Dunia kompetitif League of Legends di Eropa Utara tengah diguncang badai hebat yang mengancam eksistensi salah satu liga regional paling bergengsi, Northern League of Legends Championship (NLC). Alih-alih merayakan persaingan sengit di Summoner’s Rift, sorotan publik justru tertuju pada borok manajemen Leagues.gg selaku penyelenggara resmi yang dituduh gagal memenuhi kewajiban finansialnya kepada para pemain, klub, dan staf siaran.
Kasus ini bukan sekadar masalah keterlambatan pembayaran biasa, melainkan sebuah krisis kepercayaan sistemik yang melibatkan tuduhan manipulasi informasi, perlakuan tidak manusiawi terhadap talenta veteran, hingga keterlibatan tokoh besar seperti Caedrel yang turut menyuarakan kegeramannya. Di tengah tuntutan transparansi yang makin kencang, NLC kini berada di titik nadir yang memaksa Riot Games untuk turun tangan demi menyelamatkan apa yang tersisa dari integritas liga tersebut.
Skandal ini meledak ke permukaan setelah Adam “Eragon” Harney, seorang caster yang telah menjadi wajah NLC sejak 2023, mengungkapkan kekecewaannya di media sosial terkait tunggakan gaji yang mencapai lima bulan. Investigasi lebih lanjut oleh Sheep Esports mengungkap bahwa Eragon bukanlah satu-satunya korban; sejumlah talenta papan atas lainnya seperti Archarom dan Rev juga melaporkan nasib serupa, di mana invoice mereka diabaikan selama berbulan-bulan.
NLC doesn't pay their talent.
— Eragon | twitch.tv/eragonuk (@EragonUK) February 16, 2026
They can pay you 5 months late for work last June and ignore your late fee, then when you question them about your late fee being unpaid they string you along or ignore you until February!
After which their accounting messages you for the first… pic.twitter.com/iyTWQOjH3f
Masalah ini makin diperparah dengan sikap manajemen yang menolak membayar denda keterlambatan sesuai hukum yang berlaku di Denmark, markas besar Leagues.gg. Bahkan, muncul laporan mengerikan bahwa beberapa kreditur ditawari kesepakatan “pahit” untuk hanya menerima 30% dari total utang mereka, dengan ancaman bahwa liga akan dinyatakan bangkrut jika kesepakatan tersebut ditolak.
Di tengah kekacauan finansial tersebut, manajemen NLC justru mengambil langkah kontroversial dengan melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran talenta siarannya. Sosok-sosok ikonik yang telah membangun identitas NLC selama bertahun-tahun, seperti Troubleinc dan Hiprain, diputus kontraknya secara mendadak.
As of today I am no longer part of the NLC.
— Troubleinc. (@g_troubleinc) February 16, 2026
7 years on the product and 3 back to back finals last year.
I am speechless atm. pic.twitter.com/Ny4f6JufUO
Hiprain secara terbuka membagikan pengalaman pahitnya dipecat hanya melalui pesan singkat di Discord, sebuah tindakan yang dinilai sangat tidak profesional bagi organisasi sekelas penyelenggara liga regional Riot Games. Alasan manajemen yang mengeklaim ingin membawa produk ke arah baru yang lebih berbasis influencer dan studio fisik di Copenhagen pun terasa hambar, mengingat fondasi moral dan finansial mereka sedang runtuh di hadapan publik.
Minyak makin menyiram api ketika streamer legendaris Caedrel ikut memberikan kesaksian pedas mengenai perilaku manajemen NLC. Mantan pemilik tim Los Ratones tersebut mengeklaim bahwa Leagues.gg secara sengaja menyebarkan informasi palsu kepada calon investor dan tim baru, dengan mengatakan bahwa Los Ratones akan tetap bertahan di liga tahun depan padahal Caedrel sudah secara resmi menyatakan keluar sejak Oktober tahun lalu.
Pernyataan Caedrel yang menyebut manajemen NLC sebagai “pembohong permanen” menjadi pukulan telak yang meruntuhkan sisa-sisa kredibilitas liga tersebut. Hal ini membuktikan adanya upaya manipulasi untuk menjaga nilai jual liga di tengah krisis yang sebenarnya sudah tak terbendung.
Postponement of NLC Winter Matchday 7.
— NLC – Northern League of Legends Championship (@NLClol) February 19, 2026
Given the ongoing circumstances, we are working to find the best solution going forward and have initiated dialogue with Riot Games and other relevant parties. This dialogue will be ongoing over the coming week, and matchday 7 will be… pic.twitter.com/cHR9eNdT8v
Akibat tekanan yang kian masif dan situasi internal yang tidak kondusif, NLC akhirnya resmi mengumumkan penundaan seluruh pertandingan di Minggu ke-7 Winter Split. Penghentian sementara ini dilakukan saat pihak penyelenggara memulai dialog darurat dengan Riot Games untuk menentukan masa depan kompetisi tersebut.
Saat ini, nasib NLC berada di ujung tanduk; antara restrukturisasi total di bawah pengawasan ketat Riot atau kemungkinan terburuk berupa pembubaran liga. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh ekosistem esports dunia bahwa pertumbuhan yang hanya mengandalkan popularitas sesaat tanpa manajemen keuangan yang sehat hanyalah bom waktu yang siap meledak kapan saja.
