Dunia esports sedang diguncang oleh kabar bahwa Kim “Doinb” Tae-sang, sang legenda sekaligus juara dunia League of Legends 2019, tengah mempersiapkan diri untuk berpindah haluan ke Dota 2. Kabar ini menyebutkan bahwa Doinb tidak hanya bermain santai, melainkan berlatih secara intensif dengan mantan pemain profesional dan sedang menyusun organisasi kompetitifnya sendiri.
Langkah ini dianggap sebagai “gempa bumi” di industri esports, mengingat rivalitas historis antara komunitas League of Legends dan Dota 2.

Untuk memahami mengapa kepindahan ini begitu besar, kita harus menilik siapa Doinb. Ia bukan sekadar pemain dengan mekanik tinggi; ia adalah “The Supermind”. Di tahun 2019, ia memimpin FunPlus Phoenix (FPX) menjuarai World Championship dengan gaya bermain yang merevolusi posisi mid lane.
Berbeda dengan pemain mid lane tradisional yang fokus pada keunggulan individu, Doinb memperkenalkan gaya “Dark Technologies”. Ia sering menggunakan Champion bertipe tank atau support di tengah demi membantu rekan setimnya di seluruh peta. Kemampuannya membaca macro game, memprediksi pergerakan lawan, hingga menghitung cooldown mantra lawan secara akurat adalah alasan mengapa ia dianggap sebagai salah satu otak terbaik yang pernah ada di League of Legends.
Transisi dari League of Legends ke Dota 2 sering dianggap lebih sulit daripada arah sebaliknya karena kompleksitas mekanik tambahan. Namun, Doinb memiliki beberapa aset yang bisa membuatnya sukses:
- Macro Game Sense: Dota 2 adalah game yang sangat bergantung pada rotasi dan manajemen sumber daya di peta yang luas. Gaya main Doinb di League of Legends yang selalu berorientasi pada rotasi (roaming) sangat selaras dengan kebutuhan seorang pemain mid lane atau soft support di Dota 2.
- Etos Kerja “Insane”: Doinb dikenal sebagai pemain yang bisa berlatih 16-18 jam sehari. Dalam game seperti Dota 2 yang memiliki ribuan interaksi mekanik (seperti courier, denying, hingga buyback), dedikasi waktu adalah kunci utama untuk mengejar ketertinggalan ilmu.
- Kepemimpinan: Doinb adalah seorang shot-caller alami. Di Dota 2, di mana strategi bisa berubah drastis dalam hitungan detik melalui itemization, kemampuan Doinb untuk mengarahkan tim akan menjadi aset yang sangat berharga.
Hambatan utamanya adalah mekanik mikro seperti turn rate (kecepatan karakter berputar) dan sistem atribut yang jauh lebih rumit. Namun, dengan rumor bahwa ia membidik wilayah Asia Tenggara (SEA)—wilayah yang dikenal sangat agresif namun sering kali kurang dalam hal disiplin strategi—kehadiran otak taktis seperti Doinb bisa menjadi pembeda yang signifikan.