Ini Alasan Mengapa Yasuo Populer di MSI

Ini Alasan Mengapa Yasuo Populer di MSI
Yasuo_BloodMoonSkin

Turnamen Mid-Season Invitational (MSI) 2018 lalu menghadirkan banyak momen yang pantas dikenang. Dari sekian banyak kejutan yang dihadirkan, mungkin pemilihan Yasuo oleh Caps saat Fnatic menghadapi Royal Never Give Up (RNG) menjadi salah satu yang banyak dibicarakan.

Hal tersebut merupakan sebuah peristiwa menarik. Selama ini Yasuo dikenal bukan sebagai champion yang menjadi andalan para pemain di ajang kompetitif. Dipilihnya champion yang rilis lima tahun lalu tersebut sebagai target Pick dan Ban tentu saja sebuah hal yang mengejutkan.

Berikut statistik Yasuo di MSI 2018 yang berhasil kami peroleh dari GamesofLegends.

Play-in


YasuoMSIPlayInStats


YasuoMSIPlayInStats2

Di babak Play-in MSI kemarin, Yasuo di-Pick sebanyak dua kali tanpa pernah masuk dalam daftar Ban. Dalam dua match yang dijalani, Yasuo mencatatkan masing-masing satu kemenangan dan kekalahan.

Pada fase ini, dua pemain yang menggunakan Yasuo adalah Triple (Drie Wolves) dan dyNquedo (KaBum! e-Sports). Triple gagal menunjukkan kegarangan Yasuo setelah timnya ditundukkan oleh KaBum!. Sementara itu, dyNquedo sukses mengatasi Kai’Sa di Midlane untuk membantu juara CBLOL Summer Playoffs 2018 tersebut menang atas BAUSuperMassive.

Group Stage


YasuoMSIMainEventStats
YasuoMSIMainEventStats2

Di Main Event Yasuo mendapat perhatian lebih, dengan catatan 9 Pick dan 14 Ban.  Sayangnya, ronin asal Ionia tersebut hanya mampu meraih dua kemenangan, saat digunakan Caps (Fnatic vs Team Liquid) dan Hanabi (Kingzone DragonX vs Flash Wolves). Hasil tersebut membuat Yasuo mencatatakan Win Rate sebesar 28,6%.

Midlaner Fnatic, Caps, menjadi pemain yang paling sering menggunakan Yasuo di MSI 2018. Dari tiga kali menggunakan champion dengan julukan The Unforgiven tersebut, Caps hanya mampu meraih satu kemenangan. Sementara FW Hanabi menjadi satu-satunya pemain di MSI 2018 yang menggunakan Yasuo di Toplane . Meski begitu, pemuda bernama Su Chia Hsiang tersebut berhasil menorehkan kemenangan.

Meroketnya popularitas Yasuo di ajang kompetitif tentu membuat banyak orang bertanya-tanya. Untuk menjawab kebingungan tersebut, Hasagi akan mencoba memberikan beberapa alasan yang mungkin menjadi dasar naiknya pamor Yasuo di ajang kompetitif.

Keystone Rune Conqueror dan Bone Plating


 Conqueror_rune conqueror desc


      1-BonePlating        bone plating desc


Sejak kehadiran Rune Conqueror pada Patch 8.6 lalu, champion-champion Fighter Melee dan Assassin tampil lebih ‘garang’, salah satunya Yasuo. Sebelum Keystone Conqueror ada, Yasuo biasanya menggunakan Keystone Rune Press The Attack yang dinilai beberapa orang kurang cocok dengan kemampuan dan gaya bermain yang dimiliki Yasuo.

Berbekal Keystone Conqueror, samurai berkekuatan angin tersebut kini lebih kuat saat berduel berkat efek True Damage. Untuk urusan pertahanan, Yasuo bisa menggunakan Keystone Bone Plating dari Rune Resolve. Kombinasi kedua Keystone Rune inilah yang membuat Yasuo kembali populer di kalangan High Elo ataupun ajang kompetitif seperti MSI.

SInergi dengan Champion Top Tier Meta


YASUO MSI 2018

Yasuo memiliki sinergi yang bagus dengan champion-champion yang memiliki Ability dengan efek Knockup, karena skill ultimate miliknya, Last Breath (R), hanya bisa digunakan kepada lawan yang sedang terkena efek tersebut. Kebetulan di MSI kemarin beberapa champion yang memiliki Ability Knockup menjadi rebutan untuk di pick, salah satunya yaitu Trundle yang sangat kuat di meta ini hingga menjadi rebutan antar tim.

Ability Pillar of Ice (E) milik Trundle menjadi ‘partner’ yang baik bagi skill Last Breath (R) Yasuo. Kombinasi kedua Ability tersebut memudahkan Yasuo untuk melancarkan skill ultimate miliknya. sehingga dapat membuat Yasuo melancarkan Ultimatenya dengan mudah. Selain Trundle, Toplane juga kerap dihuni oleh Braum yang memiliki Ability Glacial Fissure (E) dan Sion dengan skill Decimating Smash (Q).

Champion dengan Ability yang mampu menciptakan efek Knockup itulah yang membuat Yasuo bisa menunjukkan 100% kemampuannya. Jadi, tidak usah heran apabila ke depannya kalian akan makin sering melihat sosok yang hingga kini masih mencari pembunuh gurunya tersebut.

Memiliki Sedikit Counterpick di Kompetitif


Malzahar_OriginalSkin

Sebelum Keystone Rune Conqueror hadir, salah satu penyebab tidak populernya Yasuo di ajang kompetitif adalah banyaknya champion yang punya kemampuan untuk meng-counter dirinya saat berlaga di Summoner’s Rift.

Keberuntungan mulai menghinggapi Yasuo pada gelaran MSI 2018 lalu. Beberapa champion yang menjadi ‘kryptonite’ Yasuo, seperti Malzahar dan LeBlanc, sedang tidak menghuni Top Tier meta akibat beberapa perubahan yang dilakukan Riot. Kondisi tersebut jelas membuat Yasuo menjadi salah satu alternatif yang pantas untuk digunakan.

Kehandalan Pemain


CAPS YASUO


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Caps tiga kali memilih Yasuo sebagai perwakilan dirinya di Midlane Summoner’s Rift selama MSI 2018. Melihat statistic dirinya selama bermain Solo Queue, hal itu tidak mengherankan.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh OP.GG, pemuda yang mendapat julukan “Baby Faker” tersebut sangat sering menggunakan Yasuo. Rasmus Winther sukses meraih 64 kemenangan dari 111 kali bermain menggunakan Yasuo saat Solo Queue.

Mengetahui hasil tersebut, rasanya tidak usah heran mengapa pemain berusia 18 tahun tersebut bisa sangat handal menguasai Yasuo.

FNCCapsSoloQueue

Kemampuan Yasuo Bagus


YasuoFace
Yasuo, champion sejuta umat

Apakah ada di antara kalian yang heran dengan pernyataan di atas? Hasagi yakin banyak. Tentu saja kami tidak sembarangan berpendapat. Pendapat tersebut didasari oleh potensi besar yang dimiliki oleh Yasuo.

Champion yang menjadi ikon dari Hasagi ini dapat berperan baik bagi tim apabila pandai memanfaatkannya. Kalian bisa menggunakannya sebagai split pusher. Selain itu Ability Windwall (W) milik Yasuo juga sangat berguna saat teamfight.

Hal-hal tersebut membuat Yasuo merupakan champion dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang. Tentunya itu semua bisa dicapai apabila kalian mampu memainkannya dengan baik, sebab seperti yang kita semua tahu, champion satu ini tergolong sulit untuk dikuasai.

====

Bagimana Summoners? Apakah kalian setuju dengan poin-poin di atas?

Arata

A boy who shattered destiny... "私はこの街から離れ、あなたと共に新しい人生を生きたい"

Facebook  

Leave a Reply