HASAGI
Esports, League of Legends

Doran: Kisah Ketabahan di Balik Kejayaan T1

Dalam dunia kompetitif League of Legends, nama Choi “Doran” Hyeon-joon sering kali menjadi pusat perdebatan. Namun, di balik semua kritik tersebut, Doran telah membuktikan dirinya sebagai salah satu top laner paling konsisten dan tangguh di Korea Selatan. Inilah kisah perjalanan hidupnya.

Lahir pada 22 Juli 2000 di Korea Selatan, Doran menunjukkan minat besar pada video game sejak usia muda. Ia mulai menarik perhatian publik saat bergabung dengan tim legendaris Griffin pada tahun 2019. Di bawah asuhan pelatih cvMax, Doran dididik untuk menjadi pemain yang disiplin secara taktik. Meski masa-masanya di Griffin penuh dengan gejolak internal organisasi, bakat alaminya sebagai top laner petarung mulai terlihat jelas.

Setelah Griffin bubar, Doran sempat membela beberapa tim besar seperti DRX, kt Rolster, dan Gen.G. Di Gen.G, Doran berhasil meraih kesuksesan domestik dengan menjuarai LCK berkali-kali. Namun, ia sering kali berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya yang lebih populer. Ia kerap dianggap sebagai “mata rantai terlemah” oleh para kritikus, sebuah label yang justru ia gunakan sebagai bahan bakar untuk bekerja lebih keras.

Momen paling krusial dalam kariernya terjadi saat ia resmi bergabung dengan T1 pada akhir tahun 2024 untuk menggantikan Zeus. Banyak penggemar awalnya ragu apakah Doran mampu mengisi kekosongan besar tersebut.

Namun, Doran menjawab keraguan itu dengan performa yang luar biasa stabil. Di bawah kepemimpinan Faker, Doran bertransformasi menjadi top laner yang tidak hanya jago dalam laning phase, tetapi juga sangat mematikan dalam teamfight. Puncaknya, ia berhasil membawa T1 meraih gelar juara dan membuktikan bahwa ia adalah kepingan yang tepat untuk melengkapi dinasti T1.

Di balik wajah seriusnya di atas panggung, Doran memiliki kepribadian yang unik dan disukai oleh rekan-rekan setimnya:

Banyak orang mungkin meragukan kemampuan saya, tapi saya tidak punya waktu untuk mendengarkan mereka karena saya terlalu sibuk berlatih untuk menjadi lebih baik.Doran

Doran adalah simbol resiliensi di dunia kompetitif League of Legends. Perjalanannya mengajarkan bahwa kesuksesan bukan tentang seberapa hebat kita di awal, melainkan seberapa tangguh kita bertahan saat diremehkan. Dengan mental baja, ia berhasil mengubah setiap kritik menjadi trofi, membuktikan bahwa seorang pemain “pelengkap” pun bisa menjadi pilar utama dalam dinasti sebesar T1.

Related posts

Lore Comeback, Riot Games Rilis Short Story Tentang LeBlanc

Suluh Widyotomo
11 months ago

Punya 10 Ability, Inilah Penampakan Champion Terbaru Hwei

Suluh Widyotomo
2 years ago

Bocorannya Salah, Inilah Squad Asli Inkshadow 2025!

Aksalsyah Arshi
9 months ago
Exit mobile version