan item seperti Ninja Tabi, Randuin’s Omen, Frozen Hearth, dan Thornmail adalah pilihan yang bijak.
  • Bersembunyi di balik badan Minion ketika Laning Phase dengan Ashe adalah hal yang penting. Karena kalian akan terhindar dari Harassing skill Volley (W).
  • Ashe sangat lemah terhadap champion bertipe Hard-engage dan juga champion yang memiliki banyak Crowd Control seperti Alistar, Leona, Thresh, Lucian, Jhin, dan masih banyak lagi.

Beberapa tips di atas tentu akan memudahkan kalian ketika berhadapan dengan Ashe. Namun jangan sekali-kali pernah meremehkan The Frost Archer. Karena apabila dimainkan dengan benar, ia bisa menjadi sangat menakutkan, baik itu di Early/Mid/Late Game.

Semoga tips-tips yang kami berikan tadi dapat membantu kalian bermain lebih baik di Summoner’s Rift. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya guys!

Risky Dermawan

Mangaaaaaaaaaaaaaaaats~

Facebook 

Leave a Reply