HASAGI
Esports, League of Legends

Fokus Keria: Peak Form di T1 dan Emas Asian Games

Support andalan T1, Ryu ‘Keria’ Min-seok, sukses membawa timnya merebut kembali posisi kedua klasemen sementara LCK 2026 setelah menumbangkan OKSavingsBank BRION dengan skor bersih 2-0 di LoL PARK, Jongno.

Meski sempat tertekan di game kedua akibat agresivitas kombinasi Lucian-Milio lawan, ketenangan Keria menjadi kunci kebangkitan T1. Keria mengakui penggunaan Seraphine di game tersebut kurang optimal setelah adanya kesalahan eksekusi dive di early game yang membuat mereka kehilangan prioritas lane.

Titik balik kemenangan T1 terjadi berkat kejelian macro play dalam memanfaatkan kegagalan investasi BRION di area top lane. Momentum ini secara ajaib berhasil menggagalkan usaha musuh untuk mengamankan stack naga ketiga, sekaligus merontokkan dua turret tier-1 BRION di area tengah dan atas.

Setelah berhasil membalikkan kendali permainan, Keria mengaku sangat percaya diri dengan kualitas teamfight T1 hingga akhirnya mampu mengunci kemenangan mutlak. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi T1 yang sedang menghadapi jadwal padat, termasuk kualifikasi Esports World Cup (EWC).

Menghadapi sisa kompetisi LCK, Keria menegaskan bahwa ia tidak ingin terbebani oleh kalkulasi poin menuju “Road to MSI”. Sebaliknya, ia memilih fokus untuk meningkatkan performa tim hingga ke titik tertinggi di sisa musim reguler ini.

“Saya ingin membawa performa kami ke puncaknya dan memenangkan setiap sisa pertandingan tanpa kehilangan satu set pun,” tegas Keria mengenai ambisi besarnya.

Di sisi lain, fokus Keria kini mulai terbagi setelah kembali resmi terpilih memperkuat Tim Nasional Korea Selatan di ajang Asian Games untuk kedua kalinya berturut-turut. Membawa mentalitas yang jauh lebih matang, Keria merasakan adanya perbedaan besar dibandingkan edisi sebelumnya.

“Jika dulu saya datang dengan rasa antusias untuk belajar, kali ini saya memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan tekad kuat untuk membawa pulang medali emas,” ungkapnya.

Ajang internasional ini juga menjadi panggung reuni yang dinantikan bagi duet lini bawah legendaris, Gumayusi dan Keria. Keria menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal chemistry mereka. Selain itu, ia juga sangat antusias untuk memadukan visi macro play miliknya bersama sang jungler bintang baru timnas, Canyon, demi mempertahankan medali emas.

Related posts

Seberapa Jago Chovy Dibandingkan Pro Player Midlaner Lainnya?

Suluh Widyotomo
11 months ago

Ternyata Flash Sempat Hampir Dihapus dari League of Legends, Kenapa?

Suluh Widyotomo
8 months ago

Ini Cerita di Balik Pembuatan Skin Worlds 2023 T1

Suluh Widyotomo
2 years ago
Exit mobile version