Babak Bracket Stage Mid-Season Invitational (MSI) 2026 di Daejeon Convention Center menyajikan salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah kompetisi League of Legends. Setelah rentetan laga internasional yang selalu berakhir dengan skor mutlak 3-0 sejak fase Play-In, duel panas antara G2 Esports (LEC) melawan Top Esports (LPL) akhirnya memecahkan kutukan tersebut melalui pertarungan penuh tensi sepanjang lima game penuh.

Laga pembuka langsung jadi mimpi buruk bagi sang jawara Eropa. Top Esports tampil sangat mendominasi dengan memanfaatkan sinergi mid-jungle yang rapi untuk mematikan pergerakan Caps. Meski G2 Esports sempat memberi perlawanan sengit di area bottom lane, eksekusi objektif yang disiplin serta inisiasi ciamik dari Neeko milik Top Esports di game kedua sukses mengantar perwakilan LPL tersebut unggul cepat dengan skor nyaman 2-0.
Berada di ujung tanduk kekalahan, G2 Esports menolak untuk tunduk begitu saja. Memasuki game ketiga, mereka mengubah total tempo permainan dengan rajin memaksakan skirmish dan amankan Cloud Soul Point. Momentum berbalik sepenuhnya saat G2 Esports memenangkan pertempuran besar di area sungai, di mana Caps mengamankan raihan Pentakill spektakuler yang memperpanjang napas G2 Esports jadi 1-2.
PENTAKILL FOR @G2CAPS! #MSI2026 pic.twitter.com/8CqnKJlz4i
— LoL Esports (@lolesports) July 3, 2026
G2 Esports memanfaatkan momentum kebangkitan di game keempat dengan bermain sangat agresif. Kunci kemenangan G2 Esports di game ini terletak pada kecerdasan makro kontrol mereka menggunakan taktik split-push dari Twisted Fate milik Caps. Merusak fokus pertahanan Top Esports hingga meruntuhkan dua inhibitor, G2 Esports sukses menangkan laga berdurasi 41 menit setelah berulang kali menangkap basah posisi Tristana.
Game kelima jadi arena pembuktian mentalitas juara sesungguhnya. G2 Esports berikan kejutan draf yang solid, termasuk menempatkan Caps pada pilihan champion yang tak terduga serta amankan Sivir untuk Hans Sama. Di sisi lain, Top Esports mencoba balas lewat serangan agresif Maokai Tian di area mid, membuat tensi pertandingan di game penentu ini berjalan sangat ketat dan menguras emosi para pendukung kedua wilayah.
Momen krusial di game kelima terjadi di menit ke-20 ketika Top Esports putuskan untuk lakukan all-in dive demi membunuh Hans Sama yang menggunakan Sivir. Namun, lewat aksi kiting yang luar biasa dramatis dan disiplin, Hans Sama berhasil bertahan hidup sambil terus memberikan serangan balik. Keberhasilan ini berujung pada kemenangan teamfight masif bagi G2 Esports yang memperlebar keunggulan gold hingga 4k.
SILVER SCRAPES! ✨ pic.twitter.com/OXB6LnLiMd
— LoL Esports (@lolesports) July 3, 2026
Setelah mengeliminasi lini pertahanan utama Top Esports, G2 Esports dengan tenang amankan Baron Nashor. Meski Top Esports kerahkan sisa-sisa pertahanan terbaik mereka di dalam markas, gempuran disiplin dari armada Eropa tidak lagi terbendung. G2 Esports secara resmi menghancurkan Nexus musuh, mengunci skor 3-2, dan mencatatkan diri sebagai tim pertama dalam sejarah babak playoff MSI yang mampu melakukan full reverse sweep.
THE WINNING MOMENT: pic.twitter.com/TNByiEJ8K1
— LoL Esports (@lolesports) July 3, 2026
Berkat kemenangan epik ini, G2 Esports berhak melaju ke babak Semifinal Upper Bracket (Round 2), di mana mereka sudah ditunggu oleh raksasa LCK, Hanwha Life Esports (HLE), pada laga tanggal 5 Juli 2026. Sementara itu, kekalahan menyakitkan ini melempar Top Esports ke jurang Lower Bracket, memaksa mereka untuk melakoni laga hidup-mati melawan Team Secret Whales demi memperpanjang napas di turnamen.