Ternyata Kai’Sa Bisa Bunuh Dummy di Practice Tools

Ternyata Kai'Sa Bisa Bunuh Dummy di Practice Tools
Bullet Angel Kai'Sa

Di League of Legends, terdapat 1 musuh abadi yang tak bisa dibunuh dengan cara apa pun. Ia adalah Dummy yang hadir di Practice Tools. Kehadiran Dummy memang dikondisikan agar tak bisa mati meskipun mendapatkan damage yang sangat besar dari champion.

Dummy memang diciptakan sebagai samsak yang digunakan sebagai tes damage, DPS (Damage per Second), dan juga combo. Namun tahukah kamu, ternyata Kai’Sa bisa membunuh Dummy di dalam Practice Tools lho! Untuk lebih jelasnya, kalian bisa melihat video singkat yang kami berikan di bawah ini.

Ketika Dummy ini mati terkena rentetan serangan dari Kai’Sa, Dummy tersebut dianggap sebagai sebuah champion dan respawn di dalam Base. Ketika itu sang pemain mencoba meletakkan 4 tambahan Dummy dan membunuhnya.

Uniknya, setelah 4 Dummy tersebut mati (ditambah 1 Dummy yang ada di Base), sang pemain tak bisa memanggil Dummy untuk keenam kalinya. Karena, sesuai dengan sistem yang dibuat, 1 tim hanya bisa berisikan 5 orang saja. Jadi tak ada Dummy keenam di Practice Tools tersebut.

Lantas, mengapa Dummy ini bisa mati? Jawabannya adalah Press the Attack. Rune dari Path Precision ini dapat menumpuk damage dari stack yang ia kumpulkan. Stack ini nantinya akan memberikan adaptive damage ketika sudah terkumpul 3 stack.

press the attack
Rune Press the Attack ini adalah penyebabnya

Jika kalian ingat, Hasagi sempat memberikan sebuah video Bug, di mana Leona bisa membunuh dirinya sendiri ketika menyerang Turret dengan bermodalkan Rune Press the Attack dan item On-Hit.

==

Sebenarnya terdapat beberapa cara yang sempat dikumpulkan komunitas League of Legends untuk membunuh Dummy. Ada yang mengatakan bahwa Dummy bisa mati ketika kalian membuat item Morellonomicon (karena efek Grivous Wounds). Ada pula yang mengatakan bahwa kalian harus menambahkan 1 item AP untuk bisa membunuhnya.

Gimana, apakah kalian ingin mencobanya juga di Practice Tools?

Raka Marko

Leave a Reply


comments