Panggung VALORANT Masters Santiago 2026 berakhir dengan sebuah catatan sejarah yang luar biasa setelah Nongshim RedForce (NS) berhasil mengukuhkan diri sebagai raja baru dunia. Dalam laga All-Pacific Grand Final yang berlangsung pada Minggu (15/3), tim asal Korea Selatan ini tampil sangat dominan dengan menyapu bersih perlawanan Paper Rex (PRX) lewat skor telak 3-0.
Kemenangan ini membawa makna yang sangat mendalam bagi kancah kompetitif global; Nongshim RedForce resmi menjadi tim pertama dalam sejarah VALORANT yang berhasil naik kasta dari liga Ascension dan langsung meraih trofi Masters di tahun pertama mereka berkompetisi di liga utama.

Perjalanan NS RedForce menuju tangga juara bisa dibilang sangat sempurna. Sebagai unggulan pertama VCT Pacific, mereka tampil tanpa celah sepanjang turnamen dengan hanya menelan kekalahan di satu map saja. Di babak Grand Final, keganasan mereka benar-benar tak terbendung.
Dimulai dari map pertama, Corrode, di mana mereka berhasil melakukan comeback dramatis dari ketertinggalan 4-8 menjadi kemenangan 13-11. Momentum tersebut kemudian berlanjut ke map Split (13-4) dan Abyss (13-3), di mana koordinasi tim yang rapi dan performa individual yang tajam membuat Paper Rex tak berkutik. Atas performa luar biasanya, Dambi dinobatkan sebagai MVP turnamen ini.
Di sisi lain, Paper Rex harus puas menempati posisi runner-up setelah melalui perjalanan panjang yang penuh liku. Memulai dari fase Swiss Stage, tim kebanggaan Asia Tenggara ini sempat turun ke Lower Bracket setelah kalah dari NRG. Namun, kegigihan f0rsakeN dan kawan-kawan patut diacungi jempol; mereka berhasil membalas dendam atas NRG di final Lower Bracket untuk mengamankan tiket ke Grand Final. Meski belum berhasil membawa pulang trofi kali ini, posisi kedua dan raihan 4 VCT Points membuktikan bahwa Paper Rex tetap menjadi kekuatan besar yang wajib diwaspadai di sisa musim 2026.
Kemenangan ini memberikan Nongshim RedForce hadiah utama sebesar US$350.000 dan 6 VCT Points yang sangat berharga untuk kualifikasi VALORANT Champions mendatang. Keberhasilan NS RedForce tidak hanya membuktikan kekuatan luar biasa dari wilayah Pasifik, tetapi juga memberikan sinyal kepada dunia bahwa status sebagai “tim promosi” bukanlah penghalang untuk mendominasi panggung dunia.
Dengan berakhirnya Masters Santiago, fokus kini beralih ke VCT Stage 1 mendatang, di mana semua tim akan berlomba untuk mengejar standar tinggi yang baru saja ditetapkan oleh sang juara dari Korea ini.