Danil “donk” Kryshkovets tampaknya benar-benar tidak bisa jauh dari atmosfer kompetitif. Setelah sukses membawa timnya merengkuh trofi juara di ajang bergengsi PGL Astana 2026, bintang muda CS2 ini justru memilih cara yang unik untuk bersantai. Alih-alih beristirahat total, ia kedapatan kembali asyik grinding di game sebelah, Dota 2.
Kisah menarik ini diungkapkan oleh figur terkenal di Dota 2, Lukawa. Melalui ceritanya, Lukawa mengaku iseng mencari public match tepat sebelum menonton final Liga Champions. Siapa sangka, ia justru setim dengan Donk dan baru sadar di akhir game setelah Donk tampil dominan menggunakan Monkey King untuk menggendong timnya.

Bakat mekanik dan makro Donk di dunia game memang berada di level yang berbeda. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, Donk dilaporkan berhasil menaikkan performanya secara masif dengan mengamankan lebih dari 700 PTS (MMR). Berkat lonjakan poin yang sangat cepat tersebut, ia kini resmi menginjakkan kakinya di rank Divine II.
Melihat perkembangannya yang pesat dari rank Ancient ke Divine II dalam hitungan minggu, komunitas semakin dibuat geleng-geleng kepala. Donk buktikan bahwa insting kompetitif, refleks cepat, dan pemahaman taktisnya di CS2 ternyata dapat diterjemahkan dengan sangat baik ke dalam game bergenre MOBA yang terkenal rumit seperti Dota 2.
Bagi para fans, aksi Donk ini menjadi tontonan yang sangat menghibur. Meskipun sempat ada kekhawatiran dari fans mengenai fokusnya, keberhasilan Donk menjuarai PGL Astana 2026 membuktikan bahwa bermain Dota 2 justru menjadi metode refreshing yang sangat efektif baginya untuk menjaga performa mental tetap tajam tanpa harus merasa jenuh.