HASAGI
Arena of Valor, Esports

Coreng Nama Bangsa, Tokyogurl dan Cheerio Divonis 3 Bulan Penjara Usai Curang di SEA Games

Dunia esports internasional baru saja diguncang oleh skandal besar yang berujung pada ranah pidana.

Melansir laporan mendalam dari VnExpress, dua pelaku utama dalam kasus kecurangan di ajang SEA Games ke-33, yakni Naphat “Tokyogurl” Warasin dan seorang pemain pria bernama Cheerio, resmi dijatuhi hukuman penahanan selama tiga bulan oleh Pengadilan Distrik Pathum Wan di Bangkok.

Kasus ini bermula dari aksi nekat mereka dalam pertandingan semifinal Arena of Valor kategori wanita yang mempertemukan tim nasional Thailand melawan Vietnam pada 15 Desember 2025 lalu.

Modus operandi yang digunakan tergolong sangat terorganisir, di mana Tokyogurl secara ilegal memberikan kredensial akun kompetisi resminya kepada Cheerio agar pria tersebut bisa masuk (login) dari lokasi berbeda.

Tidak hanya itu, Tokyogurl juga memanfaatkan aplikasi Discord melalui perangkat tersembunyi untuk melakukan screen-sharing, sehingga Cheerio dapat mengendalikan jalannya pertandingan atau melakukan tindakan “ghosting” demi memenangkan laga secara curang.

Kecurangan ini akhirnya terendus oleh panitia dan wasit yang menemukan kejanggalan dalam pola permainan dan teknis perangkat, yang berujung pada diskualifikasi memalukan bagi tim nasional wanita Thailand serta penarikan seluruh kontingen esports mereka dari perhelatan tersebut.

Proses hukum pun berjalan cepat setelah Kepolisian Thailand melakukan penangkapan di Nonthaburi dan Nakhon Phanom pada Februari 2026 dengan menyita bukti digital berupa alamat IP dan log obrolan rencana mereka.

Di hadapan meja hijau, keduanya mengakui seluruh perbuatan tersebut, yang oleh panel hakim dinilai telah merusak transparansi seleksi atlet profesional serta mencoreng reputasi negara di panggung internasional secara fatal.

Meski awalnya terancam hukuman enam bulan penjara, pengadilan memberikan keringanan menjadi tiga bulan penahanan di fasilitas non-penjara karena sikap kooperatif para terdakwa.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri esports global bahwa kecurangan dalam kompetisi resmi kini memiliki konsekuensi hukum yang sangat nyata di balik jeruji besi.

Related posts

Lolos Worlds 2025, Ada Fakta Unik Tentang Tim Asia Pasifik CTBC Flying Oysters

Suluh Widyotomo
6 months ago

Peserta Worlds Teamfight Tactics Diduga Wintrading, Riot Games Belum Berani Sanksi

Suluh Widyotomo
1 year ago

Beberapa Fakta Menarik Kairi Rayosdelsol yang Wajib Diketahui Fans ONIC Esports

Edel
2 weeks ago
Exit mobile version