Setelah melewati masa spekulasi yang cukup panjang, Valve akhirnya memberikan kepastian yang sangat dinantikan oleh komunitas Dota 2 global mengenai jadwal pelaksanaan The International (TI) 2026.
Turnamen yang dianggap sebagai standar tertinggi dalam dunia esports ini dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada bulan September 2026.
Pemilihan waktu ini seolah mengukuhkan transisi jadwal tahunan Valve yang kini lebih nyaman menempatkan “hajatan” terbesarnya di akhir kuartal ketiga, memberikan ruang bagi tim-tim profesional untuk berkompetisi di berbagai sirkuit turnamen pihak ketiga yang kian padat sepanjang tahun.

Meskipun sistem Dota Pro Circuit (DPC) sudah resmi ditiadakan, nilai prestise dari Aegis of Champions tetap tidak memudar sedikit pun. TI 2026 diprediksi akan menjadi ajang pembuktian bagi ekosistem baru yang lebih terbuka, di mana performa konsisten di turnamen-turnamen besar sebelumnya akan menjadi tolok ukur utama untuk mendapatkan undangan langsung maupun slot kualifikasi.
Selain masalah jadwal, fokus komunitas kini tertuju pada potensi lokasi penyelenggaraan yang rumornya akan kembali menyapa penggemar di wilayah Asia. Jika hal ini terealisasi, tentu menjadi kabar baik bagi penggemar di Indonesia karena perbedaan zona waktu yang lebih bersahabat untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan krusial di jam tayang utama.
Dari sisi kompetisi, TI 2026 diprediksi akan menyajikan level permainan yang jauh lebih kompleks. Dengan meta yang terus berkembang secara dinamis dan dominasi tim-tim lintas regional yang semakin merata, tidak ada lagi tim yang bisa dianggap remeh.
Valve juga diharapkan akan memberikan kejutan melalui konten in-game yang menyertai turnamen ini, guna terus menjaga antusiasme para pemain lama maupun baru.
Bagi para penggemar setia, pengumuman jadwal ini bukan sekadar informasi tanggal, melainkan awal dari persiapan untuk menyaksikan babak baru dalam sejarah kompetisi Dota 2 yang selalu penuh dengan kejutan dan drama di atas panggung dunia.