Jika ada satu frasa yang paling tepat untuk menggambarkan separuh bagan pertandingan Playoffs MPL ID Season 17, itu adalah “Bracket Neraka”. Bagaimana tidak? Jalur pertempuran bagian kanan ini secara mengejutkan diisi oleh tiga organisasi esports raksasa Indonesia, yaitu Bigetron, EVOS, dan ONIC. Ketiga tim besar ini dipastikan harus saling sikut demi mempertahankan asa juara mereka di bawah sorotan lampu Velodrome.

Panasnya tensi persaingan di jalur ini dipastikan akan langsung tersaji sejak hari pertama babak Play-ins yang mempertemukan Bigetron melawan EVOS. Laga pembuka ini menjadi partai hidup-mati yang sangat krusial, di mana setiap tim wajib menang jika ingin berbicara banyak musim ini. Tidak ada ruang sedikit pun untuk melakukan kesalahan taktis karena tim yang kalah akan langsung angkat koper lebih awal dari turnamen.
Sementara bagi tim yang berhasil menang, mereka juga tidak bisa bersenang-senang terlalu lama karena rintangan berikutnya yang lebih mengerikan sudah menanti. Juara bertahan, ONIC, sudah duduk nyaman menunggu sang pemenang di babak Semifinal Upper Bracket. Jelang laga berdarah ini, juru taktik dari ketiga tim favorit juara tersebut mulai angkat bicara mengenai kesiapan mentalitas para pemain mereka .

Bigetron datang ke Playoffs kali ini dengan status unik yang cukup bikin bingung para pengamat skena kompetitif. Robot Merah memikul kewaspadaan penuh karena rekor buruk mereka di fase gugur musim sebelumnya, namun di sisi lain mereka memegang rekor tak terkalahkan dari EVOS dan ONIC selama Regular Season. Pelatih Bigetron, Coach Theonael, memilih fokus membenahi mentalitas tim dan enggan berpikir terlalu jauh ke depan.
Coach Theonael menegaskan bahwa tingkat kepercayaan diri anak asuhnya saat ini berada di porsi yang pas tanpa adanya rasa overconfident. Ia memilih untuk tetap menaruh rasa respek yang tinggi kepada calon lawan demi menjaga fokus permainan kolektif tim di atas panggung nanti. Bigetron berjanji akan menyajikan bentuk performa terbaik mereka demi membuktikan kelayakan tim sebagai penantang takhta juara sejati.
Di kubu lawan, Coach Vyn menyadari betul bahwa langkah EVOS di jalur ini akan menjadi ujian terberat sepanjang musim ke-17. Secara terbuka, sang pelatih mengakui bahwa Macan Putih dihantui rekor buruk karena belum pernah menang melawan Bigetron maupun ONIC di fase liga. Kendati demikian, Coach Vyn tetap optimistis bahwa atmosfer panggung Playoffs akan melahirkan hasil akhir yang berbeda bagi timnya.

Pelatih EVOS tersebut menegaskan bahwa target besar mereka melampaui ketatnya persaingan domestik yang ada di dalam “Bracket Neraka” ini. Skuad Macan Putih memiliki ambisi yang membara sejak awal musim untuk bisa mengamankan tiket menuju turnamen skala internasional. Oleh karena itu, EVOS dipastikan akan tampil habis-habisan sejak menit pertama laga pembuka demi mewujudkan impian besar tersebut.
Ketika sang penantang harus saling sikut, ONIC yang sudah menanti di atas tampak memancarkan aura ketenangan dan dominasi yang sangat kuat. Pelatih ONIC, Coach CW, menyatakan bahwa tim landak kuning berada dalam kondisi sangat siap serta memiliki kepercayaan diri di tingkat tertinggi. Mengandalkan konsistensi performa sepanjang musim, ONIC siap melangkah selangkah demi selangkah demi pertahankan takhta.