League of Legends Akan Terus Menghadirkan Champion Baru Selama Bertahun-tahun

League of Legends Akan Terus Menghadirkan Champion Baru Selama Bertahun-tahun
league_1

Developer pencipta League of Legends, Riot Games, akhirnya resmi berusia 10 tahun. Riot saat ini ibarat seorang anak manusia yang baru saja masuk ke kelas lima sekolah dasar, yang lagi senang bermain dengan sepeda barunya. Ini berarti, perjalanan panjang masih menanti dan Riot akan terus tumbuh menjadi lebih besar dan besar setiap tahunnya.

Seperti yang sudah kami beritakan kemarin, Riot mengumumkan bahwa League of Legends saat ini telah memiliki sebanyak lebih dari 100 juta orang pemain bulanan, meningkat banyak dari tahun 2015 yang saat itu hanya berjumlah 67 orang pemain saja. Bila kita membandingkannya dengan game lain, misalnya Dota 2, game buatan Valve  yang sekaligus adalah kompetitor terbesar League, hanya mempunyai 13 juta pemain bulanan saja. Atau Overwatch dari Blizzard, yang dikabarkan punya sekitar 15 juta pemain di setiap bulan. Jelas League of Legends unggul jauh dari game-game tersebut.

League of Legends adalah fenomena besar di dunia industri video game. Judul MOBA ini banyak memberikan pengaruh, terutama pada kancah eSports.

Tidak hanya pemainnya saja yang banyak, League of Legends juga adalah game besar dari segi konten. Terdapat sebanyak 132 champion di dalam game ini, yang masing-masingnya dilengkapi dengan kemampuan berbeda, lengkap dengan jalan cerita, kepribadian, suara, kostum, dan Riot secara konsisten terus menambahnya. Sebut saja kemarin, Riot kembali mengumumkan kehadiran satu champion baru, menambah total champion yang ada menjadi 133 champion.

Bahkan jumlah 133 ini akan terus ditambah seiring waktu, seperti kata Greg Street selaku Lead Game Designer League of Legends.

“Kami tidak perlu khawatir dengan masalah ‘terlalu banyak champion’ untuk beberapa waktu,” ungkap Greg Street.

“Bila kamu bertanya kepadaku, ‘Apakah terdapat jumlah maksimal champion yang akan dihadirkan di League of Legends?’ Aku mengakui, mungkin hal itu ada, dan mungkin itu adalah angka yang besar dan kami tidak mungkin bisa mencapainya selama bertahun-tahun. Untuk beberapa tahun mendatang, meluncurkan champion baru adalah salah satu momen paling menarik bagi pemain League, dan aku akan benci bila aku kehilangan perasaan itu,” Ia menambahkan.

“Selama beberapa tahun terakhir, Riot telah melambatkan irama rilisnya. Namun, ini bukan upaya untuk membatasi jumlah champion; sebaliknya, itu adalah upaya sadar untuk meningkatkan kualitas masing-masing champion baru,” tambahnya lagi.

League of Legends adalah game kelas dunia. Judul ini sendiri dimainkan di seluruh benua yang ada di planet ini, mencakup Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika, serta lusinan negara dari kawasan-kawasan berbeda. Masing-masing benua memiliki keunikan sendiri, dan menemukan keseimbangan antara itu semua adalah aspek yang paling sulit dari pekerjaan seorang Game Designer di Riot.

Riot sendiri memiliki banyak kantor cabang di seluruh dunia, dan mereka bergantung pada karyawan di sana untuk memberikan wawasan seputar kultur lokal yang mereka tempati. Plus, Riot teratur bertanya kepada pemainnya tentang apa yang ingin mereka lihat atau ditambahkan ke game. Ini semua dilakukan dengan tujuan mendapatkan keseimbangan di dalam game.

“Sebagai developer, kami sering berpikir bahwa perubahan yang kami hadirkan bisa saja merusak malam indah banyak pemain,” kata Street. “Tapi di sisi lain, para pemain memiliki ekspetasi yang tinggi, sehingga mereka tidak akan bisa terima bila Anda tidak mampu menangani masalah. Setiap perubahan baru selalu datang bersamaan dengan konsekuensi baru, kami harus selalu berhati-hati. Agak menyebalkan, namun kami harus terus menghadirkannya.”

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments