Dunia esports kembali menyaksikan momen persilangan ikonik antara dua disiplin gim yang berbeda. Setelah berhasil mengangkat trofi VALORANT Masters Santiago 2026 pada 16 Maret lalu, bintang andalan Nongshim RedForce, Dambi, memberikan pengakuan khusus kepada legenda hidup League of Legends, Faker.
Dalam sesi wawancara pasca-kemenangan yang emosional, Dambi menyebut nama Faker sebagai salah satu sumber inspirasi terbesarnya dalam berkarier sebagai atlet profesional.

Meskipun berkompetisi di judul gim yang berbeda, Dambi mengakui bahwa etos kerja, ketenangan, dan umur panjang karier yang ditunjukkan oleh sang “Demon King” menjadi standar emas yang ingin ia capai di skena kompetitif VALORANT.
Kemenangan Nongshim RedForce di Santiago tidak hanya menjadi pencapaian besar bagi organisasi, tetapi juga mengukuhkan posisi wilayah Pasifik sebagai kekuatan yang dominan di kancah global.
Keberhasilan Dambi memimpin timnya menuju takhta juara dunia semakin terasa istimewa dengan adanya pesan penghormatan tersebut, membuktikan bahwa pengaruh Faker telah melampaui batas-batas genre gim dan menjadi anutan bagi generasi pemain baru di seluruh ekosistem esports.
Momen ini menjadi pengingat indah bagi para penggemar bahwa nilai-nilai sportivitas dan rasa hormat antar-atlet tetap menjadi fondasi utama dalam industri ini. Dengan trofi Masters di tangan, Dambi kini siap mengukir warisannya sendiri, membawa semangat juang yang ia pelajari dari sang legenda ke setiap pertandingan mendatang.