Ada Apa dengan League of Legends?

Ada Apa dengan League of Legends?
56dab1142eeb5-932x620

Selama beberapa tahun terakhir, League of Legends merupakan game yang paling laris di seluruh dunia. Riot Games memperlihatkan kerja kerasnya dengan memberikan banyak fitur dan perubahan untuk menarik pemain-pemain baru di luar sana.

Namun, seiring berjalannya waktu League of Legends mulai kehilangan sinarnya. Game-game baru bermunculan dan mengambil takhta sebagai game paling banyak dimainkan. Beberapa komunitas menyebut bahwa League of Legends sudah mulai ‘mati’. Tapi benarkah demikian?

Salah seorang Summoners bernama Darkk Mane mem-posting sebuah kritik dan pemikiran “objektif”-nya melalui sebuah video. Video tersebut berjudul “What’s Wrong with League of Legends?”, ya sesuai dengan judul pada artikel ini. Ia memberikan 4 masalah utama yang harus segera diperbaiki oleh Riot Games demi menghidupkan kembali League of Legends. Seperti apa kritiknya? Simak bersama-sama video tersebut berikut ini.

Setelah melakukan analisis dan juga beberapa perhitungan, Darkk Mane memberikan kritik dengan membabi-buta. Namun, ia juga menawarkan solusi jitu untuk mengembalikan kejayaan dari League of Legends. Berikut ini pemaparannya.

1. The Roster


League-Of-Legends-Champions-08-1024x576

Menurut Darkk Mane, pilihan champion di League of Legends terlalu banyak dan membuat pemain tidak fokus. Hingga hari ini, League of Legends sudah merilis 141 champion, dengan Pyke sebagai yang terbaru (31 Mei 2018). Lantas, ia menawarkan Riot Games untuk menghapus beberapa champion yang tidak diperlukan.

Di sana, muncul sebuah pertanyaan, siapa yang hilang dan siapa yang bertahan? Menurut Darkk Mane, Riot harus menghapus Assassin karena ia kerap terkan One-Shot, menghapus Tank karena menyusahkan, menghapus Support agar tak ada lagi pemain yang mengeluh, dan sebagainya.

Lalu siapa yang tersisa? Ia hanya menyisakan 3 champion, yaitu Ashe, Aurelion Sol, dan juga Gragas (sepertinya ini 3 champion kesukaannya). Ketiga champion ini memiliki kemampuan yang baik dan disebut sangat sempurna untuk di League of Legends (atau begitu yang ia sebutkan di dalam video).

2. The Map


map-sum-rift


Selanjutnya adalah Map yang digunakan dalam permainan. Untuk pertarungan Normal ataupun Ranked Game, Summoners akan menggunakan sebuah map bernama Summoner’s Rift. Darkk Mane menyebut bahwa tidak ada yang salah dengan map ini, namun butuh sedikit perubahan.

Menurutnya, Riot Games hanya memberikan kesan “hijau” di dalam map dan melupakan satu hal. Ya, mereka tak menambahkan gedung-gedung di dalam map. Jika mereka memasukkan hal tersebut, tentu akan membuat map League of Legends menjadi lebih baik (atau setidaknya itu yang ia katakan).

3. The Players


toxic


Tak bisa dipungkiri lagi bahwa kebanyakan pemain di League of Legends terkenal dengan perilaku Toxic-nya. Tak hanya di region Indonesia, namun di region luar pun kerap terjadi hal seperti ini. Darkk Mane memberikan solusi untuk membuang seluruh pemain yang ada, dan menyisakan kalian seorang (Solo Player).

4. The Story


Runeterra


Sebuah game akan terasa membosankan tanpa adanya lore ataupun latar belakang cerita di dalamnya. Darkk Mane memberikan solusi jitu dan cerita singkat. Ia berharap Riot Games bisa segera memberikan perubahan lore di mana Aurelion Sol menculik Ashe, dan Gragas berusaha menyelamatkannya.

Ia meminta agar Riot bisa memberikan seluruh perubahan ini secepatnya agar League of Legends bisa segera bangkit dan tidak lagi disebut sebagai Dead Game.

==

Bagaimana guys? Apakah kalian setuju dengan kritik pedas dari Summoners tersebut? Seperti yang kalian tahu, video ini merupakan sebuah lelucon belaka yang dimaksudkan untuk menghibur penontonnya. Jadi jangan dianggap serius ya!

Skyrimb

Knowledge is the most powerfull power

Leave a Reply