HASAGI
Esports, Featured, League of Legends, MSI

Keria Pede Sebut Dirinya Sudah Sah Jadi GOAT Support

Dominasi T1 di babak Play-In Mid-Season Invitational (MSI) 2026 terbukti masih belum bisa dibendung. Bertanding di Daejeon Convention Center Exhibition Hall 2 pada tanggal 29 Juni, raksasa Korea Selatan ini sukses menggulung perwakilan Eropa, Karmine Corp (KC), dengan skor telak 3-0 langsung pada putaran kedua. Hasil manis ini membuat T1 memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka tanpa kehilangan satu set pun sekaligus mengamankan tiket ke babak kualifikasi final.

Ryu ‘Keria’ Min-seok yang tampil memukau keluar sebagai peraih gelar Player of the Series pada laga panas tersebut. Usai pertandingan, sang support jenius melontarkan candaan cerdas yang mengocok perut penonton mengenai skor kemenangan mutlak timnya. “Aku selalu suka roti, tapi selama akhir pekan ini, aku jadi sangat suka jenis roti ‘3-0’ (plesetan bahasa Korea untuk skor 3-0). Rasa kemenangan 6-0 terasa sangat polos dan sederhana,” candanya sembari memuji KC sebagai tim berpengalaman.

Pada set kedua, Karmine Corp melakukan kesalahan fatal dengan membiarkan champion andalan Keria, Bard, lolos dari fase banned. Keria menghukum kelalaian tersebut lewat aksi super-save krusial di perebutan area terakhir yang mengunci kemenangan T1. Uniknya, ia justru melakukan mind games dengan merendah dan meminta tim lawan untuk terus melepas Bard di pertandingan berikutnya agar dirinya bisa mendapatkan porsi latihan gratis di panggung resmi.

Memasuki penampilannya yang kelima di ajang MSI tahun ini, Keria juga sempat diminta membandingkan mentalitas dirinya saat melakoni debut MSI pada tahun 2022 lalu dengan versinya yang sekarang. Pertanyaan tersebut langsung dijawab dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi hingga memicu riuh sorak penonton di arena. “Dulu, aku adalah seseorang yang sangat ingin menjadi ‘GOAT Support’, tapi sekarang, aku bisa mengatakan dengan sangat percaya diri bahwa aku telah menjadi ‘GOAT Support’,” tegasnya.

Menutup sesi wawancara, Keria membagikan tekad kuatnya bersama roster T1 menjelang partai final kualifikasi untuk merebut tiket ke Bracket Stage. Ia menegaskan bahwa atmosfer santai yang sempat mereka nikmati di fase awal kini sudah resmi berakhir seiring meningkatnya tensi turnamen. Keria berjanji akan langsung mengaktifkan mode super serius karena babak penentu di depan mata memiliki sistem gugur yang tidak memberikan kesempatan kedua bagi tim yang kalah.

Exit mobile version