HASAGI
Esports, Mobile Legends, MPL

Dewa United Jelas Bukan Sekadar Kuda Hitam di MPL ID Season 17

DEWA United Esports sering kali dianggap sebagai tim bawah yang diremehkan atau underrated. Namun, di MPL Indonesia Season 17, mereka berhasil mematahkan label tersebut. Meski hanya melakukan sedikit perubahan pada roster dengan mendatangkan Kayn dan meminjam Dolynn, Anak Dewa justru sukses konsisten di papan atas klasemen. Kini, mereka bukan lagi sekadar tim kejutan, melainkan penantang gelar juara yang sangat serius.

Jika harus mendefinisikan gaya main DEWA United musim ini, satu kata yang tepat adalah agresif. Mereka tidak suka membuang waktu dan selalu menekan lawan sejak menit pertama. Berdasarkan data, mereka memegang rekor First Blood Rate tertinggi sebesar 60,9%. Artinya, dalam sebagian besar pertandingan, DEWA United hampir selalu berhasil mendapatkan poin bunuh pertama untuk mengendalikan mental dan jalannya permainan.

Agresivitas Anak Dewa tidak hanya soal mencari kill, tapi juga mengamankan objektif penting. Mereka mencatatkan rata-rata Turtle Kill tertinggi sebanyak 1,7 per game. Keunggulan ini membuat ekonomi tim selalu berada di atas lawan sejak awal laga. Alhasil, pertandingan mereka rata-rata selesai dalam waktu 14 menit 52 detik, menjadi durasi game tercepat dibandingkan tim lain di liga, bahkan mengalahkan sang pemuncak klasemen.

Salah satu aktor utama di balik kegilaan DEWA United adalah QINN. Pemain asal Filipina ini berevolusi menjadi playmaker yang sangat mematikan di liga hingga muncul istilah Qinnsanity. QINN mencatatkan rata-rata assist tertinggi di antara semua EXP laner sebanyak 6,9 per game. Hebatnya lagi, ia tidak cuma jadi tameng, tapi juga memberikan damage yang sangat besar saat terjadi perang besar antar tim.

Jika QINN pembuka jalan, maka Dolynn adalah eksekutornya. Meskipun berstatus pemain baru atau rookie, Dolynn bermain seperti veteran yang haus akan kemenangan. Ia menjadi jungler yang sangat efisien dalam mencari gold dan menempati posisi tiga besar pencetak kill terbanyak. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi tim karena insting penggunaan Retribution miliknya sangat tajam untuk mengamankan Lord maupun mencuri Turtle.

Yang membuat Dolynn begitu spesial bagi DEWA United adalah fokusnya yang gila pada objektif bangunan. Ia tercatat sebagai salah satu jungler paling rajin menghancurkan turret lawan dengan total 19 kali. Selain itu, ia juga sangat bisa diandalkan dalam mengamankan Lord untuk timnya. Kombinasi antara inisiasi jenius dari QINN dan eksekusi objektif yang disiplin dari Dolynn inilah yang menjadi rahasia besar kebangkitan Anak Dewa.

DEWA United telah bertransformasi dari tim yang diremehkan menjadi kekuatan yang sangat ditakuti. Kombinasi antara statistik early game yang dominan, eksekusi objektif yang disiplin, serta performa individu yang luar biasa dari QINN dan Dolynn menjadi fondasi kuat mereka. Keberhasilan ini membuktikan bahwa persiapan yang matang dan kemauan untuk belajar dari kesalahan musim lalu bisa membuahkan hasil yang manis di panggung tertinggi.

Ujian sesungguhnya bagi Anak Dewa kini ada di depan mata. Bertahan di papan atas klasemen hanyalah langkah awal, karena tantangan sesungguhnya akan hadir di babak playoff nanti. Dengan mentalitas juara yang mulai terbentuk dan gaya main agresif yang sudah menjadi ciri khas, DEWA United kini memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah baru dan membawa pulang trofi MPL Indonesia ke markas mereka.

Related posts

Setelah Enam Tahun, G2 Esports Akhirnya Menang Lawan Tim LPL

Suluh Widyotomo
2 years ago

Riot Games Korea dan LCK Bergabung, Riot Games Tegaskan LCK Masih Berlanjut

Suluh Widyotomo
7 months ago

Zuxxy Gabung Alter Ego, Bawa Kekuatan Baru Apa?

Edel
3 months ago
Exit mobile version