Genderang perang kasta tertinggi Mobile Legends di Indonesia kembali ditabuh. MPL Indonesia Season 17 hadir membawa aroma persaingan yang jauh lebih pekat dari musim-musim sebelumnya.
Dengan bursa transfer yang memecahkan rekor dunia hingga masuknya organisasi legendaris global ke tanah air, musim ini bukan sekadar soal siapa yang paling jago secara mekanik, tapi siapa yang paling siap bertahan dalam dinamika perubahan.
Sebelum kita masuk ke arena pertandingan, mari kita bedah profil singkat sembilan tim yang siap memperebutkan takhta supremasi tertinggi musim ini.
ONIC Esports

Sang juara bertahan yang masih sulit digoyahkan. Musim lalu, ONIC menunjukkan dominasi yang hampir sempurna dari musim reguler hingga partai puncak
Mentalitas juara dan eksekusi strategi yang sangat rapi membuat mereka menjadi standar tertinggi di MPL Indonesia. Di Season 17 ini, pertanyaannya adalah: siapa yang cukup kuat untuk meruntuhkan takhta mereka?
RRQ Hoshi
Musim lalu menjadi periode transisi yang penuh tantangan bagi Sang Raja. Meskipun sempat menunjukkan grafik meningkat di pertengahan musim, RRQ harus puas finis di posisi yang kurang memuaskan bagi standar mereka.
Kegagalan melaju lebih jauh di playoffs musim lalu tentu menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk melakukan perombakan besar di musim ini.
EVOS Esports
Perjalanan Macan Putih di Season 16 layaknya sebuah rollercoaster. Sempat terseok-seok di awal musim hingga menghuni papan bawah, EVOS melakukan comeback dramatis untuk mengamankan tiket playoffs.
Namun, konsistensi masih menjadi musuh terbesar mereka. Musim ini adalah ajang pembuktian apakah mereka bisa tampil stabil sejak minggu pertama.
Alter Ego
Alter Ego dikenal sebagai tim giant slayer di musim lalu. Mereka seringkali mencuri poin dari tim-tim papan atas, namun kerap terpeleset saat menghadapi tim yang secara di atas kertas berada di bawah mereka.
Kegagalan memenangkan babak final musim lalu menjadi catatan penting bagi manajemen untuk membenahi kedalaman strategi mereka.
Bigetron by Vitality
Si Robot Merah sempat memimpin klasemen cukup lama di musim reguler ke-16. Namun sayang, “penyakit” lama mereka kembali kambuh: performa yang menurun saat memasuki fase krusial di playoffs.
Season 17 adalah momen bagi BTR untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “Raja Liga Reguler”.
Team Liquid ID
Musim lalu adalah debut transisi mereka setelah perubahan identitas dari AURA. Meskipun tampil dengan semangat baru, Liquid ID masih berjuang menemukan identitas permainan yang pakem.
Mereka menunjukkan potensi besar untuk bersaing di papan atas, namun masih butuh jam terbang lebih untuk bisa menembus dominasi The Big Three.
Geek Fam ID
Geek Fam terus mempertahankan reputasi mereka sebagai tim yang paling sulit dikalahkan di babak playoffs. Musim lalu mereka kembali membuktikan bahwa status underdog bukan hambatan untuk menumbangkan tim-tim raksasa.
Fokus mereka di Season 17 tentu adalah mempertahankan disiplin dan kegigihan yang menjadi ciri khas mereka.
Dewa United Esports
Dewa United terus berbenah. Mereka mempertahankan Reyy di posisi Jungler dan mendatangkan Markk dari Filipina untuk memperkuat sektor EXP Lane.
Musim ini menjadi ajang pembuktian apakah Anak Dewa bisa menembus jajaran elit MPL.
Natus Vincere / NAVI
Sebagai pendatang baru yang mengakuisisi slot di akhir musim lalu, NAVI membawa standar disiplin organisasi Eropa. Perjalanan perdana mereka mungkin masih dalam tahap adaptasi, namun kehadiran mereka langsung memberikan tekanan psikologis bagi tim lain.
Musim ini adalah panggung pembuktian apakah nama besar dunia bisa langsung berbicara banyak di tanah air.
Melihat peta kekuatan sembilan tim di atas, sulit untuk menentukan siapa yang akan benar-benar mendominasi. Ada raksasa yang sedang berbenah, ada penantang baru dengan modal reputasi dunia, dan ada tim underdog yang siap meledak kapan saja.
Satu hal yang pasti, MPL ID Season 17 akan menjadi panggung di mana sejarah baru ditulis dan ekspektasi akan dipatahkan. Jadi, siapkan diri kalian untuk setiap kejutan yang akan tersaji di Land of Dawn. Tim manakah yang menurutmu akan mengangkat piala di akhir musim nanti?